<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604</id><updated>2012-02-12T19:57:37.778+07:00</updated><category term='Menulis'/><category term='pemilu'/><category term='komunitas'/><category term='lampung. perjuangan'/><category term='indonesia raya'/><category term='Film'/><category term='Laki-Laki'/><category term='kapasitas'/><category term='Ideologi'/><category term='intermezo'/><category term='wisata'/><category term='kalikuning'/><category term='ekonomi kerakyatan'/><category term='Imlek'/><category term='Politik'/><category term='on tivi'/><category term='Pemekaran'/><category term='asapikir'/><category term='Rektor'/><category term='banda aceh'/><category term='palembang'/><category term='Pendidikan Tinggi'/><category term='kebijakan'/><category term='Ujian Nasional'/><category term='kreatif'/><category term='filem'/><category term='murid'/><category term='facebook'/><category term='mayday'/><category term='pemekaran daerah'/><category term='PKL'/><category term='Hari'/><category term='ulle kareng'/><category term='Indra J. Piliang'/><category term='Kronologger'/><category term='ayat-ayat cinta'/><category term='IPDN'/><category term='networking'/><category term='pemimpin'/><category term='Birokrasi'/><category term='yudikatif'/><category term='traveling'/><category term='Ibu Kota'/><category term='sragen'/><category term='Love'/><category term='Rancage Award. Lampung. Udo Z Karzi.'/><category term='tari'/><category term='chairil anwar'/><category term='enda nasution'/><category term='program pemerintah'/><category term='seruit'/><category term='Sumpah Pemuda'/><category term='BBM'/><category term='Bandar Lampung'/><category term='Inspirasi'/><category term='otonomi'/><category term='banjir'/><category term='Tionghoa'/><category term='DPR'/><category term='Pendidikan'/><category term='renungan'/><category term='template'/><category term='riset'/><category term='Calon Independen'/><category term='habiburahman'/><category term='kampus'/><category term='Cinta'/><category term='milad'/><category term='apkomindo'/><category term='minyak'/><category term='Pelayanan Publik'/><category term='Novel Religi'/><category term='SIM'/><category term='tsunami'/><category term='Menpora'/><category term='UGM'/><category term='visit lampung'/><category term='Hutan'/><category term='balon'/><category term='e-society'/><category term='Al Bayinah'/><category term='tragedy of the common'/><category term='judul'/><category term='english'/><category term='ngeblog'/><category term='profesi guru'/><category term='RUU Kepemudaan'/><category term='kebahagiaan'/><category term='e-service'/><category term='pemda'/><category term='minyak tanah'/><category term='Munajat'/><category term='Lomba'/><category term='pilpres'/><category term='pemuda'/><category term='doa'/><category term='merdeka'/><category term='simpang tujuh'/><category term='Lampung Barat'/><category term='SIM Sektor Publik'/><category term='kentucky'/><category term='pesawat'/><category term='Pesisir Barat'/><category term='dosen'/><category term='come back'/><category term='Instana Negara'/><category term='gubernur'/><category term='Online'/><category term='dedy mizwar'/><category term='Pemerintah'/><category term='ekspektasi'/><category term='sertifikasi guru'/><category term='Unila'/><category term='Perempuan'/><category term='talkshow'/><category term='sosial'/><category term='seruit.com'/><category term='Novel'/><category term='lampung timur'/><category term='Masalah'/><category term='bencana'/><category term='inovasi'/><category term='panglima laot'/><category term='laptop'/><category term='banner'/><category term='story'/><category term='kuliah'/><category term='kopi'/><category term='Kesehatan'/><category term='Kota'/><category term='wongkito'/><category term='DPD RI'/><category term='Pringsewu'/><category term='manajemen'/><category term='golput'/><category term='kupu-kupu'/><category term='Universitas'/><category term='andrea hirata'/><category term='reformasi birokrasi'/><category term='Ruang'/><category term='ramadhan'/><category term='Malpraktek'/><category term='Blogger'/><category term='e-citizen'/><category term='RUU'/><category term='blogger lampung'/><category term='jogja'/><category term='PP 41/2007'/><category term='Bupati'/><category term='seni'/><category term='proyek'/><category term='yogya'/><category term='pemerintahan'/><category term='Belitong'/><category term='Desentralisasi'/><category term='Visit Indonesia'/><category term='comunity development'/><category term='Sekolah'/><category term='Untung Wiyono'/><category term='Mobile Oil'/><category term='Kartini'/><category term='Film Laskar Pelangi'/><category term='Pertamina'/><category term='Exxon'/><category term='Lampung'/><category term='lowongan kerja'/><category term='Laskar Pelangi'/><category term='kearifan lokal'/><category term='indonesia. internet.'/><category term='PP 129/2000'/><category term='nelayan'/><category term='demokrasi'/><category term='Kebangkitan Bangsa'/><category term='Pilkada'/><category term='trafficking'/><category term='Buku'/><category term='Aparatur'/><category term='konvensi PBB'/><category term='teknologi'/><category term='PNS'/><category term='melinting'/><category term='Pariwisata'/><category term='iklan'/><category term='komunikasi'/><category term='oz fm'/><category term='sejarah'/><category term='tokoh 2007'/><category term='Kedinasan'/><category term='Subsidi'/><category term='pasti pas'/><category term='e-governance'/><category term='administrasi negara'/><category term='Mahasiswa'/><category term='jembrana'/><category term='Nasionalisme'/><category term='Perpres 77 tahun 2007'/><category term='Tanggamus'/><category term='trust building'/><category term='BLT'/><category term='kemiskinan'/><category term='meuraxa'/><category term='artis'/><category term='Humanisme'/><category term='Masyarakat'/><category term='Ibadah'/><category term='aceh'/><category term='selingan'/><category term='rasahati'/><category term='Bandung'/><category term='kawin kontrak'/><category term='simbol'/><category term='pilgub'/><category term='Lupain BBM'/><category term='pilgub lampung'/><category term='Migas'/><title type='text'>&gt;--artef@ksi--&gt;</title><subtitle type='html'>"making words from Lampung"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>120</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-5533552670867804841</id><published>2010-12-03T08:52:00.002+07:00</published><updated>2010-12-03T08:57:12.282+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='murid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profesi guru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekolah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Guru dan Kita</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://pekikdaerah.files.wordpress.com/2010/11/guru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 323px; height: 250px;" src="http://pekikdaerah.files.wordpress.com/2010/11/guru.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu sore setelah pulang kerja, saya sempatkan berjalan ke sebuah toko ****mart. Sekedar membeli minuman dan makanan kecil. Tiba-tiba di tengah perjalalan, seorang wanita tua yang berada di depan toko itu menegur dengan setengah mengkonfirmasi namaku. "Betul bu" aku menjawab dengan masih bertanya-tanya, siapa kira-kira ibu ini sampai mengenal namaku. "ini bu narti.." ujarnya. aku setengah berpikir sambil mencari-cari memori yang terpendam di kepala. Astagfirullah.. ujarku dalam hati, setengah tidak percaya. Sosok ibu paruh baya dengan rambut putih di antara rambut hitamnya itu adalah guruku diwaktu SD. Mungkin sudah hampir 20 tahun yang lalu dan masih ingat dengan diriku. Kenangan seolah flash back.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ibu ini dahulu adalah seorang guru muda yang paling sabar. Diantara guru lainnya yang suka menghukum dengan mistar kayu di telapak tangan atau bahkan sabetan menyakitkan rotan bulu ayam pengapus debu di lengan, ibu guru kami yang ini menghukum dengan kalimat lembut dan sentuhan kecil di kepala sambil mengusap2 rambut muridnya. Sebelum kampus dan pakar pendidikan mengajarkan metode pendidikan menyenangkan dengan kasih sayang dan cinta, ibu ini sudah mempraktikannya hampir 20 tahun lalu. Ibu guru yang satu ini benar-benar menjadi ibu kami saat di sekolah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sejenak kami berbincang, sekarang ibu guru kami ini sudah pindah, beliau mengajar murid SMA. Disatu sisi aku bersyukur, karena mengajar murid SMA, apalagi sekolah swasta kemungkinan lebih besar penghasilan yang diterimanya. Beliau sudah punya dua anak (dulu masih single..hehe), yang satunya sedang kuliah pada Fakultas Keguruan di sebuah Universitas di jawa dan anak yang satunya masih SMA. Sempat terbersit, mungkin anaknya memilih Fakultas Keguruan karena terinspirasi oleh ibunya.Semoga saja sang anak menjadi guru terbaik seperti ibunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sudah hampir dua puluh tahun yang lalu dan beliau masih ingat dengan diri ini. " Masih gemuk dan tampil sederhana ya kamu ini", dalam salah satu ujarnya. Kemudian beliau bertanya keadaan diriku saat ini dan aku bercerita . Terlihat bahagia di wajah tuanya. Saat beliau bercerita tentang kisah temanku yang lain, sejenak kami tertawa. Namun kemudian aku terharu sekaligus malu. Malu karena tidak menempelkan beliau di memori paling dalam, setidaknya sebagai penghargaan atas dirinya dahulu. Kini aku paham, betapa sulitnya menjadi seorang guru sebenarnya, betapa harus belajar terus menerus untuk sabar dan iklas dalam menghadapi berbagai karakter, kejadian dan keinginan. Mungkin karena inilah mereka disebut "Pahlawan". Pengorbanan dirinya untuk orang lain yang merupakan anak manusia lah yang menjadikan mereka pahlawan. Suatu perhargaan yang perlahan memudar saat ini ketika murid digambarkan mengerjai gurunya yang kikuk dan konyol di televisi, siswa yang membohongi gurunya di sekolah atau mahasiswa yang menghardik kasar gurunya di kampus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seperti ibu guru kami ini, beliau memberikan penghargaan kepada muridnya dengan menempelkan kami di memori terdalamnya. Mungkin juga ada doa diantara memorinya itu sehingga kami bertemu dengan jalan hidup masing-masing yang terbaik. Hanya sekitar 10 menit kami bercakap-cakap, namun serasa puluhan halaman sudah kami jelajahi kembali. Beliau pun pamit dan aku masih memandang dengan takjub dan terharu. Serasa masih ada tangan halusnya yang mengelus-elus kepala ini sambil berkata: ya sudah, gak apa-apa, baeknya jangan diulang lagi ya". Sejak saat itu aku ingin menempelkan beliau kembali di memori terdalam sebagai salah satu inspirasi. Seorang guru nan sederhana yang penuh dengan kehormatan. Semoga Allah SWT meninggikan derajat guru-guru kami. Amien.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BDL, 2/12/2010&lt;br /&gt;Foto dari &lt;a href="http://pekikdaerah.files.wordpress.com/2010/11/guru.jpg"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;NB. Tulisan ini dibuat dalam rangka peringatan hari guru, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;based on true story&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-5533552670867804841?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/5533552670867804841/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=5533552670867804841' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/5533552670867804841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/5533552670867804841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2010/12/guru-dan-kita.html' title='Guru dan Kita'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-3405909751240508965</id><published>2010-11-08T19:42:00.001+07:00</published><updated>2010-11-08T19:46:13.513+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bandar Lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bencana'/><title type='text'>Siaga Bencana</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://foto.detik.com/images/content/2007/12/31/473/senin6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 450px; height: 348px;" src="http://foto.detik.com/images/content/2007/12/31/473/senin6.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dulu sewaktu saya tinggal di Jogja sempat naik hingga ke daerah kaki gunung merapi, misalnya saya sempat melihat peternak sapi yang memanfaatkan kotoran sapi sebagai biogas di desa boyong kecamatan Pakem Kab. Sleman. Sempat juga meninjau petani cacing yang mengolah kompos menjadi  pupuk kascing yang berharga lumayan di dekat kali kuning. Kedua daerah itu sekarang sering didengar dari berita-berita di tivi. Kecamatan Pakem dan daerah Kali Kuning memang masuk ke wilayah rawan 20 KM yang ditetapkan pemerintah. Rasanya banyak pengungsi yang berasal dari dua daerah itu.Tapi bukan itu yang hendak saya ceritakan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sering juga kita saat-saat ini melihat di tivi kegiatan evakuasi yang berlangsung cepat. Mobil-mobil bisa bergegas ketika peringatan bahaya dikeluarkan, langsung angkut penduduk ke mobil dan truk lalu mobil-mobil berbondong-bondong turun ke arah kota Jogja yang memang relatif aman. Nah ini dia. Saya bisa paham begitu cepatnya petugas evakuasi dan warga bisa dievakuasi sehingga korban jadi minimal. Saya jadi teringat kalau di setiap persimpangan jalan di daerah kaki merapi banyak petunjuk (dari plang besi seperti papan nama jalan) yang bisa mengarahkan penduduk menuju tempat lebih aman. Jalan-jalan di daerah sana pun dibuat dengan sangat bagus, aspal hitam nyaris tidak ada lobang besar di tengah jalan. Kedua fasilitas yang nampak itu sudah pasti sangat membantu disaat bencana seperti sekarang ini. Tidak hanya fasilitas itu saja, saya pernah bertanya kepada warga sana tentang pengalaman waktu letusan merapi tahun 2006. Mereka bercerita jika penduduk diajarakan oleh pamong desa dan kecamatan tentang cara-cara untuk menghadapi kondisi kalau terjadi letusan merapi. Dari cerita mereka rasanya ajaran pamong itu lumayan "ngelotok kering".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat saya kembali ke Lampung tercinta, saya sadar kalau Provinsi ini juga merupakan daerah yang semestinya siaga bencana. Paling tidak kita belajar dari beberapa gempa yang pernah terjadi di  sebelah barat tanah ini. Daerah-daerah gempa sekaligus dihadapkan kepada kemungkinan terjadinya tsunami. Belum lagi sebelah selatan tanah ini yang juga dihadapkan kepada ancaman gunung Krakatau. Kita semua sudah pasti berdoa dan berharap tidak terjadi bencana itu semua. Tapi mempersiapkan yang mungkin dipersiapkan sebelum terjadi hal buruk rasanya lebih bijak. Pemerintah daerah rasanya perlu lebih serius untuk mengurusi soal yang satu ini. Manajemen bencana rasanya tidak perlu menjadi sekedar konsep dan rencana, karena bencana tidak bisa menunggu. Mulailah dari membenahi jalan, menyiapkan fasilitas pendukung keselamatan warga dan kegiatan penunjang penting lainnya.  Warga perlu diajarkan cara menghadapi bencana gempa, cara menghadapi tsunami atau cara menghadapi letusan gunung berapi serta cara menghadapi kepanikan massa. Perhatian yang serius dari seluruh pihak rasanya perlu, demi Lampungku juga.Termasuk kita sendiri pun semestinya tahu semua persiapan itu. SIHANA itu penting kan bro... !! :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terakhir kita kembali berdoa supaya Lampung kita ini dijaga dari bencana-bencana yang mengerikan itu. Amin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-3405909751240508965?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/3405909751240508965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=3405909751240508965' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/3405909751240508965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/3405909751240508965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2010/11/siaga-bencana.html' title='Siaga Bencana'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-1319959137119025056</id><published>2010-10-05T13:44:00.004+07:00</published><updated>2010-10-05T16:52:34.877+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komunitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komunikasi'/><title type='text'>Komunikasi itu mahal..</title><content type='html'>"Komunikasi itu mahal, maka itu jurusan Komunikasi di Universitas kadang lebih mahal dari jurusan yang lain di Universitas." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian seloroh saya pada saat menguraikan pentingnya komunikasi dalam kehidupan kita, sebagai mahluk sosial, ekonomi, politik dan lainnya. Terkadang suatu kejadian besar, katakanlah beberapa peristiwa kerusuhan massa yang sempat terjadi di Kalimantan, Ampera-Jakarta dan terakhir di Bogor menyisipkan persoalan komunikasi sebagai salah satu dari beragam pelatuk masalah. Persepsi yang muncul dari cara dan kultur komunikasi yang berbeda menghasilkan tafsir yang terbiaskan serta mudah untuk menghasilkan kesimpulan yang keliru. Jika sudah sampai pada tahap itu maka potensi masalah sosial tinggal menunggu "siraman bensin" diatasnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya dalam konteks yang besar, persoalan komunikasi juga terkadang muncul dalam penyelenggaraan kebijakan pemerintah. Sebut saja masalah tabung gas 3 kilo, atau rencana-rencana kenaikan beberapa barang publik justru menimbulkan tentangan yang keras dan antipati terhadap pemerintah. Pada lingkup ini sebenarnya kebijakan itu merupakan satu paket dengan komunikasi. Jika prinsip kebijakan adalah pelembagaan aspirasi maka komunikasi adalah yang menghantarkannya kepada proses kebijakan di pemerintahan. Demikian juga proses kebijakan merupakan proses komunikasi, ada proses desain kebijakan yang mencakup artikulasi dan agregasi kepentingan banyak pihak, ada juga proses tawar menawar sebagai upaya mencapai win-win solution bagi semua. Terakhir ketika kebijakan itu dikeluarkan untuk dijalankan, ada proses komunikasi yang harus disampaikan serta dikelola secara efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini yang sebenarnya cukup menggelitik penulis ketika melihat suatu peristiwa penentangan yang apabila ditelusuri maka akan nampak sekali persoalan komunikasi di dalamnya. Pada kasus yang lain ada suatu rencana kegiatan yang diselenggarakan oleh suatu organisasi namun ternyata cenderung nampak "monolog", sehingga cukup berpotensi untuk mengalami situasi berlawanan seperti yang diharapkannya. Suatu organisasi perlu kenal, bahkan harus kenal dan paham tentang komunikasi ini, karena tidak ada suatu entitas yang bisa hidup sendiri ataupun yang memaksakan kepentingannya sendiri. Demikian juga suatu rencana yang sebaik apapun tujuannya namun jika tidak terkomunikasikan dengan baik maka bisa menghasilkan pengabaian atau bahkan penolakan dari pihak lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana sangat sering kita lihat betapa perusahaan besar berinvestasi yang cukup mahal untuk para humas atau profesi2 yang bersinggungan dengan komunikasi ini. Para motivator dengan jualan kemampuan komunikasi yang teruji bisa dibayar dengan sangat mahal, padahal isinya sudah sering kita dengar. Akhirnya, penulis ingin mengatakan jika komunikasi itu mahal karena implikasi yang bisa diakibatkannya bila tidak terkelola dengan baik. Maka berkomunikasilah secara baik dan bijak. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-1319959137119025056?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/1319959137119025056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=1319959137119025056' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/1319959137119025056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/1319959137119025056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2010/10/komunikasi-itu-mahal.html' title='Komunikasi itu mahal..'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-5898180248231168765</id><published>2010-08-19T10:56:00.004+07:00</published><updated>2010-08-19T11:09:40.549+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu Kota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bandar Lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Instana Negara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DPR'/><title type='text'>Jika Kota Ini Jadi Ibu Kota</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://farm4.static.flickr.com/3255/3139446209_c2382d92ca.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 422px; height: 281px;" src="http://farm4.static.flickr.com/3255/3139446209_c2382d92ca.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pagi-pagi sekitar pukul 06.00 saya terkejut oleh suara klakson yg bersahutan, terbangunlah diri ini dari tidur yang baru sebentar. Saya lihat cahaya matahari menyusup dari jendela kamarku. Dengan langkah gontai, saya bangun dari peraduan, lalu membuka jendela, mencoba melihat suasana sekitar. Pantas saja sepagi ini sudah ramai klakson kendaraan. AKu melihat dibawah sana, sekitar 7 lantai di bawah apartemen ini kendaraan sudah menyemut, berlomba menuju tempat kerja orang-orang yang ada di dalamnya. Banyak kendaraan yang menyemut di depan jalan Z.A. Pagar ALam sana, sepertinya para pekerja kampus dan mahasiswa yang sedang mengejar jadwal kuliah mereka. Entahlah, kenapa masih saja kemacetan, padahal sudah dua tahun yang lalu dibuat jalur khusus Trans Saburai yang membentang hingga Tegineneng, Tanjung Bintang, Panjang dan Jati Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan bergegas saya pun membersihkan diri dan mengisi perut seadanya, lalu berangkat menuju tempat kerja. Tercatat di agenda kerja saya jika hari ini ada pertemuan dengan Komisi I DPR RI. Menyadari jalan raya yang sangat padat, saya coba mengambil jalan yang memutar. Dari apartemen di JL. ZA Pagar Alam saya melewati jalur dua Way Halim yang penuh dengan Mall dan Gedung bertingkat. Setelah lewat dari jalur dua, kendaraan saya pun masuk ke Pintu Tol Sukarno Hatta. Lewat tol ini rasanya akan lebih menghemat waktu hingga satu jam. Masuk ke jalan tol, saya bisa melihat rumah sakit Imannuel yang megah berdiri di samping beberapa gedung menara. Diantaranya adalah gedung Departemen Pertanian yang bertingkat 10 dan Departemen Transportasi yang bertingkat 12.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Melintasi jalan tol itu membuat saya sedikit teringat jika sepuluh tahun yang lalu kendaraan saya yang sedan sudah pasti menderita kalau lewat jalan ini. Setelah melewati jalan tol yang lebar dan halus, saya keluar tol di simpang panjang. Kendaraan pun melintasi jalan yang lebar, setelahnya masuk ke wilayah Kantor Pemerintahan. Sempat melewati Istana Presiden yang bergaya modern di daerah Pengajaran, saya hanya melihat pengamanan yang cukup ketat. Paspampres berjaga di pintu dan terdapat anggota kepolisian di luar Istana. Setelah melewati Istana, kendaraan pun melewati Gedung Kementrian Keuangan dan Gedung Bappenas yang megah. Sementara di sebelah kiri saya terlintasi juga Gedung Mahkamah Konstitusi dan Gedung KPK yang nampak tegar. Padahal dahulu sempat terbersit, kalau lembaga hukum ini tidak bertahan lama, akibat senantiasa di ganggu oleh mereka yang terganggu dengan kinerjanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akhirnya, sampai juga saya di Gedung Dewan yang terhormat. Dahulu gedung ini milik anggota dewan Se-Provinsi Lampung, tapi sekarang menjadi gedung anggota dewa Se- Indonesia. Kagum juga saya. Sesampai di tempat ternyata ruang pertemua masih kosong. Wah, ternyata untuk urusan satu ini masih sama saja. Saya pun menunggu sembari menghubungi salah satu anggota dewan lewat telefon. Tenyata beliau masih terjebak macet di daerah bunderan rajabasa. Padahal sudah ada jalan layang yang melingkar seperti di Semanggi. Kendaraan yang menumpuk pada jam sibuk seperti ini yang mestinya harus diantisipasi dengan bangun lebih pagi misalnya. Saya coba hubungi anggota dewan yang lainnya, ternyata beliau juga masih merayap di pintu tol Tanjung Bintang. Saya paham bahwa daerah itu sekarang semakin ramai dengan pembangunan gedung Kantor Pusat Perusahaan-Perusahaan besar nasional ataupun asing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah menunggu satu jam dan diselingi dengan melihat tiga kali demonstran di depan pintu gerbang, akhirnya mereka datang juga. Maka naiklah kami ke tingkat 4 dengan lift dan masuk ke ruang rapat yang nyaman. Baiklah, kami rapat dulu ya teman-teman. Semoga mereka tidak tidur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;nb: kisah ini hanya fiktif dan rekaya belaka. Terinsiprasi dari wacana pemindahan ibu kota, pendapat para pengamat dan diskusi-diskusi "nyeleneh".&lt;br /&gt;gambar diambil dari: &lt;a href="http://farm4.static.flickr.com/3255/3139446209_c2382d92ca.jpg"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-5898180248231168765?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/5898180248231168765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=5898180248231168765' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/5898180248231168765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/5898180248231168765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2010/08/jik-kota-ini-jadi-ibu-kota.html' title='Jika Kota Ini Jadi Ibu Kota'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm4.static.flickr.com/3255/3139446209_c2382d92ca_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-2826256074882078500</id><published>2010-07-04T21:44:00.003+07:00</published><updated>2010-07-04T21:50:49.803+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='intermezo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='come back'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chairil anwar'/><title type='text'>Hasrat</title><content type='html'>Kalau ada orang yang mendewakan hasrat, menuliskan puisi dengan hasrat seperti Chairil Anwar atau menulis lirik seperti grup band terkini tidaklah salah. Hasrat memang suatu yang manusiawi, artinya selama masih jadi manusia pasti punya hasrat. Hasrat itu seperti ombak laut. Terkadang surut, terkadang pasang. Begitu juga hasrat manusia. Sudah lama tidak kusentuh blog ini karena saat itu memang daku kehilangan hasrat. Entah apa alasannya. Namun semakin hilang hasrat itu, semakin pula tertampung di dalam benak inginku untuk kembali pada blog ini suatu saat nanti. Ternyata yang diperlukan oleh hasrat cuma waktu. Sama seperti lapar yang juga perlu waktu untuk bisa benar-benar terasa nikmatnya. Buncahkan lagi hasrat ku, agar dapat aku berkejaran dengan tombol keyboard dan menyusun huruf diatas halaman medis sosial ini. Ah.. aku mencintai hasrat yang turun naik itu.. aku pun akan kembali bersamanya. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-2826256074882078500?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/2826256074882078500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=2826256074882078500' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/2826256074882078500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/2826256074882078500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2010/07/hasrat.html' title='Hasrat'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-2654038739673332364</id><published>2009-11-13T08:11:00.000+07:00</published><updated>2009-11-13T08:22:41.906+07:00</updated><title type='text'>back to blog</title><content type='html'>Ada seorang teman yang bilang: facebook dan twiter boleh aja muncul dan makin populer di masyarakat, tapi blog tetap lebih berbobot". saya setuju, facebook dan twiter memang luar biasa fenomenanya, bahkan bisa menjadi kekuatan "people power" yang luar biasa, seperti di kasus prita, chandra-bibit dan beberapa gerakan yang berjudul "gerakan satu juta.... dst". &lt;span class="fullpost"&gt; Bagi seorang blogger, media social itu memang ringkas. Ada kepuasan yang hanya bisa diberikan oleh blog, kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-2654038739673332364?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/2654038739673332364/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=2654038739673332364' title='19 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/2654038739673332364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/2654038739673332364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2009/11/back-to-blog.html' title='back to blog'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-6169838914947347068</id><published>2009-05-28T14:57:00.002+07:00</published><updated>2009-09-16T14:13:49.815+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilpres'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi kerakyatan'/><title type='text'>Ekonomi Kerakyatan dan Kewirausahaan Sosial</title><content type='html'>Artikelku di &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009052804045848"&gt;Lampung Post, 28 Mei 2009&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjelang pemilihan presiden, debat tentang sistem ekonomi kembali muncul. Bahkan dikatakan jika pilpres tahun ini merupakan perang aliran ekonomi, yaitu ekonomi neoliberal dan ekonomi kerakyatan. Debat ini sebenarnya sudah berlangsung lama, pergulatan tentang peran pengusaha asing kontra kelompok potensial dalam negeri untuk memaksimalkan sumber daya pada wilayah sebuah negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu yang menjadi wacana favorit adalah gagasan ekonomi kerakyatan. Namun, wacana dalam masa kampanye politik itu sering hilang ketika kontestan terpilih menjadi pengambil kebijakan. Permasalahannya adalah operasionalisasi kebijakan yang tidak menyentuh secara penuh penggerakan kerakyatan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berbicara tentang penggerakan rakyat, ada beberapa rujukan, salah satunya adalah kewirausahaan sosial (social entrepreneurship). Gagasan ini menarik ketika Muhammad Yunus berhasil menggerakkan masyarakat miskin lebih produktif dan bergerak keluar dari kemiskinan. Kewirausahaan sosial merupakan gerakan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sosial, misalnya mengurangi kemiskinan, menyediakan makanan bergizi bagi kaum miskin, asuransi kesehatan dan pendidikan. Gerakan ekonomi dalam konteks ini digerakkan oleh cause-driven, bukan profit-driven. Artinya, tujuan yang hendak dicapai dari aktivitas ekonomi tadi adalah implikasinya terhadap kelompok sasaran, jika masyarakat miskin menjadi kelompok sasarannya, diharapkan kondisi kemiskinan tersebut dapat teratasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode perubahan dalam kewirausahaan sosial ini berbeda dengan pendekatan filantropi yang sering digunakan dalam pengentasan kemiskinan. Hal ini dapat dipahami jika melihat ciri kewirausahaan sosial tersebut; pertama, melihat intervensi sumber daya sebagai investasi yang digerakkan oleh suatu kelompok sosial tertentu. Kedua, konsekuensi dari investasi tersebut menghasilkan bentuk upaya produktif lebih berkelanjutan dan tumbuh berkembang dengan sendirinya tanpa tergantung pada kucuran dana terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketiga, investasi yang dilakukan pada awal tersebut tidak akan hilang, dapat digunakan untuk diinvestasikan kembali dalam bentuk upaya ekonomi yang sama atau yang berbeda. Keempat, kewirausahaan sosial mendorong kelompok target untuk meningkatkan kapasitas diri guna menjawab masalah-masalah sosial melalui upaya ekonomi yang sedang dijalankannya. Dalam format ini kelompok masyarakat spesifik diposisikan sebagai pemeran utama dalam aktivitas ekonomi, sementara itu negara dapat memosisikan diri sebagai pihak yang berinvestasi secara sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks Indonesia, salah satu alternatif solusi bagi pengentasan kemiskinan adalah melalui kewirausahaan sosial. Namun, dibutuhkan strategi yang bisa memperkuat konsep tersebut dalam konteks sosial budaya Indonesia. Ada beberapa strategi yang teridentifikasi, di antaranya: Pertama, pendekatan kewirausahaan sosial sebagai bentuk investasi kepada kelompok sosial tertentu, dalam hal pengentasan kemiskinan ini maka kelompok masyarakat miskin yang menjadi sasaran. Investasi disalurkan melalui modal produktif dalam berbagai wujud sumber daya finansial kepada masyarakat miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, penguatan jaringan (networking) dengan kelompok lain yang dapat memberikan ruang bagi kelompok masyarakat miskin guna mendistribusikan atau menjual produk yang dihasilkan dari aktivitas kelompoknya. Ketiga, penguatan kapasitas kelompok masyarakat miskin dalam aspek manajemen ekonomi produktif, sehingga dalam jangka panjang masyarakat miskin dapat melipatgandakan usaha produktifnya dan sekaligus meningkatkan pendapatan serta keuntungan yang mereka peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, pembangunan kepercayaan (trust building) sebagai awal dari keseluruhan proses tersebut, hal ini bermanfaat bagi peningkatan moral masyarakat miskin sehingga merasa lebih dihargai dan diberi kesempatan secara aktif untuk keluar dari kemiskinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat strategi tersebut merupakan perspektif kewirausahaan yang masuk ke dalam kelompok sosial spesifik, menggunakan pendekatan sosial (dalam wujud penguatan trust) dan bertujuan untuk mengatasi permasalahan sosial. Melalui strategi itu diharapkan ruang sosial terbangun secara praktis. Hal tersebut sebenarnya sudah menjadi bagian dalam beberapa program pemberdayaan masyarakat, tapi belum signifikansi pengaruh aplikasi prinsip tersebut terhadap pengentasan kemiskinan. Pertanyaan yang muncul adalah, kenapa itu terjadi?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa identifikasi dari program yang berusaha mengadopsi prinsip tersebut. Pertama, faktor internal, yaitu komitmen dan determinasi, kepemimpinan, toleransi pada risiko, ambiguitas, dan ketidakpastian, serta kreativitas, keandalan, dan daya adaptasi. Faktor ini merupakan bagian internal dari kapasitas kelompok sosial spesifik sasaran program. Perubahan dalam bentuk peran dan kesempatan ekonomi produktif bagi kelompok tersebut, semestinya diiringi dengan perubahan yang menyeluruh dalam cara pandang terhadap diri dan orang lain, sehingga mereka mampu untuk berakselerasi dengan aktivitas ekonomi yang lebih dahulu berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor eksternal, yaitu kendala atau hambatan dari struktur yang mengitari aktivitas usaha-usaha sosial tersebut. Seperti misalnya struktur birokrasi, struktur pasar dan lingkungan politik. Faktor ini merupakan ruang yang tidak mudah untuk dihadapi atau diantisipasi pengaruhnya terhadap pergerakan kelompok masyarakat tersebut dalam aktivitas ekonomi produktifnya. Jika faktor ini kontraproduktif terhadap gerakan yang hendak melakukan perubahan secara berkelanjutan tersebut, perubahan peran dan posisi kelompok masyarakat itu tidak menyeluruh. Karena itu, tetap diperlukan pengawalan dari negara agar gerakan ekonomi berbasis kelompok sosial ini dapat secara konsisten berjalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-6169838914947347068?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/6169838914947347068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=6169838914947347068' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6169838914947347068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6169838914947347068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2009/05/ekonomi-kerakyatan-dan-kewirausahaan.html' title='Ekonomi Kerakyatan dan Kewirausahaan Sosial'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-7013210956444620691</id><published>2009-05-09T20:04:00.004+07:00</published><updated>2009-05-09T20:14:44.355+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ujian Nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Distrust dalam Kebijakan UN</title><content type='html'>Artikelku di &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009050507033444"&gt;SKH Lampung Post&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ujian nasional (UN) tahun ini menjadi pekerjaan besar karena melibatkan 1.200 pengawas independen yang diterjunkan ke seluruh daerah di Provinsi Lampung. Pengawas independen tersebut dimaksudkan mengantisipasi kemungkinan kecurangan yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak. Pembelajaran yang dilakukan berdasarkan pengalaman beberapa kali pelaksanaan UN semenjak kebijakan ini diimplementasikan. Meskipun upaya kecurangan tersebut tetap saja coba dilakukan melalui berbagai modus dengan melibatkan pihak yang bahkan tidak diduga sebelumnya, seperti guru, kepala sekolah atau bahkan pejabat dinas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dipahami, tindakan yang dilakukan tersebut sebenarnya merupakan reaksi atas tekanan yang dihasilkan oleh kebijakan evaluatif tersebut. Kebijakan tentang ujian nasional tidak hanya mengevaluasi hasil belajar siswa, tetapi juga akan mencerminkan kapasitas pembelajaran sekolah dan kapasitas manajemen sektor pendidikan oleh dinas pendidikan. Karena itu bisa diduga jika reaksi dalam bentuk beberapa kasus kecurangan tersebut, sebagai efek frustrasi terhadap kebijakan UN itu sendiri.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik ini, jika menggunakan dimensi pendidikan yang humanis, kebijakan UN sebenarnya lebih memunculkan nuansa distrust (ketidakpercayaan) terhadap pelaksana pendidikan. Jika sekolah merupakan ruang interaksi antara guru dan murid yang secara intens mengembangkan kondisi kognitif, afektif, dan psikomotorik para siswa secara bertahap, dapat dimengerti jika yang paling memiliki ruang besar untuk melaksanakan evaluasi pembelajaran tersebut adalah guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru merupakan aktor kunci yang secara riil dapat mengetahui perkembangan ketiga aspek kecerdasan manusiawi tersebut. Karena itu kepercayaan untuk melaksanakan evaluasi pembelajaran tersebut adalah pada mereka. Demikian juga sekolah sebagai institusi operasional guru yang memiliki ruang tanggung jawab implementatif dalam evaluasi hasil belajar siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Argumentasi ini lebih kuat bila merujuk Pasal 58 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang sudah sangat tepat mengidentifikasi tentang hal tersebut, dengan merumuskan bahwa evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-undang tersebut yang merupakan payung bagi penyelenggaraan pendidikan di Indonesia sudah memiliki substansi yang sangat humanis, yang mengarahkan pembentukan manusia ke arah yang lebih integratif. Pendidikan yang dikehendaki oleh undang-undang tersebut menghendaki siswa yang memiliki perkembangan kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotorik secara utuh. Karena itu evaluasi hasil belajar yang dilakukan juga semestinya mampu menjangkau ketiga aspek kecerdasan tersebut. Inilah yang menjadi titik lemah dari kebijakan UN sebagai instrumen evaluasi hasil belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal inilah distrust sebagaimana yang dikemukakan tersebut terjadi. Kebijakan pendidikan nasional sebenarnya menghendaki evaluasi hasil belajar tersebut dilakukan dalam pendekatan proses yang intens, bukan melalui pendekatan output yang momental. Pemerintah sebagai pembuat kebijakan UN ini mengalami ketidakpercayaan (distrust) terhadap institusi pelaksana pendidikan dengan kapasitas dan karakteristik yang heterogen pada wilayah negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah tampaknya belum memiliki kepercayaan yang kuat bahwa institusi pendidikan, termasuk guru di dalamnya akan dapat menghasilkan evaluasi pembelajaran yang bertanggung jawab. Latar belakang kondisi guru dan sekolah yang masih belum memiliki distribusi kuantitas dan kualitas yang merata memang menjadi kendala utama dalam pelaksanaan evaluasi hasil belajar yang diinginkan oleh UU Sisdiknas tersebut, tetapi bukan berarti melakukan homogenisasi terhadap heterogenitas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi hasil belajar yang dilakukan dengan standar homogen terhadap kondisi heterogen yang sudah disadari oleh pembuat kebijakan itu, merupakan pilihan yang kontraproduktif. Pada satu sisi mengalami distrust terhadap kapasitas sumber daya pembelajaran sehingga memilih untuk menangani secara interventif, tetapi kemudian memilih untuk melakukan homogenisasi terhadap kapasitas yang belum secara kuat dipercaya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan UN dengan format ini memang memiliki kelebihan berupa efisiensi untuk melakukan monitoring dan evaluasi nasional terhadap pencapaian hasil belajar para siswa. Indikator skor dan kuantitas lulusan menjadi pilihan utama untuk mengukur keberhasilan pembelajaran. Namun, pendekatan yang diturunkan hingga kepada tingkat siswa didik seperti ini memberikan efek reaktif yang juga menunjukkan indikasi "government failure" dalam penyelenggaraan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis bimbingan belajar menjadi marak berkembang dan dijadikan sebagai saluran untuk mencapai kepuasan yang tidak diperoleh dari sekolah siswa yang bersangkutan. Apalagi ketika lembaga seperti itu lebih mengarahkan pada penguasaan aspek nonakademik kepada para siswa tersebut. Kecurangan yang dilakukan secara insidental ataupun yang terencana juga menunjukkan adanya ketidaksiapan sosiopsikologis untuk menghadapi konsekuensi dari pelaksanaan UN yang juga memang belum terlalu dipersiapkan secara tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin lebih konsisten terhadap kebijakan utama pendidikan di negara ini, semestinya evaluasi hasil belajar yang dilakukan tidak lagi menggunakan pendekatan seperti itu. Sekolah dan guru perlu lebih diberikan kepercayaan untuk melakukan proses pembelajaran kepada para siswa. Bentuk interaksi pendidikan yang dikondisikan secara efektif dan bertanggung jawab oleh mereka akan memberikan ruang yang utuh untuk menilai aspek kecerdasan para siswa secara berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pemerintah dapat lebih bergerak dalam upaya makro untuk meningkatkan kapasitas sekolah dan guru sehingga dapat bekerja secara profesional dan mampu berkontribusi secara utuh. Selain itu, upaya yang menjadi prasyarat pokok pembangunan pendidikan adalah distribusi kuantitas dan kualitas tenaga pendidik pada seluruh wilayah Indonesia, sehingga secara jangka panjang dapat menghasilkan proses pendidikan yang merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkup ini sebenarnya berkaitan dengan politik pendidikan pemerintah saat ini. Kemajuan dalam hal alokasi pendanaan ataupun program, belum secara penuh menjadi satu paket kemajuan bidang pendidikan. Melakukan perubahan yang penuh memang harus berhadapan dengan tarik menarik kepentingan politik yang berdampak pada tingkat kebijakan. Kebijakan yang konsisten ataupun tidak konsisten juga dipengaruhi oleh atmosfer politik yang melingkupi lembaga pemerintahan. Namun, politik juga dapat bergerak ke arah yang berbeda dan menghasilkan perubahan yang berbeda juga nantinya. (Simon S. Hutagalung: Dosen FISIP Unila)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-7013210956444620691?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/7013210956444620691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=7013210956444620691' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7013210956444620691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7013210956444620691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2009/05/distrust-dalam-kebijakan-un.html' title='Distrust dalam Kebijakan UN'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-7728624633828000640</id><published>2009-03-17T13:28:00.003+07:00</published><updated>2009-03-17T13:39:26.128+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebahagiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>In Pursuit Of Happiness</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/8/81/Poster-pursuithappyness.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 261px; height: 330px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/8/81/Poster-pursuithappyness.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Film ini beberapa kali saya tonton, di tipi kabel lagi, hehee.. wah.. selalu mengesankan, sampe gak bisa bercerita lagi. oke jadi inti ceritanya saya ambil dari&lt;a href="http://duniafitri.blogspot.com/2008/10/in-pursuit-of-happiness.html"&gt; sini. &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;ceritanya seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Film yang dibintangi oleh Will Smith ini terinspirasi dari kisah nyata Chris Gardner, seorang salesman yang berjuang untuk mendapat kehidupan yang lebih baik untuk dirinya dan anak laki-lakinya yang saat itu berumur 5 tahun, Christopher (diperankan oleh Jaden Smith, anak laki-laki Will Smith sendiri). Chris harus membesarkan anaknya sendirian, dalam keadaan tidak berpenghasilan walaupun dia berhasil diterima dalam program 6-bulan-training-tanpa-gaji di suatu firma investasi beken.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chris dan anaknya terusir dari apartemen mereka. Terpaksa tidur di rumah penampungan, dengan perjuangan karena antrian yang sangat panjang, bahkan tidur di dalam kamar mandi terkunci di stasiun. Chris juga merasakan kepahitan, saat harus bertahan hidup dengan $21 karena pemerintah mengambil paksa $600 dari rekeningnya untuk pembayaran pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terpaksa mencuri dari seorang gelandangan untuk bertahan hidup, Chris tetap bertahan, dengan kepercayaan diri, cinta dan keyakinan anaknya. Ada suatu momen yang mengharukan, di suatu malam hari di rumah penampungan anaknya berkata, "Kau ayah yang baik". Chris akhirnya berhasil menghadapi semuanya dan menjadi salah satu legenda Wall Street.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang agak 'mengganggu' saya adalah adegan di saat terakhir. Ketika Chris dinyatakan berhasil dalam trainingnya, dan berhak untuk bekerja di firma tersebut, dengan mendapat gaji tentunya. Chris kemudian keluar dan berjalan di kerumunan orang dengan sangat gembira. Suara di latar menyatakan (kalo ga salah, punten, soalnya bahasa Inggris saya ga ok ;-)), "Inikah kebahagiaan.. Secercah rasa yang ada saat ini.. inikah kebahagiaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inikah kebahagiaan? Kebahagiaankah saat Chris berhasil melalui segala rintangan, dan akhirnya mendapat apa yang diinginkannya (keamanan finansial dan status)? Ataukah karena perjuangannya akan berhasil? Lalu bagaimana jika ternyata dia tidak diterima bekerja dan terlempar ke jalanan, akankah dia terus mencari kebahagiaan seperti judul film ini, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;in pursuit of happiness&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kebahagiaan adalah 'rasa' saat suatu perjuangan berhasil, apakah momen-momen tersebut hanya berhak dirasakan seorang pemenang? Jika kebahagiaan ada dengan adanya keamanan finansial dan status, adilkah itu untuk seorang fakir? Bukankah seperti rasa yang lain, adalah hak semesta untuk merasa bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu seseorang mengirimkan email yang berjudul Happinesh is a voyage. Kebahagiaan adalah perjalanan, bukan tujuan yang semu. Pernahkah kita hidup di hari ini, tapi menginginkan kebahagiaan di masa datang? Berharap kebahagiaan akan datang saat kita lulus, saat menikah, saat memiliki anak, saat anak beranjak dewasa, atau saat kita mendapat pekerjaan dengan gaji lebih tinggi, rumah lebih besar, mobil lebih mewah? Berharap kebahagiaan saat hidup sesuai apa yang kita inginkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah kita benar-benar merasakan kebahagiaan itu ketika apa yang kita inginkan akhirnya ada di genggaman? Apakah hidup akan lebih baik saat mobil kita lebih mewah? Atau kita malah mengomel karena biaya bensin yang harus kita bayarkan jadi bertambah? Apakah hidup akan lebih baik saat anak-anak lebih besar dan tidak terlalu merepotkan lagi? Atau kita malah mengenang masa di saat bayi dan balita kita begitu manis untuk dicium dan dipeluk? Apakah kita akan benar-benar bahagia saat kita letih mengejar kebahagiaan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, bagaimana kebahagianmu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-7728624633828000640?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/7728624633828000640/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=7728624633828000640' title='141 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7728624633828000640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7728624633828000640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2009/03/in-pursuit-of-happiness.html' title='In Pursuit Of Happiness'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>141</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-129006432227359768</id><published>2009-03-17T13:05:00.002+07:00</published><updated>2009-03-17T13:16:48.270+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film Laskar Pelangi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profesi guru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Freedom Writers</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://media.monstersandcritics.com/articles/1282124/article_images/freedomwriters.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 276px; height: 355px;" src="http://media.monstersandcritics.com/articles/1282124/article_images/freedomwriters.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Film ini pertama saya tonton di televisi di kosan saya (kebetulan ada tipi kabel.. hee). Awalnya biasa saja, seperti drama pada umumnya. Namun pelan-pelan banyak kejutan-kejutan yang menarik dari film ini. Dikisahkan perjuangan seorang guru bernama Errin Gruwell yang harus menghadapi siswa dengan latar belakang perang antar geng, kekecewaan, keputusasaan dan kehilangan harapan. Errin bahkan dicemooh oleh guru lainnya yang menganggap dia "orang naif yang terlalu berharap". Kesabaran dan kegigihan errin bahkan harus dibayadengan persoalan hubungannya dengan sang suami yang tidak bisa memahami keinginnanya. Perjuangan errin dilakukan melalui pengajaran yang sangat dekat dengan aspek emosional para murid. Bagaimana ia mendengarkan keluhan hati para murid dengan masa lalu yang kelam, bagamana errin harus menampung murid yang diusir dari rumah dan dikejar-kejar gangster. Pendidikan transformatif seperti dilakukan oleh errin mengubah siswa secara penuh, tidak hanya wawasan namun juga emosi yang menjadi lebih baik (terbuka, menghargai, dan penuh semangat perubahan). Kisah nyata dari seorang guru di amerika ini menjadi inspirasi buat kita, Amin. Baca juga&lt;a href="http://agustianwar.multiply.com/reviews/item/13"&gt; ini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-129006432227359768?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/129006432227359768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=129006432227359768' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/129006432227359768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/129006432227359768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2009/03/freedom-writers.html' title='Freedom Writers'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-539580534331115962</id><published>2009-03-04T17:03:00.004+07:00</published><updated>2009-03-04T17:09:35.443+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='intermezo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kupu-kupu'/><title type='text'>kupu-kupu matahari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/Sa5SYG_f2bI/AAAAAAAAAQg/9pa32WQFagY/s1600-h/butterfly-wallpaper-1600.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/Sa5SYG_f2bI/AAAAAAAAAQg/9pa32WQFagY/s320/butterfly-wallpaper-1600.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309271584863672754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;bukan phoenix, tapi kupu-kupu matahari.. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;just the sun&lt;/span&gt;..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;photo from: &lt;a href="http://i28.photobucket.com/albums/c218/RosediCaprio/butterfly-wallpaper-1600.jpg"&gt;here&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-539580534331115962?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/539580534331115962/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=539580534331115962' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/539580534331115962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/539580534331115962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2009/03/kupu-kupu-matahari.html' title='kupu-kupu matahari'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/Sa5SYG_f2bI/AAAAAAAAAQg/9pa32WQFagY/s72-c/butterfly-wallpaper-1600.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-6864175080723325802</id><published>2009-02-22T14:47:00.005+07:00</published><updated>2009-02-22T15:20:12.511+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='facebook'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='networking'/><title type='text'>Facebook dan Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.phil.ufl.edu/philsoc/images/facebook-icon.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 207px; height: 219px;" src="http://www.phil.ufl.edu/philsoc/images/facebook-icon.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pagi tadi, 22 Februari 2009, salah satu televisi nasional menayangkan salah satu berita tentang "positif negatif facebook". Pagi-pagi saat minum kopi, berita itu buat saya tersenyum. Karena baru kemarin saya dan teman-teman di facebook saling berkomentar tentang teknologi yang bisa mendekatkan silaturahmi. Banyak komentar yang diwawancari oleh televisi itu, begitu juga sebenarnya dengan pendapat kami diwaktu yang lain. Facebook yang sedang trend atau friendster yang muncul sebagai "kakak tingkatnya" memang mengusung format menarik: social networking. Gagasan yang merupakan wujud dari pemaknaan dan penerapan filosofi dasar manusia sebagai makhluk sosial. Manusia tidak akan mampu hidup secara soliter. Semakin manusia berinteraksi dalam situasi sosial, menjadi kuat manusia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa bulan ini saya memang takjub dengan facebook ini, teman-teman semenjak SMP yang sekarang menjadi penyair top, teman SMA yang menjadi gitaris grup band yang sedang melejit, ataupun teman kuliah dahulu yang sudah terpencar dan asyik dengan kegiatan hidupnya masing-masing, begitu juga teman-teman yang sudah dikenal di masa lalu namun lama tidak bertegur sapa. Memori masa lalu menjadi topik yang menjadi bahan canda. Sampai saat ini saya belum merasakan ruginya teknologi ini, karena yang menjadi prinsipnya bahwa teknologi adalah media yang membantu kita, dan teknologi tidak boleh menguasai kita. Jadi, baik buruknya facebook dan teman-teman terletak pada bagaimana kita memposisikan diri. Salam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-6864175080723325802?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/6864175080723325802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=6864175080723325802' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6864175080723325802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6864175080723325802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2009/02/facebook-dan-kita.html' title='Facebook dan Kita'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-3533024578800521137</id><published>2009-02-14T09:34:00.000+07:00</published><updated>2009-02-14T09:38:40.920+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komunikasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iklan'/><title type='text'>Sensasionalitas Iklan Politik</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu ada email yang masuk dari seorang penyeruit, intinya sahabat itu menyampaikan ada seorang Caleg yang hendak memasang iklan di web ini (seruit.com), dan komentar pun bersambutan. Ada yang setuju, yang tidak setuju, dan yang setuju dengan memberikan syarat. Wajar jika ada kekhawatiran tentang posisi dan keberpihakan organisasi (walau seruit belum bisa dibilang sebagai organisasi yg punya struktur). Hingga sampai kini belum juga didapat keputusan akhir. Pada saat yang sama media juga mengekspose tentang iklan politik di media, ada iklan politik yang “menjual agama” pada sebuah kabupaten, ada iklan politik yang menjual anaknya yang ternyata artis, dan yang terakhir adalah iklan politik dari sebuah partai yang disebutkan isinya bersifat provokatif dan seolah menempatkan diri sebagai “pahlawan di tengah kemelut”. &lt;span class="fullpost"&gt; Trend politik yang memotong rantai hubungan dengan masyarakat konstituen sebagai konsekuensi dari pemilihan langsung ini. Partai politik menjadi lebih merasa perlu untuk “memasarkan” dirinya kepada publik secara luas. Sah-sah saja jika political marketing yang dilakukan itu demikian ekspansif dan asyik dengan isu yang dibuat oleh masing-masing. Dalam beberapa teori komunikasi, iklan pada prinsipnya berusaha untuk mempengaruhi persepsi dan emosi yang akan menentukan tindakan pihak yang menjadi target iklan tadi. Jadi isi dari iklan tersebut secara langsung akan memberikan efek stimulatif bagi masyarakat. Iklan yang isinya buruk akan mempengaruhi persepsi yang tidak baik dalam masyarakat kepada dirinya, lingkungan dan pihak yang melemparkan iklan tersebut. Demikian juga sebaliknya, iklan yang baik secara stimulatif akan memberikan efek yang baik bagi ketiga kelompok tersebut. Permasalahan yang terjadi kemudian adalah, tren yang lebih terjadi justru munculnya iklan-iklan yang lebih mendahulukan framing effect yang sensasional. Iklan-iklan tersebut nampak seperti lebih berkeinginan untuk melekat dalam memory perseptif pihak yang menjadi target. Efek kejutan yang hendak dimunculkan memang akan melekat di dalam benak secara kuat, namun pola yang seperti ini juga berpotensi merugikan bagi suatu kelompok bahkan pembuat iklan tersebut. Apabila proses logis yang dilakukan oleh target dari iklan tersebut menjadi justru berada dalam posisi yang sebaliknya maka stimulasi yang negatif justru akan lebih berkembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat sayang jika iklan yang berbiaya mahal itu hanya menjadi kemubaziran karena tidak memberikan efek yang positif. Acara televisi sudah banyak yang tidak baik, justru ditambah dengan iklan-iklan politik yang tidak mendidik. Hal-hal yang menjadi rumit ini berpotensi untuk lebih menguatkan pengabaian (disobedience) masyarakat untuk melibatkan diri dalam proses-proses benegara. Negara kemudian benar-benar hanya dikendalikan oleh elit yang asyik berkonflik dan memprovokasi satu sama lainnya. Abaikan sajalah iklan-iklan yang buruk. Toh, iklan pada dasarnya lahir dari kompetisi atas pilihan, jadi pilihlah yang produknya benar-benar baik. Salam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-3533024578800521137?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/3533024578800521137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=3533024578800521137' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/3533024578800521137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/3533024578800521137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2009/02/sensasionalitas-iklan-politik.html' title='Sensasionalitas Iklan Politik'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-2078005635704398540</id><published>2009-01-27T12:42:00.004+07:00</published><updated>2009-01-27T12:54:49.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasionalisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imlek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tionghoa'/><title type='text'>Imlek dan Nasionalisme</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari imlek.. awalnya biasa saja. Perayaan para saudara kita yang berdarah tionghoa. Tapi setelah membaca &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=119860875523&amp;amp;ref=mf"&gt;tulisan ini&lt;/a&gt; tiba-tiba saya jadi teringat cerita sewaktu masih kecil dulu. Saya juga pernah sangat akrab dengan teman-teman bangsa tionghoa, sempat kagum pada beberapa hal yang positif dari mereka. Sewaktu sekolah dasar, saya bersekolah di sekolah yang mayoritasnya adalah bangsa Tionghoa, sekolah itu dianggap berkualitas, meski bukan sekolah negeri. Selama enam tahun banyak berinteraksi secara sosial dengan mereka yang memiliki kultur dan nilai-nilai yang unik. Saya masih ingat teman-teman Tionghoa saya waktu SD itu, seperti Acong, Eng Beng atau yang bernama Indonesia seperti Yosep, Tanto dan lainnya.&lt;span class="fullpost"&gt; Pada dasarnya mereka sama seperti rumpun bangsa yang lain di bumi ini. Memiliki semangat positif dan juga pada beberapa bagian memunculkan sisi yang lain. Sifat kerja keras dan pantang mundur dalam melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi mereka bisa saya lihat dalam keseharian mereka. Ada salah seorang teman saya yang merupakan anak pemilik perusahaan Marmer yang sedang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;booming&lt;/span&gt; pada waktu itu, tapi sangat sederhana dan mau berbagi dengan kami teman-temannya. Sekedar bermain dengan mainan-mainan yang canggih pada waktu itu atau di ajak makan di rumahnya, sangat ramah pokoknya. Tapi juga ada beberapa yang sempat memberi kesan sebaliknya, ya.. mungkin karena anak-anak yang masih suka main dan kalau berselisih sering berantem, hehee.. Beberapa tahun setelah itu, masih sempat bertemu dengan mereka, sekedar sapa atau bertanya. Yang paling teringat adalah semangat dahulu waktu kami menjadi petugas upacara.. wah..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-2078005635704398540?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/2078005635704398540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=2078005635704398540' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/2078005635704398540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/2078005635704398540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2009/01/imlek-dan-nasionalisme.html' title='Imlek dan Nasionalisme'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-2821958268677614936</id><published>2009-01-22T11:53:00.003+07:00</published><updated>2009-01-22T12:16:42.136+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemerintahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='administrasi negara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='demokrasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reformasi birokrasi'/><title type='text'>Demokratisasi dan Reformasi Birokrasi</title><content type='html'>Artikelku dimuat di &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009012123025532"&gt;SKH Lampung Post 22 Januari 2009&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Reformasi birokrasi di Indonesia adalah agenda besar yang belum selesai. Dikatakan demikian karena tujuan reformasi berupa penciptaan tatanan baru dengan tingkat daya kerja yang lebih efektif untuk melaksanakan fungsi pemerintahan belum mencapai kesimpulan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasinya ada dua. Pertama, belum sepakatnya pemerintahan tentang struktur organisasi yang tepat dalam konteks model pemerintahan desentralisasi di Indonesia. Pada level pemerintah pusat, belum selesainya peraturan tentang kementerian negara menunjukkan keengganan memiliki struktur organisasi pemerintah yang terkelola secara lebih terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementerian yang berubah dengan latar kepentingan penguasa menunjukkan politik masih menjadi pengaruh signifikan bagi birokrasi. Kebingungan juga terjadi pada level pemerintah daerah, berubahnya pedoman struktur organisasi pemerintah daerah tiga kali, yaitu peraturan tahun 2000, PP 8 Tahun 2003, dan PP 41 Tahun 2007.&lt;span class="fullpost"&gt;Hal itu menunjukkan desain struktur organisasi pemerintah daerah masih mengalami transformasi dan penyesuaian bentuk yang berdasar pada pemaknaan desentralisasi di tataran pejabat publik yang juga sering berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, belum tereksekusinya perubahan nilai dan kultural dalam penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia secara meluas. Indikatornya, masih tingginya tingkat korupsi dan penyalahgunaan wewenang pejabat publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangkapan para pejabat publik pada level pemerintah pusat dan daerah oleh KPK menunjukkan secara nilai dan kultural, birokrasi masih diterjemahkan sebagai instrumen kekuasaan yang memiliki kemanfaatan politik. Jabatan dianggap memiliki posisi tawar yang kuat dan memberikan keuntungan pribadi apabila dikelola menurut kepentingan pejabat itu sendiri. Pada aspek yang pragmatis, birokrasi masih menunjukkan watak yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sebenarnya menjadikan agenda reformasi birokrasi berjalan lambat dan ragu-ragu?. Menjawab pertanyaan tersebut, perlu merujuk latar belakang reformasi di negara ini. Kita bisa menyimpulkan reformasi di negara ini dihasilkan dari sebuah konflik. Sebagai hasil dari konflik yang ditandai bergantinya rezim, perubahan dalam perangkat kebijakan dasar dan arus kepentingan baru yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan dalam masa tersebut kemudian menghasilkan bentukan cara pemerintahan model transformatif yang diwarnai dengan dinamika dan fluktuasi sosial politik yang sangat tinggi. Banyaknya kepentingan baru yang muncul dalam masa transformasi memberikan implikasi terhadap daya dukung energi yang tidak memadai untuk mendukung semua aspek perubahan. Sebagai hasil dari perubahan yang tidak menyeluruh pada beberapa aspek bernegara adalah tidak selesainya seluruh perubahan pada tiap aspek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa disadari jika demokratisasi sebagai hasil reformasi adalah wujud ekspektasi yang besar terhadap kondisi baru. Namun, saya justru melihat adanya hubungan erat antara demokratisasi dengan implementasi reformasi birokrasi yang terjadi dalam reformasi 1998 hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah dijelaskan, reformasi birokrasi merupakan salah satu pekerjaan yang dilaksanakan penguasa dengan tidak menyeluruh. Reformasi birokrasi dilakukan sebagai sebuah pilihan di antara beberapa lingkup reformasi lain. Sebab itu, bisa dipahami jika perubahan yang terjadi cenderung lambat dan ragu-ragu. Demokratisasi yang terjadi tidak serta-merta memberikan pengaruh positif yang kuat bagi terlaksananya reformasi birokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara konseptual, hubungan antara demokratisasi dan reformasi birokrasi mengalami perdebatan yang hebat. Demokratisasi dan reformasi birokrasi di Indonesia memiliki hubungan yang bipolar. Pada satu kutub, hubungan keduanya bisa positif, sedangkan pada kutub yang lain hubungan keduanya bisa negatif. Hubungan di antara keduanya bisa positif apabila demokratisasi bisa mendukung terjadinya reformasi birokrasi, sementara itu hubungan keduanya bisa negatif apabila demokratisasi justru mengganggu reformasi birokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokratisasi bisa mendukung terjadinya reformasi birokrasi itu terjadi dalam tiga konteks, yaitu pertama, sebagai latar momentum. Reformasi birokrasi membutuhkan prasyarat adanya momentum perubahan. Tidak semua perubahan akan memberikan jalan bagi reformasi birokrasi, perubahan yang didasari atas demokratisasi sajalah yang memberikan peluang adanya reformasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, sebagai medium stumulasi. Dalam hal ini, demokratisasi memberikan jalan bagi prioritas reformasi bikrokrasi. Demokratisasi melihat reformasi birokrasi sebagai bangunan sistem yang memberikan banyak pengaruh bagi penerjemahan semangat demokrasi itu sendiri. Demokrasi yang hadir tidak berkembang secara egois dengan menonjolkan persoalan representativitas kepentingan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, sebagai sebuah nilai yang hendak diwujudkan. Perubahan yang dihasilkan dari demokratisasi dan terlaksana dalam ruang demokratisasi memiliki potensi memunculkan semangat baru yang dihasilkan dari reformasi birokrasi tersebut. Sebagai sebuah perubahan, reformasi biorkrasi memiliki keniscyaan untuk memilih model baru yang hendak digunakan dan dengan akomodasi serta dorongan demokratisasi yang tepat dan secara baik, model birokrasi yang berubah tadi juga akan memilih demokrasi sebagai rujukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutub yang kedua, yaitu hubungan negatif dimana demokratisasi justru mengganggu reformasi birokrasi terjadi dalam wujud yang berlawanan dengan kutub yang pertama. Dalam kutub kedua ini, demokratisasi dan reformasi birokrasi berjalan tidak seiring, sehingga masing-masing akan mencari bentukan perubahan yang tidak teratur dan terkelola secara substanstif. Demokrasi menjelma dalam bentuk prosedural dan ingar-bingar yang menyerap terlalu banyak energi, sedangkan reformasi birokrasi tidak memperoleh dukungan kuat untuk menjadi sebuah agenda besar yang terlaksana secara konsisten, menyeluruh, dan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demokratisasi telah memiliki tempat, tidak menjelma menjadi medium stimulasi yang memberikan ruang bagi hadirnya nilai-nilai baru bagi reformasi birokrasi itu sendiri. Dengan melihat pemetaan ini, bisa dikatakan kondisi di Indonesia adalah pada kutub yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa yang harus dilakukan? Benang merah dari hal ini pada ketidaktepatan memperlakukan demokratisasi dan reformasi birokrasi. Sebab itu, yang perlu dilihat adalah demokratisasi dan reformasi birokrasi memiliki potensi untuk saling memperkuat apabila dilaksanakan dengan manajemen yang baik pada masing-masingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokratisasi memerlukan manajemen demokrasi agar tidak terlalu ingar-bingar dan menghabiskan energi untuk hal yang kurang substantif, sementara itu reformasi birokrasi juga memerlukan manajemen perubahan yang baik sehingga cakupan, arah dan skema yang menuju kepada pencapaian nilai baru dapat terjaga secara konsisten. Selain itu, yang perlu diwujudkan adalah manajemen rangkaian (continuum management) yang menghubungkan secara tepat hubungan dia ntara keduanya. Manajemen ini berfungsi menyeimbangkan dan mengarahkan kedua aspek tersebut secara tepat. (Ditulis oleh: Simon S. Hutagalung- Dosen FISIP Universitas Lampung).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-2821958268677614936?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/2821958268677614936/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=2821958268677614936' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/2821958268677614936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/2821958268677614936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2009/01/demokratisasi-dan-reformasi-birokrasi.html' title='Demokratisasi dan Reformasi Birokrasi'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-6427398043578100490</id><published>2009-01-19T08:32:00.004+07:00</published><updated>2009-01-19T08:38:54.090+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SIM Sektor Publik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-society'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-citizen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-service'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-governance'/><title type='text'>MENILAI E-GOVERNMENT DI LAMPUNG</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebuah Hasil Penelitianku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam suatu kesempatan, Dr. Lyle D. Wray, seorang pakar manajemen pemerintahan dari Amerika Serikat datang ke Lampung dan melalui sebuah seminar menyampaikan tentang pentingnya e-government dalam konteks pemerintahan modern. E-government sebagai sebuah tren yang berkembang di banyak negara dikembangkan karena beberapa kelebihan prinsip yang dimilikinya. Dikatakan olehnya bahwa penggunaan teknologi informasi diyakini dapat mengurangi mengurangi korupsi, mempercepat pelayanan, dan dapat meningkatkan perkembangan ekonomi. Selain itu, disimpulkan juga bahwa e-government adalah potensi bagi partisipasi publik dalam pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk implementasi e-government pada Negara Republik Indonesia, pemerintah telah  mengeluarkan Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government yang dituangkan melalui INPRES No. 3 tahun 2003. Menurut Soendjojo (2007), berdasarkan sifat transaksi informasi dan layanan publik yang disediakan oleh pemerintah melalui jaringan informasi, pengembangan e-government di Indonesia mengacu strategi keenam yang terdapat pada INPRES No. 3 tahun 2003 yaitu melaksanakan pengembangan secara sistematik melalui tahapan-tahapan yang realistik dan terukur, maka dapat dilaksanakan melalui 4 (empat) tingkatan: pertama; persiapan, yaitu pembuatan situs web sebagai media informasi dan komunikasi pada setiap lembaga. Kedua; pematangan, yaitu pembuatan web portal informasi publik yang bersifat interaktif. Ketiga; pemantapan, yaitu pembuatan web portal yang bersifat transaksi elektronis layanan publik. Keempat; pemanfaatan, yaitu pembuatan aplikasi untuk layanan yang bersifat Government to Government (G2G), Government to Business (G2B), Government to Consumers (G2C). &lt;span class="fullpost"&gt;Dalam implementasinya, Instruksi Presiden No. 3 tahun 2003 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government tersebut, tidak hanya diwujudkan sebagai sebuah kepatuhan namun juga mampu menstimulasi inspirasi lokal dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media alternatif untuk mewujudkan kepentingan pemerintahan yang baik (good governance). Bahkan selama ini terbukti beberapa terobosan lahir dari Pemerintah Daerah, seperti e-procurement Kota Surabaya, pelayanan satu pintu Kabupaten Sragen, jaringan enterprise Kota Yogjakarta dengan UPIKnya, administrasi kependudukan Kota Balikpapan dan beberapa best practice lainnya di Indonesia. Implementasi integrasi database pun berjalan baik di beberapa daerah, seperti Kabupaten Kebumen yang mampu mengintegrasikan database kepegawaian, Kota Semarang dan Kota Magelang yang mengintegrasikan database kependudukan dan pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat yang muncul dari penerapan e-government pada pemerintah daerah tersebut menunjukkan bahwa otonomi daerah dapat menjadi ruang kreatif dan inovatif yang berarti bagi keberlangsungan pemerintah dan masyarakat lokal. Sebagai sebuah bentuk ruang otonom, maka penerapan e-government berujung dari insiatif dan komitmen lokal untuk menerjemahkannya dalam wujud nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Lampung?. Dari sebuah kajian yang penulis lakukan terhadap kabupaten dan Kota di Propinsi Lampung, menemukan bahwa sebanyak 75% Pemerintah Kabupaten yang mencoba mengembangkan aplikasi teknologi informasi dalam kategori e-citizen dan e-service. Sisanya mencoba melihat dan mengaplikasikan kategori e-society. Jika merujuk pada kategori e-citizen dan e-service yang antara lain memiliki karakteristik: Pertama, berbicara Kepada Warga, yang cirinya; ICT digunakan untuk menyediakan informasi tentang aktivitas-aktivitas sector publik kepada warga, adanya penyediaan aliran informasi dari pemerintah kepada warga yang akuntabilitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Kedua, mendengarkan warga, yang cirinya; ICT digunakan untuk meningkatkan masukan (input) dari warga dalam keputusan-keputusan dan tindakan dalam sektor publik, ditandai dengan tersedianya aliran informasi dari warga masyarakat kepada pemerintah. Ketiga; meningkatkan pelayanan publik, yang cirinya; ICT digunakan untuk meningkatkan peningkatan pengantaran pelayan kepada publik dalam dimensi kualitas, ketersediaan, dan biaya, adanya penyediaan  informasi tentang komponen pelayanan publik dalam bentuk digital. Meskipun ada inisiatif awal yang coba dikemas oleh Pemerintah Daerah tersebut, namun dapat juga disimpulkan bahwa penerapan e-government dalam masing-masing Pemerintah Kabupaten belum memilki orientasi yang baik dan diterjemahkan secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketahui juga kendala-kendala yang umumnya terjadi dalam penerapan e-government, antara lain dalam komponen infrastuktur sistem data, yaitu dalam persoalan ketersediaan data dan pengolahan data. Kedua infrastruktur institusional, yaitu dalam hal perhatian dan komitmen institusi Pemerintah Daerah untuk menangani e-government. Ketiga, infrastruktur Manusia, yaitu ketersediaan dan kualitas sumber daya manusia yang secara khusus menangani sistem informasi manajemen pada masing-masing Pemerintah Kabupaten. Keempat, kepemimpinan dan pemikiran strategis, yaitu dalam hal adanya dan konsistensi pimpinan pemerintah daerah dalam menciptakan dan memanfaatkan Teknologi Informasi untuk aktivitas Pemerintahan Daerah. Keempat kendala umum ini yang secara keseluruhan menjadi masalah pokok pada seluruh Pemerintah Daerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Melihat belum optimalnya penerapan domain e-government pada masing-masing Pemerintah Daerah tersebut, maka dapat disarankan untuk menyusun kembali orientasi pengembangan teknologi informasi yang dapat menunjang aktivitas pemerintahan pada masing-masing daerah. Pada prinsipnya, setiap daerah memiliki karakteristik dan kebutuhan tersendiri dalam mengembangkan variasi model penerapan e-governance. Sehingga sikap imitasi atau mencontoh penerapan daerah lain secara buta mestinya tidak perlu dilakukan, karena tindakan tersebut justru akan mengakibatkan tidak maksimalnya pemanfaatan teknologi informasi pada Pemerintah Daerah tersebut. Setelah diketahui dan dipahami orientasi yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan dari daerah tersebut, maka yang perlu dilakukan adalah mengoptimalkan penerapan domain yang dikelola tersebut dengan memperkuat dari masing-masing komponen yang dimilikinya. Pada dasarnya pelaksanaan e government dapat mengadopsi keseluruhan domain (e-administration, e-citizen dan e-service serta e-society), terselenggaranya ketiga domain ini sekalgus dapat dilakukan melalui integrasi pengelolaan sistem informasi manajemen. Karenanya, jika telah terselenggaranya salah satu domain maka terbuka kesempatan untuk mengadopsi keseluruhan domain tersebut pada masing-masing Pemerintah Daerah. Hanya saja, untuk mencapai pada tingkatan yang mengakomodasi penerapan keseluruhan domain tersebut memang membutuhkan kapasitas elemen yang semula sebagai kendala menjadi modal dasar untuk pencapaian potensi besar dari penerapan e-government.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Oleh: Simon S. Hutagalung-Dosen FISIP Unila-Pengajar SIM Sektor Publik)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-6427398043578100490?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/6427398043578100490/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=6427398043578100490' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6427398043578100490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6427398043578100490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2009/01/menilai-e-government-di-lampung.html' title='MENILAI E-GOVERNMENT DI LAMPUNG'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-6847200893026002489</id><published>2008-12-29T08:10:00.003+07:00</published><updated>2008-12-29T08:22:13.371+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lampung. perjuangan'/><title type='text'>Buku Perjuangan Di Lampung</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SVglRKP-4sI/AAAAAAAAAPw/kcNZhXFOFdM/s1600-h/Picture0073.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285015139458671298" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SVglRKP-4sI/AAAAAAAAAPw/kcNZhXFOFdM/s320/Picture0073.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak sengaja saat sedang liburan di rumah, saya menemukan buku ini di tumpukan buku lama, agaknya saya tertarik untuk coba membacanya lagi, apakah ada nama-nama yang terlupakan, atau ada nama-nama yang sudah dikenal oleh masyarakat Lampung? terus terang, sejarah tentang perjuangan lokal di Lampung memang masih harus terus ditelaah, diekplorasi dan diungkap, karena banyak hal hal menarik yang sebenarnya masih bisa menunjukan banyak makna tentang peranan tokoh-tokoh Lampung dalam Perjuangan (dalam hal ini perjuangan fisik). Menarik.... hmm.. Iqro..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-6847200893026002489?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/6847200893026002489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=6847200893026002489' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6847200893026002489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6847200893026002489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/12/buku-perjuangan-di-lampung.html' title='Buku Perjuangan Di Lampung'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SVglRKP-4sI/AAAAAAAAAPw/kcNZhXFOFdM/s72-c/Picture0073.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-1895928923893917988</id><published>2008-12-07T14:29:00.000+07:00</published><updated>2008-12-07T14:33:36.690+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kreatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='simbol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='judul'/><title type='text'>Judulnya dulu atau belakangan ?</title><content type='html'>Berawal dari pertanyaan sederhana. “Kalo menulis, judulnya itu duluan atau belakangan?”. Pertanyaan dari dia ini kelihatannya memang sederhana, pertanyaan yang jawabannya tinggal memilih saja. Tapi nanti dulu, yang bertanya ini bukan orang sembarangan. Orang cerdas biasanya punya sudut pandang yang beda dalam menilai jawaban dari orang lain. Lantas saya jawab: “judul itu simbol dari seluruh tulisan, sama seperti puisi”. Eh, lantas dia senyum-senyum saja. Pasti ada maksudnya ini. Wah, apa salah jawab ya?. Ternyata beberapa lama kemudian dia menjelaskan kalau ada tipe orang yang memulai menulis dari judulnya dulu dan ada juga yang menulis judulnya belakangan. Wah.. mulai belajar tentang menulis juga dia ini, pikir saya. Hmmmm… &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, memang betul. Karena itu menulis itu adalah seni. Setiap orang bisa menulis dengan caranya masing-masing, selama orang itu menikmati dan memberi hasil yang bagus. Karenanya, penghargaan terhadap menulis itu sifatnya subjektif. Yang buruk menurut satu orang, belum tentu buruk dimata orang lain. Tulisan itu adalah bahasa pikiran yang subjektif, karena dalam menulis melibatkan pikiran masing-masing orang. Jadi dari tulisan yang dibuat, kita juga dapat melihat kepribadian dan cara berpikir dari si penulis. Menulis juga adalah sebuah diskusi, yang melibatkan diri sendiri dengan “cermin” dari diri sendiri itu, hasil dari diskusi itulah yang menghasilkan ide-ide yang menarik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditanya apa enaknya menulis, menulis itu sama seperti enaknya pelukis yang melukis, atau seperti makan makanan kesukaan kita. Puas rasanya kalo selesai mencipta sebuah tulisan. Menulis kreatif itu pada prinsipnya terbagi dua, yang pertama adalah menuliskan sesuatu yang sama sekali baru, baik isi atau pengemasannya dalam bahasa tulisan. Kedua, menulis sesuatu yang sudah lazim dengan bahasa tulisan alternatif, bisa dengan sudut pandang, gaya menulis atau pilihan kata yang beda. Aku jadi ingat seorang teman dahulu, dia bilang kalau ingin mulai menjadi penulis, maka tulislah apa yang melintas di pikiranmu. Benar juga memang, tantangan utama bagi penulis awal memang adalah bagaimana harus memulai sebuah tulisan, setelah itu adalah bagaimana supaya ide tulisan itu terjaga tetap fokus dan konsisten (tidak melebar kemana-mana), baru sesudahnya adalah bagaimana supaya kalimat-kalimat dalam tulisan itu bisa punya “kekuatan”, dalam arti tidak mubazir atau meaningless. Tapi untuk menuju ke sana tipsnya cuma satu, mulailah menulis saat ingin menulis. Wah, jadi pingin nulis buku tentang menulis kreatif. Hmm.. akan daku dipikirkan.. thanks.. Okelah, untuk yang bertanya itu: selamat menulis ya...:)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-1895928923893917988?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/1895928923893917988/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=1895928923893917988' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/1895928923893917988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/1895928923893917988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/12/judulnya-dulu-atau-belakangan.html' title='Judulnya dulu atau belakangan ?'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-5576249121315197390</id><published>2008-11-26T17:59:00.000+07:00</published><updated>2008-11-26T18:18:03.987+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kalikuning'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jogja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Wisata Ke Kali Kuning</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SS0uAVEHFxI/AAAAAAAAAPo/U55YF3mfe9E/s1600-h/IMGP1104.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SS0uAVEHFxI/AAAAAAAAAPo/U55YF3mfe9E/s320/IMGP1104.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272921321909982994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ide wisata ini sebagai bentuk kejenuhan dari akivitas kuliah, bukan menyalahkan kuliahnya, tapi tumpukkan tugas-tugas yang diberikan para dosen nan sibuk itu cukup menyita energi pikiran dan tenaga. Kami khawatir kalo lulus nanti justru jadi orang gila ketimbang orang cerdas, hehehe.. peace ya... Tercetuslah ide untuk wisata bersama dengan seluruh anggota kelas, alhasil di hari Sabtu lalau kami wisata bersama. Perjalanan diarahkan ke arah Gunung Merapi, tapi bukan ke Merapi untuk bertemu Mbah Marijan yang selalu ngefans sama Rosa (lah.. selalu teriak Rosa,, Rosa.. toh..). Memang tempat yang kami kunjungi cukup nyaman, lembah yang dialiri sungai, pepohonan pinus juga menjadi latar yang indah (minimal latar foto-foto yah..).&lt;span class="fullpost"&gt; Sebelum menuju sungai, kami harus menuruni lereng perlahan-lahan.. wah saya jadi ingat waktu masih mahasiswa S-1 dulu, membelah hutan &amp;amp; dikerubungi pacet untuk menuju air terjun Kalirejo. Tapi ini tidak ada pacetnya, sudah cukup terawat. Meski sempat membandingkan dengan tempat saunya lagi yang berdekatan (Kaliurang) yang konon lebih indah, tapi ya sudah kami cukup puas dengan perjalanan yang bernuansakan kekeluargaan dan persahabatan ini. Sweet memory (halah..baru aja ketemu). Sepulang dari sana, kami sempatkan untuk makan siang bersama di tempat yang juga nyaman. Uenaknya.. setelah lapar terus makan bersama..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-5576249121315197390?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/5576249121315197390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=5576249121315197390' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/5576249121315197390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/5576249121315197390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/11/wisata-ke-kali-kuning.html' title='Wisata Ke Kali Kuning'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SS0uAVEHFxI/AAAAAAAAAPo/U55YF3mfe9E/s72-c/IMGP1104.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-6503284169660570242</id><published>2008-11-26T17:40:00.000+07:00</published><updated>2008-11-26T17:59:37.486+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jogja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliah'/><title type='text'>Hidup dan Kuliah di Jogja</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SS0pPQWFnDI/AAAAAAAAAPg/h3uOqwxf1JE/s1600-h/DSC07745.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SS0pPQWFnDI/AAAAAAAAAPg/h3uOqwxf1JE/s320/DSC07745.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272916080783105074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tak terasa sudah tiga bulan di Jogja, rutinitas seperti biasa: Kampus-Kosan-Perpustakaan, kadang-kadang jalan-jalan ke tempat yang menarik di Jogja sini. Sudah tiga bulan, kuliah dengan 18 orang lainnya teraa menyenangkan. Kepribadian yang sudah dewasa dan stabil membuat suasana menjadi saling menghargai dan melengkapi satu dengan lainnya. Kelas ini juga cukup unik karena seolah mencerminkan Indonesia mini, Ada yang dari Aceh hingga Papua, bahkan ada yang berasal dari Kepulauan Natuna. Satu-satunya mahasiswa Internasional di Kelas ini berasal dari Laos, negara yang menggunakan bahasa Thailand, sehingga kami maklum jika harus mensupport dia dalam interaksi sehari-hari. &lt;span class="fullpost"&gt; Bukannya sombong, tapi kebetulan saya dan teman satunya lagi yang berasal dari Lampung termasuk yang menonjol di Kelas. Kalo geng Lampung sudah unjuk tangan.. wow.. dosennya pun bisa terngaga-nganga.. hehe XL banget (xtra lebay..). Satu panggilan yang diberi teman-teman pada saya adalah panggilan "Prof." Wah.. apa maksudnya sampe sekarang saya tidak begitu paham apa alasannya (pura-pura gak paham sih.. hehe..). Meski cukup enjoy dalam kuliah, tapi lumayan melelahkan juga. Namun, janji pada diri sendiri sudah dituliskan dalam hati nurani, langkah harus tetap berderap. Akan kutunggu dua tahun waktu kuliah itu (emangnya yakin bisa dua tahun??.. ). Hiduplah kuliah euy..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-6503284169660570242?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/6503284169660570242/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=6503284169660570242' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6503284169660570242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6503284169660570242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/11/hidup-dan-kuliah-di-jogja.html' title='Hidup dan Kuliah di Jogja'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SS0pPQWFnDI/AAAAAAAAAPg/h3uOqwxf1JE/s72-c/DSC07745.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-9026484737645656233</id><published>2008-11-13T17:30:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T17:33:43.542+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemekaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='otonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pringsewu'/><title type='text'>Meneropong Calon Kabupaten Pringsewu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Artikelku dimuat di &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008110223423717"&gt;&lt;em&gt;SKH Lampung Post, 3 November 2008&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pembentukan kabupaten Pringsewu akhirnya disetujui dalam rapat paripurna DPR pada 29 Oktober lalu. Selain Pringsewu disetujui juga pembentukan 12 daerah, dua di antaranya kabupaten Mesuji dan Tulangbawang Barat (Lampost, 30-10). Disetujuinya kabupaten tersebut sudah diperkirakan sebelumnya karena telah lolos tanpa catatan dalam proses penyeleksian, penelitian, dan pendalaman data layak dan tidaknya menjadi sebuah daerah otonom baru yang dilakukan Panitia Kerja (Panja) antara DPOD dan Komisi II DPR (Lampost, 25-10). Sebagai salah satu daerah baru, Pringsewu memiliki beberapa aspek yang menjadikannya mampu menunjang kehidupan masyarakat di wilayahnya. Di samping itu, kabupaten ini juga memiliki beberapa aspek yang mesti dicermati dan dikelola secara, jelas, dan terarah sehingga dapat benar-benar otonom dan berdaya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis sempat mengkaji hal tersebut. Berdasar pada kajian kondisi existing pada wilayah calon kabupaten, memang sudah terdapat latar belakang dukungan politis yang meluas pada tataran komunitas masyarakat terhadap pembentukan kabupaten Pringsewu. Dukungan tersebut berdasar pada pertimbangan terhadap kondisi potensi yang dimiliki wilayah Kabupaten ini. Meskipun masih terdapat kondisi yang juga harus diperhatikan dengan cermat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, berkaitan dengan kondisi infrastruktur. Pada beberapa kecamatan di wilayah kabupaten itu, didapati jalan yang belum beraspal atau yang kondisinya rusak, jalan yang sudah baik umumnya jalan utama, sedangkan yang menjangkau ke desa belum maksimal kondisinya. Sementara untuk listrik di wilayah ini, hampir sebagian besar kecamatan terjangkau listrik. Untuk jaringan telepon di wilayah calon kabupaten Pringsewu hanya terdapat di wilayah yang terbatas (kecamatan yang maju).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, berkaitan dengan kondisi ketenagakerjaan. Sebagai sektor unggulan di wilayah calon kabupaten Pringsewu, pertanian menyerap tenaga kerja tertinggi. Namun, masalah ketenagakerjaan pada daerah ini dalam penyerapan tenaga kerja usia produktif, khususnya yang terdidik pada sektor pertanian, tenaga kerja yang ada lebih memilih bekerja di luar wilayah mereka sendiri atau memilih untuk bekerja pada sektor selain pertanian, antara lain pada sektor perdagangan dan jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang kondisi alam pendukung pertanian yang kini kurang baik serta image kerja pertanian yang kurang baik mengakibatkan tenaga kerja usia produktif awal, bekerja pada sektor lain. Sehingga yang tersisa dari yang tidak pergi itu menjadi pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, berkaitan dengan kondisi geografis. Kondisi geografis di wilayah calon kabupaten Pringsewu yang berbukit dan mayoritas terdiri dari tanah pertanian dan perkebunan pada beberapa kecamatan yang belum maju dapat menjadi tantangan bagi aktivitas masyarakat setempat. Kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai pada daerah tersebut merupakan faktor penyebab masih adanya kendala geografis, pada daerah kecamatan lebih maju kondisi sebaliknya yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, berkaitan dengan kondisi objek wisata. Di wilayah calon kabupaten Pringsewu, umumnya kecamatan sudah memiliki potensi wisata tapi hampir keseluruhannya menyadari belum adanya pengelolaan potensi yang lebih baik sehingga dapat menjadi daya tarik produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, untuk kondisi fasilitas pendukung wisata di wilayah calon kabupaten Pringsewu, seperti fasilitas hotel, motel, dan akomodasi sejenisnya sudah cukup banyak pada kecamatan yang lebih maju, pada kecamatan yang belum maju, fasilitas ini masih langka. Namun, fasilitas yang lebih bersifat spesifik penunjang wisata, hampir keseluruhan kecamatan belum memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi geografis dan kondisi infrastruktur (jalan, listrik, dan telepon) merupakan faktor yang memiliki keterkaitan. Kondisi geografis yang unik apabila di fasilitasi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai, tidak akan menjadi masalah bagi masyarakat, demikian juga sebaliknya bila kondisi geografis tersebut kurang diatasi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai, akan memengaruhi dinamika masyarakat dalam sektor kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan kondisi ketenagakerjaan yang pada prinsipnya terbentuk oleh kondisi perekonomian pada suatu daerah. Meskipun kondisi perekonomian yang dimiliki calon daerah ini memiliki potensi unggulan, ternyata nampak belum cukup memadai untuk mewadahi potensi kuantitas dan kualitas tenaga kerja yang dimiliki masyarakat calon daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang bervariasinya sektor perekonomian menjadikan masyarakat yang memiliki minat dan kapasitas lebih baik memilih bekerja atau membuka usaha di luar daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi objek wisata dan fasilitas pendukungnya belum mendapat penanganan yang baik, kondisi itu menunjukkan belum termanfaatkannya peluang ekonomi yang bisa menghasilkan implikasi positif bagi masyarakat. Jika ada pengelolaan yang lebih baik, potensi ini akan memberi pengaruh berupa sektor alternatif ketenagakerjaan dan menunjang kondisi perekonomian pada calon daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi yang terjadi merupakan komponen sub indikator substantif yang menjadi prasyarat terbentuknya sebuah daerah otonom baru. Sebab itu, secara logis kondisi yang terjadi sebenarnya pada suatu calon daerah baru akan memengaruhi daya dukung untuk mengelola potensi dan memanfaatkan potensi yang dimilikinya secara mandiri guna kebutuhan pembangunan di daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat hal spesifik yang menjadi catatan bagi penulis merupakan kondisi yang memiliki hubungan elementer dengan dimensi-dimensi kepemerintahan (governance) dan masyarakat (society). Keempat kondisi tersebut nantinya dapat memengaruhi dinamika ekonomi, sosial dan politik yang terjadi pada wilayah calon kabupaten Pringsewu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kondisi tersebut dikelola secara tepat, kabupaten Pringsewu dapat menjadi sebuah daerah yang berkembang secara pesat, bahkan mungkin saja melebihi kabupaten induknya. Begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran dalam konteks terbentuknya daerah baru sebaiknya tidak diartikan sebagai kesuksesan akhir, terbentuknya daerah itu adalah awal dari proses manajemen potensi lokal yang berujung kepada nilai kompetitif dan komparatif daerah tersebut dengan daerah lain. Pekerjaan yang lebih sulit ketimbang pembentukan daerah itu sendiri. Apa yang kemudian harus digarisbawahi? Bahwa persoalan daerah baru bukan saja merupakan persoalan teritorial existing, bukan sekadar persoalan kondisi wilayah yang baik atau tidak baik, melainkan juga persoalan manajemen wilayah. Seperti apa interpretasi, sikap, dan tindakan yang dilakukan pelaku kebijakan terhadap kondisi wilayahnya, itulah yang nantinya menentukan tingkat perkembangan sebuah daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan kembangkan kerja sama dengan jejaring potensial yang concern terhadap daerah ini juga merupakan titik mula yang penting. Semua itu yang nantinya memberi jawaban besar dari urgensi terbentuknya daerah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-9026484737645656233?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/9026484737645656233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=9026484737645656233' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/9026484737645656233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/9026484737645656233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/11/meneropong-calon-kabupaten-pringsewu.html' title='Meneropong Calon Kabupaten Pringsewu'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-7549349556142169378</id><published>2008-10-21T16:06:00.001+07:00</published><updated>2008-10-21T16:31:07.017+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yudikatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sertifikasi guru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masalah'/><title type='text'>MASALAH KEBIJAKAN DAN KEBIJAKAN BERMASALAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artikelku dimuat &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008102023471347"&gt;SKH Lampung Post, tanggal 21 Oktober 2008&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu saat, muncul dua persoalan ditengah kehidupan sebuah negara. Persoalan yang pertama adalah keinginan untuk memperpanjang masa jabatan seorang pejabat yudikatif. Berbagai argumen kemudian berkembang melalui media massa, antara yang pro dan kontra terhadap keinginan tersebut. Hingga akhirnya dalam beberapa rentang waktu yang tidak lama, opini tersebut sampai pada para pembuat keputusan, ditafsirkan sebagai sebuah masalah dan menjadi agenda pembahasan yang urgen. Sebagai sebuah masalah, opini yang awalnya hanya menjadi issu berubah menjadi masalah bersama dan menjadi input dari proses pembahasan hingga kemudian menghasilkan output keputusan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang lain, muncul keluhan dari para guru mengenai sulitnya menikmati janji kesejahteraan, meskipun telah menunggu sekian lama dan baru beberapa tahun ini diberi peluang melalui sertifikasi profesi. Guru yang sudah lulus sertifikasi kemudian harus menunggu lama untuk bisa mendapatkan hak yang menjadi implikasi dari uji sertifikasi tersebut. Sudah harus menunggu bertahun-tahun dan ketika kesempatan terbuka, masih saja diperlambat. Masalah birokratisasi yang tidak efisien dan berlarut-larut dalam program kesejahteraan guru tersebut tidak serta merta sampai pada para pembuat keputusan, tidak dianggap sebagai masalah urgen apalagi menjadi agenda pembahasan yang diharapkan akan menghasilkan keputusan bersama &lt;span class="fullpost"&gt;yang dapat menjadi solusi berjangka panjang bagi persoalan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa kita identifikasi dari fakta proses penyelenggaraan negara dalam kedua kasus tersebut?. Ada beberapa hal yang bisa muncul menjadi ulasan menarik, namun penulis hendak melihatnya sebagai sebuah permasalahan proses kebijakan. Dikatakan demikian karena ada persoalan yang timpang di dalam kedua kasus tersebut. Jika kita cermati, kasus pertama merupakan sebuah persoalan bersifat elitis, karena menyangkut kepentingan terhadap posisi jabatan tertentu. Persoalan power sharing dan akomodasi kepentingan ternyata menjadi dasar penguat dari urgensitas isu tersebut untuk berubah menjadi masalah dan ditindaklanjuti sebagai sebuah agenda kebijakan. Sementara itu, kasus kedua merupakan sebuah persoalan yang sangat mendasar. Siapa pun tahu jika pendidikan yang berkualitas membutuhkan daya dukung kapasitas yang memadai, termasuk adalah kesejahteraan pendidik secara nyata. Lalu mengapa kasus pertama lebih cepat menjadi agenda pembahasan dari pengambil keputusan dan menghasilkan sebuah keputusan bersama, ketimbang kasus kedua yang tetap berlarut larut tanpa ada suatu solusi efektif yang berjangka panjang. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa kuatnya pengaruh konteks politik terhadap sebuah isu kebijakan akan menentukan berlanjutnya isu tersebut menjadi masalah kebijakan yang kemudian masuk ke dalam ruang formatif proses kebijakan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua kasus tersebut hanya contoh dari beberapa persoalan kebijakan pada Pemerintahan di Indonesia. Dikatakan sebagai persoalan kebijakan karena persoalan tersebut merupakan bagian dari dinamika formatif proses kebijakan dalam penyelenggaran pemerintahan. Kebijakan sebagai instrumen pengelolaan pemerintahan merupakan mata rantai utama dalam operasionalisasi fungsi kepemerintahan (governance). Sebagai mata rantai  utama, maka jika kebijakan itu keliru atau tidak tepat dalam menangani persoalan di dalam negara, konsekuensinya adalah kegagalan pemerintah dalam fungsi implementatifnya. Permasalahan kebijakan yang terjadi umumnya baru dirasakan saat sebuah kebijakan tersebut dilaksanakan, para pembuat kebijakan (policy maker) atau pelaksana (implementor) baru menjerit dan sadar akan kesalahannya ketika terjadi kondisi implementasi yang buruk (bad implementation). Dalam kondisi yang teramat sulit, kebijakan tersebut justru akan menghasilkan penolakan atau pengabaian oleh elemen-elemen yang secara legal terlibat di dalamnya. Dalam konteks ini, pemerintah telah bertindak sangat tidak efektif karena telah mengeluarkan demikian banyak energi untuk suatu kebijakan yang tidak mampu diimplementasikan, apalagi mampu mengatasi masalah kebijakan secara tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada persoalan proses kebijakan yang paling pokok terjadi, yaitu sesuatu yang disebut sebagai kesalahan tipe ketiga; memecahkan masalah yang salah. Kesalahan ini apabila diibaratkan maka akan sama seperti seorang dokter yang salah melakukan diagnosa dari keluhan seorang pasien. Seorang dokter yang terlalu cepat menyimpulkan penyakit pasien, kemudian memberikan obat yang tidak tepat, karena pasien tersebut ternyata menderita penyakit lain, maka akibatnya fatal bagi si pasien. Kesalahan ini terjadi karena penyederhanaan yang berlebihan terhadap proses yang kompleks. Rasionalitas yang dikembangkan terhadap sebuah isu kebijakan dilakukan dengan pilihan yang tidak disadari, tidak kritis serta justru sering mengacaukan secara serius konseptualisasi masalah substantif dan solusinya yang potensial (Hoss, Tribe: 1972). Hadirnya isu kebijakan dari opini dalam masyarakat bersifat kompleks karena menyangkut berbagai faktor yang menjadi latar belakang. Kemampuan untuk mengidentifikasi dan melihat gambaran besar dari faktor tersebut menjadi awal yang menentukan proses selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dalam kedua kasus yang menjadi contoh. Dalam kasus tersebut dapat muncul banyak pertanyaan, diantaranya; seberapa luas lingkup dan cakupan yang menjadi latar  dari munculnya isu tersebut?, Apakah penting meningkatkan isu tersebut menjadi sebuah masalah yang mendesak untuk diselesaikan?, Apakah isu tersebut adalah memiliki implikasi yang sangat kuat dalam mengatasi persoalan yang melatarbelakanginya secara siginifikan?. Melalui pertanyaan itu dapat ditentukan pentingnya isu menjadi masalah dan menjalani proses kebijakan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian kemampuan analisis kebijakan publik memiliki peran yang sangat menentukan. Kemampuan rasionalitas erotetik dalam mengelola issu, meta masalah dan masalah formal dalam proses kebijakan merupakan penentu utama dalam efektifnya desain sebuah rumusan masalah yang menjadi input dalam proses kebijakan. Melihat banyaknya kebijakan yang bermasalah, maka sudah sepantasnya jika sebagai pelaku kebijakan, pemerintah pusat, daerah dan stakeholder yang lainnya memiliki perhatian yang lebih baik dalam konteks ini. Kemampuan untuk memahami masalah sebagai bagian besar dari mengatasi keseluruhan persoalan merupakan modal untuk menciptakan kebijakan publik yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu berhenti untuk belajar tentang hal ini, karena negara sehebat Amerika Serikat pun bisa mengalami kegagalan menganalisis isu dan masalah, sehingga pengabaian terhadap identifikasi terjadinya subprime mortgage yang beberapa tahun lalu dilakukan akhirnya mengakibatkan krisis finansial yang mengguncang. Saya rasa kita bisa memahami tentang pentingnya studi kebijakan publik, khususnya dalam kemampuan untuk memahami masalah kebijakan, sebelum semakin banyak kebijakan yang bermasalah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-7549349556142169378?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/7549349556142169378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=7549349556142169378' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7549349556142169378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7549349556142169378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/10/masalah-kebijakan-dan-kebijakan.html' title='MASALAH KEBIJAKAN DAN KEBIJAKAN BERMASALAH'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-972547597174077151</id><published>2008-10-10T08:39:00.001+07:00</published><updated>2008-10-10T08:52:15.894+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konvensi PBB'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trafficking'/><title type='text'>Menilai Kebijakan Trafficking di Lampung</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dimuat di &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008100523074945"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;SKH Lampung Post, 6 Oktober 2008&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008100523074945"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya penanggulangan trafficking Pemerintah Republik Indonesia sebenarnya telah konsekuen atas upaya penanggulangan masalah tersebut dengan menindaklanjuti ratifikasi atas Konvensi PBB melawan kejahatan transnasional dan Protokol Palermo, hingga terbitnya UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Keseriusan itu diikuti pada tingkat daerah, terdapat tiga Propinsi yang telah mengeluarkan Perda khusus tentang trafficking, yaitu; Sulawesi Utara, Sumatera Utara dan Lampung. Pemerintah Propinsi Lampung sendiri sangat serius dalam issu trafficking ini, ditandai dengan keluarnya Peraturan Daerah Propinsi Lampung Nomor 4 Tahun 2006 Tentang Pencegahan Trafficking dan Peraturan Gubernur Lampung Nomor 13 Tahun 2005 Tentang Rencana Aksi Daerah Penghapusan Perdagangan (Trafficking) Perempuan dan Anak Tahun 2005-2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perda Nomor 4 tahun 2006 menjabarkan perangkat daerah yang berperan langsung dalam implementasi kebijakan pencegahan trafficking ini. Perangkat daerah tersebut terdiri atas bidang pemberdayaan perempuan, ketenagakerjaan, kesejahteraan sosial dan kepariwisataan. Selanjutnya pada Peraturan Gubernur Lampung No. 13 tahun 2005 tentang Rencana Aksi Daerah P3A Tahun 2005-2009 dijelaskan bahwa untuk membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan Gugus Tugas RAD-P3A, dibentuk sebuah sekretariat yang berkedudukan di Biro Bina Pemberdayaan Perempuan Sekretariat Daerah Propinsi Lampung. Karenanya, leading actor dalam pencegahan trafficking di Propinsi Lampung adalah Biro Bina Pemberdayaan Perempuan. Hal ini juga didukung melalui jabaran tugas dan fungsi Biro Bina Pemberdayaan Perempuan, tercantum dalam Keputusan Gubernur Propinsi Lampung No. 2 tahun 2000, yaitu sebagai pelaksana kebijakan Pemerintah Daerah Propinsi Lampung di bidang pemberdayaan perempuan dalam rangka perlindungan dan penghormatan terhadap HAM perempuan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kajian yang penulis lakukan, dapat diidentifikasi bahwa secara formal implementasi Perda No. 4 tahun 2006 tentang Pencegahan trafficking telah diimplementasikan dengan cukup baik. Hal itu terlihat dalam beberapa hal, yaitu: pertama, terbentuknya jaringan kerja antara Biro BPP dengan mitra kerjanya (stakeholder) dalam upaya pencegahan trafficking yaitu; Dinas Tenaga Kerja dalam pengaturan PJTKI, Dinas Sosial, Dinas Pariwisata, LSM dalam upaya pendampingan korban, serta Kepolisian dan Rumah Sakit yang lebih berperan dalam penanganan kasus trafficking. Kedua, adanya koordinasi, sinkronisasi, dan integrasi dalam jaringan kerja yang telah dibentuk melalui pertemuan Gugus Tugas secara berkala minimal 3 bulan dalam 1 tahun periode kerja untuk melakukan pembagian tugas antara satuan kerja terkait dari Gugus Tugas tersebut. Ketiga, sistem informasi yang dibuat juga telah mampu memberikan jumlah data terjadinya kasus trafficking di Propinsi Lampung beserta daerah penyebaran kasus trafficking di Propinsi Lampung sebagai pemetaan daerah rawan trafficking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dikemukakan bahwa dalam implementasi sebuah kebijakan, selalu terdapat faktor yang menjadi pendukung (supplementary factors) dan faktor yang menjadi penghambat (resistor factors). Konstelasi dan derajat dari kedua faktor tersebut terhadap implementasi sebuah kebijakan akan menentukan derajat dan rentang efektivitas sebuah kebijakan. Semakin dominan faktor pendukung mempengaruhi pelaksanaan maka semakin tinggi kecenderungan efektifnya implementasi sebuah kebijakan. Jika yang dominan adalah sebaliknya maka akan semakin rendah juga efektivitas sebuah kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kebijakan ini, penulis mengidentifikasi ada beberapa faktor pendukung dan faktor penghambat dalam implementasi Perda tersebut, antara lain : faktor pendukung yang pertama yaitu telah tersedianya sumber-sumber daya yang memadai berupa personil, fasilitas, dana, dan tenggat waktu yang cukup untuk pelaksanaan implementasi Perda No. 4 tahun 2006. Kedua, adanya hubungan kausalitas yang langsung antara upaya-upaya pencegahan dengan penyebab trafficking di Propinsi Lampung. Ketiga, telah diperincinya tugas pokok dan fungsi dari Biro BPP dan mitra kerjanya dengan hubungan ketergantungan yang hanya berupa koordinasi saja dalam membentuk sistem informasi antara Biro BPP sebagai implementor utama dan mitra kerjanya. Keempat, pelaksanaan wewenang Biro BPP dalam menjalankan program-program atas implementasi pencegahan trafficking diakhiri dengan pengawasan baik itu dari DPRD dan Kementrian Pemberdayaan Perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, faktor penghambat dalam implementasi Perda No. 4 tahun 2006 ini adalah kurang tepatnya sasaran sosialisasi Perda, dimana sosialisasi Perda hanya diberikan kepada aparatur pemerintahan dari Propinsi ke daerah Kabupaten atau Kota saja, sehingga kesadaran masyarakat sebagai objek dari kebijakan pencegahan trafficking ini masih dirasa kurang. Walaupun pemerintah melalui Biro BPP sebagai implementor utama dan instansi terkait sebagai mitra kerjanya telah melakukan tugas dengan baik dalam implementasi Perda No. 4 tahun 2006 ini, akan tetapi masyarakat kurang memahami pengertian atas bentuk-bentuk kejahatan trafficking ini. Hal tersebut menjadi salah satu faktor utama masih rentannya perkembangan kejahatan trafficking di Propinsi Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat konstelasi dari kedua faktor tersebut maka dapat tergambarkan bahwa kebijakan trafficking itu memang lebih memperkuat aspek kelembagaan dalam penanganan trafficking di Provinsi Lampung, namun belum mampu menjadi sebuah kebijakan yang terserap kedalam jejaring riil target sasaran dalam implementasi kebijakan dengan tipe yang seperti ini. Dengan demikian, bisa dipahami jika kebijakan yang masih bersifat koordinatif organisasional ini memang belum mampu memberi efek yang besar terhadap pencegahan trafficking di dalam masyarakat Lampung. Bisa dimengerti pula bahwa yang kemudian diperlukan sebenarnya adalah adanya sebuah substansi yang secara langsung mempertegas wilayah grassroot dari kebijakan trafficking itu sendiri. Bukan sekedar kebijakan formatif organisasional saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, terhadap implementasi kebijakan tentang Pencegahan trafficking tersebut, ada beberapa rekomendasi yaitu: pertama, gugus Tugas RAD P3A 2005 - 2009 yang tercantum dalam Pergub No.13 tahun 2005 perlu segera diperbarui menjadi Gugus Tugas 2009 - 2013 sebagai turunan petunjuk pelaksanaan dari Perda No. 4 tahun 2006 tentang Pencegahan trafficking khususnya di Propinsi Lampung. Kedua, adanya penyuluhan tentang trafficking tidak hanya kepada aparatur pemerintahan saja, tetapi juga kepada masyarakat, diantaranya melalui komunikasi dan pendidikan nonformal terutama di pedesaaan. Ketiga, dimungkinkan adanya pembentukkan UPT dari Pemerintah Propinsi Lampung yang dibina oleh Biro BPP terutama di daerah kabupaten dan desa untuk mempermudah pelaporan masyarakat yang terkena kejahatan trafficking dan sebagai sistem informasi untuk daerah rawan trafficking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;* ditulis oleh: Intan Fitri Meutia dan Simon S. Hutagalung (Public Policy Analist, Mengajar di FISIP Unila)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-972547597174077151?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/972547597174077151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=972547597174077151' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/972547597174077151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/972547597174077151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/10/menilai-kebijakan-trafficking-di.html' title='Menilai Kebijakan Trafficking di Lampung'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-4782464882995841352</id><published>2008-10-08T08:32:00.000+07:00</published><updated>2008-10-10T08:49:46.002+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laskar Pelangi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film Laskar Pelangi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humanisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belitong'/><title type='text'>Laskar Pelangi dan Moralitas Pendidikan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;em&gt;Dimuat di SKH Radar Lampung, 5 Oktober 2008&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laskar Pelangi, sebuah penggambaran realita pendidikan Indonesia yang dituangkan ke dalam sebuah novel inspiratif karya Andrea Hirata yang dicetak ulang sebanyak 17 kali dan terjual 200 ribu copy, menjadi best seller di Indonesia, Malaysia, Singapura, bahkan laris di Eropa. Kekuatan cerita ini ada pada penggambaran realita dan inspirasi yang terjabarkan secara cerdas. Kondisi pendidikan yang digambarkan dengan setting Belitong, seperti di dalam novel tersebut adalah realita yang masih sering ditemui pada daerah di wilayah Indonesia hingga saat ini. Kemerdekaan yang berusia 62 tahun ternyata masih menyisakan belenggu ketidakmampuan untuk menikmati pendidikan secara layak bagi sebagian anak-anak di daerah tersebut. Ketiadaan atau ketidaklayakan menjadi bentuk apatisme dan ketiadaan motivasi untuk meningkatkan kemampuan diri menjadi lebih baik agar mampu menjadi peubah dalam lingkungan sosialnya. Sehingga, masyarakat yang demikian akhirnya terjebak dalam ketidakmampuan dan terperangkap dalam stagnansi kondisi sosial. Ide yang hendak disimpulkan dalam cerita tersebut, bahwa untuk keluar dari kondisi ketidakmampuan solusinya hanya satu, yaitu kekuatan moral. Kekuatan moral yang dihasilkan dari pendobrakan atas kepasrahan kondisi menjadi kunci bagi setiap individu untuk beranjak dari ketidakmampuan. Moralitas yang kuat dan konsisten dalam pendidikan adalah investasi utama yang sangat berharga bagi semua individu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung tombak yang paling penting dalam praktik pendidikan ada pada pelaku pendidikan tersebut, yaitu pendidik dan siswa didik. Karenanya kedua elemen inilah yang memainkan peran kunci dalam pencapaian nilai-nilai pendidikan melalui interaksi pendidikan. Dua orang guru dalam cerita tersebut adalah sedikit sosok diantara 2,7 juta guru di Indonesia yang memiliki variasi latar pengabdian. Sementara 10 orang anak SD tersebut juga merupakan contoh langka diantara 13 juta anak yang terpaksa atau dipaksa tidak sekolah di Indonesia. Sosok yang mengagumkan bila dibandingkan dengan jumlah 10 anak sekolah yang dropout tiap 5 menit. Guru dan siswa dengan kesadaran moral tersebut menjadi kekuatan yang besar di tengah ketidaklayakan kondisi fisik dan materi yang ternyata bukan merupakan faktor teramat penting dalam praktik pendidikan. Inilah yang sebenarnya merupakan paradoks dalam situasi saat ini, yang lebih menuntut kelayakan fisikal dan materiil namun terkadang enggan untuk memberi ruang bagi lebih kuatnya aspek idelogi dan kultur pendidikan yang berkembang secara sadar dan sukarela. Padahal, ketika pendidikan tumbuh dengan kuatnya aspek tersebut maka luar biasa efek yang muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan moral dalam pendidikan kini adalah sesuatu yang terfragmentasi demikian ironis. Fragmentasi terhadap aspek ini dalam pendidikan terjadi karena tekanan struktur formal dan kebijakan yang memaknai pendidikan sebagai sesuatu yang mekanistis. Pendidikan dilihat sebagai sebuah tahap-tahap penciptaan manusia dengan skill teknis yang diniscayakan akan siap melaksanakan fungsi-fungsi pasar. Beberapa kebijakan teraktual seperti standarisasi UAN, sertifikasi pendidik dan beberapa kebijakan adopsi sistem pasar pendidikan pada beberapa bagian menghasilkan individu yang tergerak berdasarkan kesadaran mekanistis. Kesadaran ini merupakan bentuk kesadaran yang muncul dikarenakan dorongan motivasi penyelamatan diri (self defense) karena kuatir mengalami kegagalan atau ketertinggalan jika tidak mempersepsikan diri sesuai dengan cara pandang tersebut. Sehingga akhirnya yang terjadi adalah tumbuhnya semangat individu yang berorientasi kuantitatif dan tidak kuat secara kualitas. Murid kemudian menjadi terkuras secara mental dan fisik untuk mengejar angka kelulusan dalam beberapa bidang studi standar ujian atau guru yang melakukan trik dalam melengkapi berkas sertifikasi guna skor minimal kelulusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Karena itu pendidikan memiliki dimensi yang luas. Jika memaknai “usaha sadar dan terencana” sebagai ruang lingkup kualitas dari individu maka penyadaran diri merupakan fondasi dari dimensi-dimensi tersebut. Penyadaran moralitas diri untuk mengerti dan memahami tujuan pendidikan ini yang tidak terjabarkan secara baik dalam praktik pendidikan. Pendidikan sebagai sebuah usaha sadar nampak lebih dimaknai sebagai sebuah “usaha penyadaran” yang mengandung makna tekanan untuk mengikuti cara pandang pembuat kebijakan pendidikan. Sementara itu, makna “terencana” tersebut nampak lebih dimengerti sebagai bentuk keikutsertaan secara struktural dalam rencana-rencana dari elit pendidikan. Maka itu, implikasi yang bisa teramati sebagai hasil bentukan dari paradigma yang demikian adalah dangkalnya pengembangan potensi diri dalam berbagai bentuk variasi kecerdasan. Institusi pendidikan kemudian menghasilkan produk pendidikan yang sekedar menjadi bagian dari perputaran pengetahuan dan pengisi pasar. Pendidikan kemudian menjadi sesuatu yang kering dengan nilai-nilai diri, melelahkan dan menjadi sesuatu yang tidak humanis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan merupakan penciptaan hubungan yang humanis, dimana interaksi yang dilakukan sebagai sebuah proses transformasi dilakukan melalui proses yang memfokuskan dirinya kedalam penemuan-penemuan jalan keluar dalam masalah-masalah atau isu-isu yang berhubungan dengan manusia. Manusia adalah pusat dari pendidikan. Mengajarkan anak didik artinya mengajarkan untuk menjadi manusia yang berakal dan berbudi. Pendidikan yang humanis, adalah sebuah pendidikan yang menghargai perbedaan individual. Hal ini tentunya didasarkan pada kenyataan adanya keunikan antar manusia itu sendiri. Menurut para pakar, hal-hal yang terdapat dalam pendidikan yang humanis adalah: (1). Menerima setiap individu apa adanya, lengkap dengan kekurangan dan kelebihannya, (2). Memberi pengalaman sukses sehingga tumbuh kepercayaan diri, (3). Tidak memaksakan kehendak, karena tanpa dipaksa setiap individu akan bergerak untuk memenuhi kebutuhannya, (4). Ukuran keberhasilan tiap anak berbeda-beda, yang diperlukan adalah membantu masing-masing individu sesuai kemampuannya, (5). Mengembangkan toleransi, dorongan semangat, penghargaan serta rasa persahabatan, (6). Memberi kebebasan yang disertai rasa hormat dan tanggung jawab. Dari point-point tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendidikan humanis tersebut menempatkan kekuatan moralitas yang dimiliki oleh masing-masing individu yang dimiliki dalam derajat berbeda sebagai fondasi dasarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, paparan tersebut bisa kita bandingkan sendiri dengan keadaan diseputar kita, di sekolah anak-anak atau kampus. Pendidikan ketika menghasilkan individu berakal yang pandai “mengakali”, berbudi dengan bentuk “pura-pura berwajah baik” atau ketika dimaknai dan diterapkan sebagai bentuk kompetisi bebas dimana masing-masing individu tanpa toleransi berkejaran menyelamatkan diri masing-masing dalam pencapaian keseragaman, maka pendidikan hanya menjadi substansi yang dangkal nilai. Pendidikan tidak mampu menjadikan manusia menjadi manusiawi. Kadang saya bertanya, apa kisah laskar pelangi itu benar-benar nyata di negara ini?. Semoga saja. Sehingga kita pun bisa kembali berharap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;em&gt;*ditulis oleh: Simon Sumanjaya H (Dosen Tetap FISIP Universitas Lampung)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-4782464882995841352?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/4782464882995841352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=4782464882995841352' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/4782464882995841352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/4782464882995841352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/08/laskar-pelangi-dan-moralitas-pendidikan.html' title='Laskar Pelangi dan Moralitas Pendidikan'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-2820592288396748651</id><published>2008-09-18T20:24:00.000+07:00</published><updated>2008-09-18T20:29:18.921+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dosen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Unila'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lowongan kerja'/><title type='text'>Rekrutmen Dosen</title><content type='html'>Universitas Lampung membuka lowongan sebagai Staf Pengajar (Dosen) dan Staf teknis. Untuk dosen berkualifikasi S-2 yang sesuai dengan program studi/jurusan masing-masing. untuk lebih jelasnya silakan lihat di website &lt;a href="http://www.unila.ac.id"&gt;Universitas Lampung&lt;/a&gt; atau download di &lt;a href="http://www.unila.ac.id/images/stories/berita/Oktober2008/pengumumancpns202008.pdf"&gt;sini.&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-2820592288396748651?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/2820592288396748651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=2820592288396748651' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/2820592288396748651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/2820592288396748651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/09/rekrutmen-dosen.html' title='Rekrutmen Dosen'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-7718172857106796120</id><published>2008-08-23T12:28:00.000+07:00</published><updated>2008-08-23T12:32:56.473+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blogger lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trust building'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ramadhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilgub'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='golput'/><title type='text'>Golput dan Trust Building</title><content type='html'>Ada kekhawatiran yang muncul diantara pengamat dan praktisi politik di Lampung menjelang pemilihan gubernur yang sebulan lagi dilaksanakan. Perdebatan tentang golput, penyebab dan akibatnya kemudian muncul di media. Wajar saja jika kemudian kekhawatiran itu terjadi, jika mengingat partisipasi politik juga berpengaruh terhadap kuantitas suara yang akan diperebutkan oleh Kandidat Gubernur Lampung. Terlebih lagi jika melihat ada tujuh pasang yang secara bersama bersaing menarik minat masyarakat pemilih untuk memilih mereka. Dengan jumlah kandidat yang banyak tersebut tingkat kompetisi untuk mencapai suara dominan seperti yang diatur dalam peraturan pilkada akan sangat ketat, bahkan banyak yang memprediksi akan terjadi putaran kedua dalam pilgub Lampung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat kepada fakta tentang golput itu, maka dapat disimpulkan bahwa tren suara golput saat ini justru sangat besar. Mari kita melihat beberapa data tentang golput ini pada beberapa pilkada tingkat provinsi yang terlaksana di beberapa daerah yang telah lalu. Pada pilkada Jawa Barat yang memberikan kejutan dengan kalahnya calon incumbent ternyata menghasilkan angka golput sebesar 32,6 %. Sementara itu pada pilkada Sumatera Utara yang juga mengejutkan ternyata angka golput dalam pilkada itu mencapai 41 %.&lt;span class="fullpost"&gt;Pilkada Jateng yang menghasilkan angka golput sebesar 45.25 %. Demikian juga dengan pilkada Jawa Timur putaran pertama yang menunjukkan fenomena tumbangnya partai dominan di Jatim, ternyata angka golput mencapai 40%. Sungguh mencengangkan jika dibandingkan dengan standar minimal suara untuk dinyatakan unggul dalam pilkada, yaitu 30% suara.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sangat wajar jika kemudian banyak prediksi terhadap daerah Lampung tentang partisipasi politik dan jumlah suara golput yang mungkin dapat muncul dalam pilgub di awal Ramadhan nanti. Sebenarnya, golput bukanlah sebuah permasalahan sosial atau dalam kata lain sebagai sebuah pembangkangan sosial terhadap hak sebagai warganegara. Golput adalah sebuah fakta demokrasi yang muncul sebagai pilihan rasional dalam masyarakat modern. Kalau rasionalitas dianggap sebagai pilihan dengan kualitas manfaat yang diharapkan (expected benefit) maka golput bermakna sebagai pilihan yang dianggap lebih memberikan manfaat. Maksudnya, golput dalam himpunan individu merupakan sebuah kutub yang berhadapan dengan pilihan untuk memilih. Ketika pilihan untuk memilih dipandang dan dirasa memberikan manfaat yang menarik maka himpunan individu tersebut akan bergerak untuk mengambil manfaat tadi. Sebaliknya, jika himpunan individu tadi melihat pilihan untuk memilih itu tidak akan memberi manfaat, maka sangat rasional jika golput kemudian terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golput sebagaimana yang muncul semakin membesar dalam pesta demokrasi pasca reformasi memang mengerucut kepada alasan antipati dan ketidakpercayaan (distrust) terhadap mekanisme kontestasi politik sebagai agenda perubahan yang berujung kepada nyatanya manfaat yang diharapkan (expected benefit) oleh masyarakat pemilih itu. Mekanisme kontestasi politik sebenarnya merupakan media interaksi pendidikan politik dalam kehidupan bernegara. Sebagai sebuah media interaksi, posisi horizontal seharusnya lebih berkembang. Artinya, muncul kesetaraan harapan antara kontestan politik dengan audiensnya. Proses interaksi dalam media tersebut kemudian memunculkan adanya transaksi horizontal yang mengikat secara politis. Namun, fakta yang kemudian terjadi adalah terjadinya pola yang tidak sehat dalam kontestasi politik tersebut. Saluran politik yang menjadi kendaraan bagi kontestan untuk berkompetisi ternyata tidak menjadi katalisator yang baik. Ditambah lagi, media interaksi yang ternyata diciptakan secara ilusif dengan menafikan posisi setara yang mestinya terjadi diantara kedua posisi politis itu. Kontestan justru cenderung untuk menghipnosis masyarakat pemilih dengan transaksi yang abstrak dan “seolah-olah”. Sementara pada sisi yang lain, masyarakat pemilih ditarik ke dalam fragmentasi jangka pendek yang menjadi tangan gurita bagi kontestan tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, antipati dan ketidakpercayaan terhadap politik juga terjadi akibat perputaran rejim pasca reformasi yang sibuk berkutat dengan kepentingan yang tidak jelas. Besarnya harapan yang muncul di awal reformasi juga menandakan besarnya beban perubahan yang mestinya diwujudkan oleh rejim berkuasa. Harapan berganti seiring dengan rejim yang juga berganti. Ketika rejim sebagai sebuah produk politik itu dianggap tidak mencapai manfaat yang diharapkan (expected benefit) maka minat masyarakat pemilih terhadap proses dan mekanisme politik yang menghasilkan rejim tersebut menjadi terdegradasi secara reduktif. Perlahan tapi pasti, kampanye bawah tanah terhadap rasionalitas golput menjadi salah satu pandangan yang berkembang dalam masyarakat saat ini. Jika demikian, apakah golput berarti sebuah patologi dalam politik?. Ya, golput adalah sebuah patologi dalam politik yang tidak bisa dibantah. Masyarakat pemilih tidak bisa disalahkan atas terjadinya patologis tersebut, karena masyarakat bertindak reaktif atas gejala abnormal yang memang muncul dan dirasakan terhadap saluran, proses dan mekanisme politik yang secara aktif terjadi dikehidupan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa obat untuk patologi tersebut?. Siapa saja yang bisa mengatasi patologi itu?. Jika kita melihat pangkal dari golput adalah reaksi atas tidak tercapainya manfaat yang diharapkan dari proses politik yang diikuti oleh mereka, atau sebagai akibat dari tidak dipercayanya transaksi dan produk yang dihasilkan dari transaksi tersebut, maka perlu adanya pembangunan kepercayaan (trust building) di dalam institusi dan mekanisme politik. Institusi politik sebaiknya kembali pada salah satu khitah dasar yang akhir ini semakin tidak nyata, yaitu sebagai lembaga pendidikan politik yang memberikan contoh pembelajaran dalam tindakan yang memang mewakili kebutuhan masyarakat pemilih. Sangat mungkin jika lembaga politik sebagai sebuah saluran karir politik memberikan keterbukaan ruang bagi transaksi yang tumbuh secara horizontal dari masyarakat pemilih. Kekeliruan terbesar dari mekanisme politik saat ini adalah melihat pencapaian tujuan politik sebagai sebuah investasi materi sehingga kemudian memunculkan usaha-usaha oligarkis yang secara faktual justru sangat berjarak dengan keinginan horizontal dari himpunan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan kepercayaan (trust building) dalam hal ini wujudnya adalah, jangan hasilkan saluran, mekanisme dan produk politik yang tidak berasal dari kebutuhan masyarakat. Membangun kepercayaan memang bukan hal yang mudah, toh lebih mudah untuk membentuk fragmentasi elit baru di tengah masyarakat pemilih ketimbang membangun kepercayaan horizontal di dalam himpunan masyarakat luas. Tapi saya percaya, sekali kita memiliki kepercayaan masyarakat maka untuk seterusnya kepercayaan itu akan menjadi modal yang kuat dalam kepemimpinan. Pertanyaannya sekarang, adakah yang mau memulai proses ini?. Semoga ada.  ( Penulis: Simon s. Hutagalung: Dosen FISIP Universitas Lampung).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-7718172857106796120?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/7718172857106796120/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=7718172857106796120' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7718172857106796120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7718172857106796120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/08/golput-dan-trust-building.html' title='Golput dan Trust Building'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-3245840525324746184</id><published>2008-08-11T16:02:00.000+07:00</published><updated>2008-08-11T16:05:54.867+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='traveling'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bandung'/><title type='text'>Goes to Bandung</title><content type='html'>Bandung. Entah sudah beberapa kali saya ke sana. Tapi entah kenapa sekarang ini terasa berbeda. Entah, apakah bandung yang sekarang masih bandung  yang sama seperti dulu. Bandung yang sempat membuatku speechless, atau bandung yang sempat membuatku kebingungan. Ah, kota itu entah mengapa jadi sangat menarik buatku. Tunggulah aku di nol kilometermu, hai bandung. hehe..&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-3245840525324746184?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/3245840525324746184/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=3245840525324746184' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/3245840525324746184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/3245840525324746184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/08/goes-to-bandung.html' title='Goes to Bandung'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-9025992542308132982</id><published>2008-08-07T23:40:00.001+07:00</published><updated>2008-08-07T23:52:22.580+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yogya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blogger lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliah'/><title type='text'>Pamit</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Banyak orang bilang kalau bekerja dalam pekerjaan saya seperti sekarang ini punya gengsi yang tinggi. Sering orang berkata dengan nada yang kagum: “ Wah, masih muda, PNS, dosen lagi..”. Kadang berlanjut pertanyannya: " Sudah nikah belum?, bapak mana sih yang nolak anaknya sama situ?". Ah masa sih segitunya..*mukaku merah, padahal kulitku item ya*. Paling-paling nyengir kuda aja jadinya.. Stop. Kembali ke topik, terus terang awal-awal diangkat dalam profesi ini saya anggap biasa saja, bahkan kalo mau jujur saya tidak pernah terlalu berharap untuk berprofesi seperti ini. Lewat suatu proses yang dramatis dan terasa sebagai anugerah sajalah hingga kemudian saya berprofesi ini. Yang sempat saya syukuri adalah, saya tidak terlalu merasakan masa penantian kerja yang panjang, lulus di akhir September dan kemudian ikut tes, seleksi dan lulus pada Desember 2004. Oh iya, yang saya ingat waktu itu kalau pengumumannya satu hari sebelum Tsunami Aceh yang melegenda dalam sejarah Indonesia. Terus terang, melewati proses itu semua sempat buat saya tidak percaya, semua dilakukan tanpa ada “hal-hal tidak baik dibelakang saya”, tidak ada “pelicin”, surat sakti, becking pejabat atau apapun itu. Yang baru saya sadari dari episode itu adalah rejeki memang kadang datang tidak terduga dan dari arah yang tidak disangka. Bener itu. Niat saat itu mungkin sama seperti anak manusia lain, membuat orang tua bangga. That’s it. Ah, romansa sekali. Berprofesi seperti ini sempat membuat saya sadar kalau guru dan dosen saya dulu penuh perjuangan keras untuk bisa tampil dengan baik bagi murid atau mahasiswanya.&lt;span class="fullpost"&gt; Maafin aku pak &amp;amp; bu guru..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajar memang tidak gampang. Seolah kita diharapkan menjadi manusia sempurna yang bisa dan tahu segala hal, tanpa ada cela atau lemah. Mengajar sebenarnya juga proses belajar, dari mengajar selama tiga tahun ini saya jadi sadar kalau setiap orang lahir dengan pribadi, watak, karakter, pikiran dan kebiasaan yang beda. Setiap anak sebenarnya tidak bodoh, hanya saja kadang perbedaan itu tidak dilihat secara jeli, namun justru dianggap aneh dan tidak biasa. Akhirnya, perlahan saya juga coba belajar sedikit tentang psikologi. Dunia yang menarik. Selama tiga tahun itu pula saya sadar kalau mengajar itu tidak bisa dengan pola yang sama, makanya saya termasuk yang acuh untuk membuat SAP, Silabus atau apapun itu yang berbentuk dokumen dan foto copynya. Bukannya malas, tapi saya hanya senang saja kalau setiap semester pembahasan di kelas dengan anak-anak itu berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga sadar kalau ternyata mengajar yang lebih puas dan nikmat itu saat ada dalam kelas kecil. Saya senang dengan kelas yang isinya hanya 10-15 orang, rasanya berbeda kalau bisa mengajar secara bersama-sama, maksudnya saya dan anak-anak berada dalam posisi yang berbicara terbuka dan langsung. Mengingat nama mereka satu persatu ternyata memotivasi mereka untuk maju. Improvisasi dengan media film di topik yang lain, atau dengan membahas artikel koran juga memberi kesenangan di kelas. Entah, saya justru merasa enjoy dengan pola yang berbeda seperti itu. Jujur saja, kadang saya tidak sempat membaca buku teks yang banyak itu. Maka kemudian yang lebih senang dilakukan adalah membiarkan anak-anak “menemukan ilmunya sendiri”. Kadang saya cuma membuka sedikit pintu cakrawala mereka dengan logika-logika definisi, logika-logika kasus dengan sejenisnya, tapi justru dengan itu anak-anak jadi nggak teks book mania, mereka punya gairah untuk aktualisasi dengan analisa-analisanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya menikmati kekuasaan di kelas, namun di profesi ini saya juga punya banyak kesempatan untuk mengenal dan dikenal orang-orang yang mungkin sangat sulit saya kenal jika hanya bekerja di kantor pemda saja. Menjelajahi daerah-daerah di tanah lampung atau bahkan menjelajah ke negeri orang juga keasyikan tersendiri. Menambah teman, pengalaman dan kesempatan, begitu mungkin kesimpulannya. Saya juga bisa melihat dengan jelas betapa dunia semakin membingungkan, semakin tidak terduga dan semakin liar. Manusia modern mungkin lebih membutuhkan keamanan diri ketimbang sepiring nasi. Manusia kadang bisa jadi serigala buat manusia yang lainnya. Meski pun saya juga tahu jika masih ada manusia yang berhati malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampus juga saya menjadi manusia biasa, yang sempat masuk dalam perjumpaan indah, harapan, meski kemudian harus kehilangannya, ehem…. Ah, tidak terasa sudah tiga tahun disini. Sudah saatnya saya berhenti sejenak, saatnya saya berangkat selama dua atau tiga tahun ke negeri orang menuntut ilmu. Mengingat adalah keharusan bagi profesi ini untuk berlatar belakang akademik lebih tinggi, meski sebenarnya saya mengganggap pikiran itu tidak bisa diukur dengan gelar akademik yang beragam. Sudah satu tahun saya menunda keberangkatan, satu tahun berlalu dengan beberapa cerita dan kesempatan yang mudah-mudahan tidak saya sesali, terutama satu cerita itu, hehe.... Good Luck !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa pun itu, namun banyak teman yang risih dengan pilihan saya untuk belajar di negeri jawa itu. Mereka berharap negeri ras arya, paman sam atau matahari terbitlah tujuan saya. Terima kasih atas pandangan kalian yang tinggi teman-teman, aku tersanjung. Sebenarnya aku pun tidak tahu kenapa saya ingin pergi ke tempat itu. Maju sajalah. Awal September nanti jika Allah menginjinkan berjalan secara lancar maka saya akan berangkat ke Yogyakarta. Doakan ya teman-teman... Semoga dalam dua tahun nanti saya menjadi lebih memiliki apa yang diharap semua orang dan kembali menjalani lagi episode hidup yang lain di tanah Lada ini. Tenang saja, saya akan ikuti berita seruit dan milis lewat warnet-warnet di sana. Sudah.. sudah ah, jangan sedih gitu dong... i will be back kok..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-9025992542308132982?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/9025992542308132982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=9025992542308132982' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/9025992542308132982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/9025992542308132982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/08/pamit.html' title='Pamit'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-4736600366057680468</id><published>2008-08-02T18:04:00.000+07:00</published><updated>2008-08-02T18:08:45.968+07:00</updated><title type='text'>Ada Psikopat di Antara Kita</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/8/86/The_Silence_of_the_Lambs_poster.jpg/200px-The_Silence_of_the_Lambs_poster.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 266px; CURSOR: hand; HEIGHT: 351px" height="480" alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/8/86/The_Silence_of_the_Lambs_poster.jpg/200px-The_Silence_of_the_Lambs_poster.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kasus pembunuhan 11 orang yang dilakukan oleh Ryan, seorang pemuda dari jombang akhir-akhir ini memunculkan tema yang jadi perhatian masyarakat. Ryan sang pembantai ditengarai memiliki gangguan jiwa, atau bisa disebut seorang psikopat. Kata psikopat ini kemudian menyeruak sebagai sesuatu yang menakutkan, karena berkonotasi kepada tindakan keji yang dilakukan secara sadar. Saya jadi ingat beberapa film yang bertema tentang psikopat, sebut saja Silence of The Lamb atau film seri legendaris seperti Friday The 13th. Kalau film diilhami oleh dunia fakta, memang banyak sekali kejadian-kejadian yang bikin kita bergidik mendengarnya. Di Indonesia misalnya, sebut saja robot gedek, dukun AS, dukun Usep dan terakhir kasus Ryan itu. Tapi, kalau psikolog dan sosiolog sering mengatakan bahwa apa yang terungkap dari masyarakat itu seperti “gunung es” maka saya (mungkin kita semua) menduga kalau orang-orang seperti ini sebenarnya sangat banyak, bahkan mungkin juga ada diantara kita, teman anda mungkin.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dr. Prianto Djatmiko, SpKJ (2008) mengatakan bahwa Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyimpangan gangguan. Psikopat tak sama dengan gangguan jiwa psikosis (skizoprenia). Psikopat merupakan bentuk gangguan kepribadian tipe anti sosial, seorang Psikopat sadar sepenuhnya dengan perbuatannya. Brigadir Heri yulianto,. S.Psi mengemukakan jika Psikopat adalah gejala kelainan kepribadian yang sejak dulu dianggap berbahaya dan mengganggu masyarakat. Namun demikian orang-orang Psikopat bila dilihat sepintas memiliki sifat baik hati dan disukai tetapi sebetulnya dibalik itu semua mereka sangat merugikan masyarakat. Orang-orang seperti inilah yang oleh para banyak ahli disebut sebagai Psikopat jiwa [psyche] yang menderita kelainan [patologik]).Banyak istilah atau pengertian yang disampaikan banyak ahli tentang Psikopat, namun menurut terminologi ilmu kedokteran jiwa Psikopat disebut sebagai gangguan kepribadian antisosial yang secara umum memiliki karakterisik perilaku antara lain egois, menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, tidak mempedulikan dampak perilakunya terhadap orang lain, menikmati dan tidak memiliki rasa penyesalan (guilty feeling) dari penderitaan orang lain akibat perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut professor Robert Hare yang telah melakukan penelitan tentang kepribadian psikopatik selama 25 tahun; seorang Psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, pandai memutarbalikan fakta, penebar fitnah dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri. Seorang psikopat haus akan sanjungan dan cenderung narsis.Dalam kasus kriminal Psikopat dikenali sebagai pembunuh berdarah dingin pemerkosa dan koruptor namun menurutnya ini hanyalah 15-20 % dari total Psikopat. Selebihnya adalah sosok pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata mempunyai daya tarik mempesona, mampu menguasai berbagai ilmu pengetahuan dan tampak sukses dalam karier. Psikopat yang kharismatik dan well educated ini paling sulit dideteksi, kata Hare. Psikopat sejati menghancurkan semangat, karier dan reputasi seseorang serta mampu membuat korbannya merasa bersalah terhadap dirinya sendiri dan sebaliknya malah mengasihani sang Psikopat. Lantas, korban psikopat menjadi mudah tersinggung, depresi kroni, sampai nervous breakdown.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikiater dr Tubagus Erwin Kusuma dari Klinik Prorevital juga menyatakan, psikopati bukan penyakit. Psikopati adalah gangguan kepribadian. Mereka yang mengalami gangguan mental itu tidak merasakan ada yang salah dengan dirinya, tidak menderita, tetapi menyebabkan lingkungannya menderita (alloplasi). ”Mereka tak punya emosional insight, tetapi tahu dirinya berbeda dari orang lain. Jadi ada intellectual insight. Ada tipe sosiopat atau anti-social personality, yang sering bentrok dengan masyarakat,” jelas dr Erwin. Psikiater dr Yul Iskandar membuat perumpamaan yang menarik. ”Kalau penyakit diibaratkan sungai yang bisa surut, bisa banjir, psikopati diibaratkan sebagai karang.” Ia juga mengategorikan psikopat sebagai gangguan kepribadian, salah satu dari tiga gangguan dalam payung gangguan mental. ”Kalau penyakit dapat diobati, gangguan personality tidak ada obatnya,” jelasnya. Karena merasa tidak ada yang salah pada diri seorang psikopat selalu menyalahkan orang lain, sistem, peraturan, kebijakan, dan karenanya ia cenderung melanggar semua aturan atau kesepakatan bersama di dalam kehidupan bermasyarakat psikopat tidak mau berobat. ”Ia juga tidak pernah mengakui orang lain sebagai korban perbuatannya. Ia sangat teguh pada pendiriannya, dan untuk itu ia menerima konsekuensinya, sekali pun harus dihukum,” sambung dr Yul. Dalam kehidupan sehari-hari psikopat tak mudah dideteksi dalam waktu singkat, apalagi sebagian besar dari mereka bersembunyi dengan di balik topeng tingkah laku yang sempurna. Banyak orang baru menyadarinya setelah sekian lama bergaul, ketika mereka sudah menjadi korban. ”Karena itu, kalau dalam wawancara psikologi kalau kita ketemu orang yang sangat sempurna, yang too good to be true, kita justru harus hati-hati,” ujar Sartono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, saya kok jadi berkesimpulan sering sekali saya melihat, mendengar, mengetahui bahkan bertemu atau kenal dengan orang yang seperti dibilang itu, meski saya berharap semoga saja salah. Ternyata memang banyak yang tersembunyi di dalam masyarakat. Banyak yang tidak kita tahu, toh dalamnya laut siapa yang tahu. Hati-hati sajalah bagi yang masih merasa normal secara psychis dalam berinteraksi, namun bagi yang merasa memiliki pribadi (atau gejala) seperti itu, saya gak tahu harus berkata apa, toh pasti ada argumen yang bakal mengalir. Hehehe… &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-4736600366057680468?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/4736600366057680468/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=4736600366057680468' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/4736600366057680468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/4736600366057680468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/08/ada-psikopat-di-antara-kita.html' title='Ada Psikopat di Antara Kita'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-7183287644898820513</id><published>2008-07-27T15:50:00.000+07:00</published><updated>2008-07-27T16:00:22.883+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='minyak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BBM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pasti pas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertamina'/><title type='text'>Politik Kosmetik Pertamina</title><content type='html'>Dipublikasi juga di &lt;a href="http://www.seruit.com/?p=384"&gt;Seruit.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini kita sering melihat tayangan iklan Pertamina di televisi. “Pasti Pas”, begitu kira-kira tagline yang coba di utarakan oleh mereka. Ada gambaran penjaga SPBU yang nyanyi sambil jungkir balik atau pekerja eksekutif yang browsing di SPBU. Jujur saja, saya bukan justru bangga atau berkata hebat kepada perusahaan monopoli negara dalam bidang minyak dan gas ini. Tapi justru heran, apa yang saya herankan?, Saya tidak mengerti maksud dari tagline “Pasti Pas” itu tujuannya untuk apa. Kalau bertujuan pada pencitraan mereka, dengan wujud adanya label pasti pas di SPBU seluruh Indonesia toh artinya semua SPBU memang pasti pas takarannya. Lalu bagaimana dengan SPBU mereka yang gak ada labelnya?, logikanya “Gak Pasti Pas”, bener bukan?. Padahal sangat banyak &lt;a href="http://pastipas.pertamina.com/lokasi.asp?pastipas=oke"&gt;SPBU khususnya di Lampung yang ada label ini&lt;/a&gt;. Atau kalau ada SPBU yang berlabel pasti pas juga bisa dites berapa SPBU yang bener-bener pas takarannya.&lt;span class="fullpost"&gt; Itu baru hal kecil, kalau pasti pas yang dimaksud itu lebih luas lagi maksudnya, seperti misalnya, Pas Distribusinya, Pas Kualitasnya dan Pas Ketersediannya maka bisa kami rasakan di Lampung atau bahkan beberapa daerah lain yang sempat &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008070712274511"&gt;dilanda kelangkaan dan harus terbiasa mengantri komoditas energi itu&lt;/a&gt;. Terkadang hanya karena alasan yang konyol; kapal pengangkut bahan bakar terlambat mengangkut. Alamak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertamina nampak sangat konyol jika harus menghabiskan miliaran rupiah hanya untuk beriklan di televisi, kalau kita paham apa itu iklan, Iklan adalah media promosi yang dikemas sedemikian rupa dalam kompetisi produk, kalau merujuk itu maka buat apa pertamina yang jelas pemilik hak monopoli ikut-ikutan berpromosi, toh kami tidak punya pilihan ke penyedia produk BBM lainnya, karena memang tidak ada yang lain. Disaat harga BBM semakin naik, Pertamina semestinya bisa ikut prihatin dengan tidak membuang-buang uang hanya untuk iklan tersebut. Toh lebih baik jika dana iklan yang setiap hari berulang-ulang kali diputar digunakan untuk eksplorasi sumber minyak yang baru sehingga bisa menambah kuantitas produksi minyak dalam negeri yang konon menurun. Akhirnya, saya hanya bisa berkesimpulan kalau BUMN ini ternyata hanya sibuk berdandan sementara wajahnya sudah bopeng-bopeng, padahal disaat sibuk berdandan, perusahaan minyak asing sibuk menambah modalnya untuk eksplorasi sumber minyak yang baru. Ah.. ada-ada saja dunia. Seperti inilah yang namanya Politik Kosmetik, hanya ingin tampak cantik di luar. Apa kata dunia..????.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-7183287644898820513?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/7183287644898820513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=7183287644898820513' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7183287644898820513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7183287644898820513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/07/politik-kosmetik-pertamina.html' title='Politik Kosmetik Pertamina'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-109956726535223576</id><published>2008-07-26T08:00:00.000+07:00</published><updated>2008-07-26T08:04:04.983+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='comunity development'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kearifan lokal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilgub lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemiskinan'/><title type='text'>PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI ARUS POLITIK</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dua buah pesta demokrasi berlangsung sekaligus, tahapan pemilihan gubernur dan kampanye pemilu 2009 sedang berjalan. Tebaran pesona dan gagasan bertebaran dalam pesta yang terlaksana di tengah fakta bahwa provinsi ini adalah termiskin kedua. Lampung memang unik, provinsi termiskin kedua namun pesta demokrasinya demikian megah dan nampak kontras dengan latar belakang yang ada. Kemiskinan dalam pesta tersebut memang akan menjadi jualan yang banyak dipakai oleh kontestan. Pandangan tentang kemiskinan dan ide untuk mengatasi kemiskinan adalah pertanyaan yang bisa saja memunculkan jawaban baru nan cerdas namun bisa juga hanya mengulang gagasan yang sudah terbukti tidak berhasil. Meski muncul keraguan, nampaknya ada satu ide yang prospek untuk dihembuskan dalam berdebat tentang masalah tersebut, yaitu dalam wujud nyatanya berupa program pengembangan masyarakat (community development) yang mengintegrasikan pendekatan humanis, sosial dan kultural untuk mengatasi masalah masyarakat dalam satuan komunitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu solusi kebijakan yang berkembang dalam mengatasi kemiskinan adalah pengembangan program-program yang dirumuskan oleh pemerintah dan stakeholder yang mengadopsi dan mengadaptasi prinsip pengembangan masyarakat (community development) untuk menciptakan kondisi keberdayaan di dalam komunitas masyarakat itu sendiri. Dalam prinsip tersebut masyarakat dipandang sebagai himpunan individu yang memiliki standar norma berbeda sebagai hasil dari kearifan lokal yang hidup lewat pengalaman bersama dalam sebuah komunitas. Kearifan lokal dalam hal ini merupakan bentuk interpretasi atas masalah sosial ekonomi yang kemudian menciptakan berbagai bentuk solusi unik untuk mengatasi masalah tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam prinsip ini, individu dalam masyarakat adalah entitas yang secara de facto memiliki potensi untuk menjadi katalis peubah bagi komunitasnya sendiri. Aset dalam bentuk sumber daya manusia, finansial, ekonomi, politik dan kultur merupakan segala sesuatu yang existing dan berkembang dalam kehidupan kesatuan kolektif. Sebagai sebuah aset, sumber daya tersebut tumbuh dalam derajat optimalisasi yang berbeda, aset finansial bisa saja tinggi dalam sebuah komunitas namun akibat dari rendahya derajat aset sumber daya manusia yang ada mengakibatkan kondisi aset yang tidak mampu meningkat bahkan kemudian menurun. Dalam contoh itu, aset sumber daya manusia dalam bentuk wawasan, ilmu dan keahlian perlu untuk di tingkatkan kapasitasnya sehingga kemudian akan berimplikasi pada proses kerja dan berlanjut kepada keluaran yang dihasilkan dari proses kerja optimum itu, yaitu kapasitas finansial yang lebih meningkat. Demikian selanjutnya pada jenis aset lainnya. Perspektif ini sebenarnya sudah diadaptasi ke dalam program-program pengembangan masyarakat dalam sektor yang umum maupun spesifik. Bahkan kemudian pemerintah daerah pun mengadaptasi program dengan pendekatan sejenis ke dalam program dan proyek pembangunan yang ditetapkan dalam APBD pemerintah daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan hasil dari program tersebut?. Kalau output dimaksud itu dalam bentuk fisik maka bisa dikatakan hampir semua program itu mencapai target. Namun, bagaimana dengan keluaran (outcome) pendekatan pengembangan masyarakat yang berdaya dan melekat di dalam program tersebut?. Masyarakat yang terhimpun dalam program tersebut memang ikut serta pada aktivitas program. Tapi setelah program tersebut selesai, masyarakat kembali pada kondisi semula. Kalaupun terjadi perubahan maka perubahan itu tidak simultan, jika yang menjadi tolok ukur perubahan adalah kondisi fisik maka jelas terjadi perubahan. Tapi, jika melihat kepada makna dari pengembangan masyarakat, maka program sejenis ini tidak sepenuhnya berhasil melaksanakan prinsip pengembangan masyarakat tersebut. Program seperti itu, khususnya yang dikembangkan oleh pemerintah daerah adalah sekedar program yang memanfaatkan masyarakat untuk ikut aktif dalam aktivitas, bukan memberdayakan dalam arti yang bermuatan motivasi dan inisiatif. Inilah point-nya, kegagalan program pengembangan masyarakat ini karena tidak penuh memperhatikan perubahan cara pandang dan pikir komunitas secara konsisten. Pendekatan temporer dan cenderung materialistik menjadikan perubahan yang tidak menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem dalam pendekatan tersebut menghasilkan reaksi yang tidak baik di dalam tatanan norma komunitas masyarakat itu sendiri. Masyarakat sebagai target sasaran dalam program yang tidak konsisten dengan prinsipnya tersebut kemudian terfragmentasi secara pragmatis. Contohnya, dalam program berbentuk insentif produksi, ternyata dalam beberapa kasus terkendala persoalan mindset keliru yang terlanjur berkembang. Program sejenis yang terlanjur diboncengi oleh muatan politik materialis menjadikan masyarakat memiliki pemahaman yang simplistik dan instan dalam menghadapi persoalannya. Masyarakat yang terlibat dalam program itu cenderung tidak ingin repot dengan hal-hal selain aspek finansial yang menjadi target dalam program tersebut. Bahkan kemudian, terjadi pula politisasi di lapangan antara pelaksana dengan kelompok masyarakat yang berlangsung secara tidak sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain salah kaprah dalam implementasi prinsip tersebut, program pengembangan masyarakat, khususnya yang dirumuskan oleh pemerintah daerah dengan tema yang mencerminkan identitas lokal spesifik juga tidak mencerminkan kekhususan tertentu. Program yang dirumuskan oleh pemerintah daerah itu semestinya mencerminkan nilai-nilai lokal yang terwujud dalam terakomodasinya kearifan lokal ke dalam pengembangan aktivitas program. Program pengembangan masyarakat dengan identitas lokal perlu direorientasikan dari penerapan instrumen dan metode yang baru atau asing menuju kepada penerapan instrumen dan metode yang sudah ada dan mampu dikuasai oleh masyarakat lokal berlandaskan kearifan lokal. Karena itu, bentuk program yang diwujudkan kepada komunitas masyarakat dapat mengakomodasi kultur yang hidup dalam cara pikir dan pandang masyarakat dalam komunitasnya itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya permasalahan dalam implementasi program pengembangan masyarakat selama ini pula yang ikut berkontribusi terhadap tingkat kemiskinan yang terjadi. Masyarakat tidak pernah diarahkan untuk benar-benar keluar dari kemiskinan. Secara logis, apabila masyarakat itu merasa nyaman untuk mengoptimalkan aset yang sudah mereka miliki dengan cara yang sudah mereka kuasai maka mereka juga akan merasa nyaman untuk mengoptimalkan kapasitas diri. Dalam tahap selanjutnya ketika mereka sudah memiliki kemampuan untuk mengoptimalkan kapasitasnya maka pemecahan terhadap problem kemiskinan dapat diatasi oleh mereka sendiri, tanpa perlu adanya repitisi program yang akhirnya tidak berdampak baik dalam masyarakat. Inilah yang sekaligus menjadi tantangan pemikiran bagi calon pengambil kebijakan pada tingkat provinsi Lampung nantinya. Artikel ini ditulis oleh: Simon S. Hutagalung: Alumni Community Development Course, University of Kentucky USA.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-109956726535223576?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/109956726535223576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=109956726535223576' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/109956726535223576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/109956726535223576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/07/pengembangan-masyarakat-di-arus-politik.html' title='PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI ARUS POLITIK'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-9186265895185291958</id><published>2008-07-19T14:23:00.000+07:00</published><updated>2008-07-19T14:34:51.691+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kawin kontrak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='filem'/><title type='text'>Pernikahan &amp; Kawin Kontrak ( ? )</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;m&lt;a href="http://www.ruangfilm.com/__files/kawin_kontrak_kcl_berita.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" height="274" alt="" src="http://www.ruangfilm.com/__files/kawin_kontrak_kcl_berita.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini secara nggak sengaja saya melihat anak-anak (mahasiswa) bersama-sama nonton filem indonesia, judulnya: Kawin Kontrak, saya tau ini filem udah lama: hampir jadul, tapi bukan itu masalahnya, namun ada yang mengganjal buat saya, terutama ketika di awal filem itu menggunakan dalih agama (salah satu ayat suci) yang menegaskan untuk menjauhi zinah (hubungan di luar nikah). Lantas logika yang muncul dari anak-anak muda di dalam filem itu seolah menyimpulkan kalau ingin merasakan hubungan suami istri ya lewat pernikahan, salah satunya adalah lewat kawin kontrak. Saya tahu kalau hubungan seperti itu termasuk halal, karena tetap melewati proses yang benar (menurut agama). Tapi saya tidak mengerti kalau anak-anak muda sudah berpikir sesingkat itu mencari perempuan di desa untuk di kawini. Memang pernikahan adalah ibadah buat manusia yang sudah saatnya, tapi apa semudah itu.&lt;span class="fullpost"&gt; Yang saya tahu pernikahan bukan hanya soal sex semata, pernikahan adalah soal ketentraman dan kenyamanan hidup (jadi inget ayat suci yg sering di cetak di undangan nikah, hihi..). Pernikahan adalah saling menimba amal dan pengalaman hidup bersama secara sabar dan iklas. Pernikahan bukan sekedar persoalan keterpautan fisik. Karenanya masuk ke dalam pintu itu adalah masuk ke dalam sesuatu yang serius. Pernikahan adalah penerimaan &lt;em&gt;whole in one packet, forever&lt;/em&gt;. Pernikahan bukan sekedar tertawa bersama, tapi adalah bagaimana untuk memberi tawa saat ada tangis diantaranya. Ah.. saya jadi kemana-mana.. hihii.. Kembali ke filem, saya kok menganggap sekalipun dikemas dalam format komedi (saya juga geli dengan beberapa adegannya), filem ini agak berlebihan menggelontorkan logika-logika dalam jalan ceritanya. Kalau pikiran anak-anak muda sudah instan dan simplistik seperti itu, apalah jadinya perempuan-perempuan itu, hihi.. filem yang aneh, dan fakta yang aneh juga memang.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-9186265895185291958?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/9186265895185291958/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=9186265895185291958' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/9186265895185291958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/9186265895185291958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/07/pernikahan-kawin-kontrak.html' title='Pernikahan &amp; Kawin Kontrak ( ? )'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-500747280100353246</id><published>2008-07-13T09:09:00.000+07:00</published><updated>2008-07-13T09:19:50.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meuraxa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tsunami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Bayinah'/><title type='text'>Hikayat Aceh (4): Meuraxa</title><content type='html'>Tragedi itu memang meninggalkan banyak hal dalam hidup masyarakat Aceh. Banyak hikmah yang datang setelah bencana. Nampaknya benar seperti yang ditulis di pintu kuburan masal korban tsunami di meuraxa, bahwa: “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan”. Ya, semua ujian Insya Allah akan memberi hikmah pada saatnya, jadi tidak usah terlalu meratap atas ujian yang lalu, dan juga jangan gembira berlebih atas nikmat yang datang. Dunia toh hanya sementara.&lt;span class="fullpost"&gt; Ah, ada sedikit &lt;a href="http://endapan.blogspot.com/2008/07/aku-di-meuraxa.html"&gt;puisi untuk meuraxa&lt;/a&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku di Meuraxa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak indah terbang di antara awan&lt;br /&gt;Sementara matahari enggan menerangi&lt;br /&gt;Guntur dan petir bercanda dengan pikir&lt;br /&gt;Bergulat hingga terbanting di bilik jantung&lt;br /&gt;Masih jantung dan pikir berdetak, berdenyut&lt;br /&gt;Tak mampu menggerakkan suara untuk berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku disambut langit gelap di Aceh&lt;br /&gt;Langit yang ada disini empat tahun lalu, entah&lt;br /&gt;Saat air mata tak mampu gambarkan sedih&lt;br /&gt;Di meuraxa ada tulang-tulang yang terpendam&lt;br /&gt;Tanpa nama, hanya cerita yang sama&lt;br /&gt;Ada Al Bayinah bercerita tentang hari itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tak menduga jika nur`aini berubah&lt;br /&gt;Demikian gelap, kehilangan matahari&lt;br /&gt;Lemparkan petir dan getarkan guntur&lt;br /&gt;Aku adalah tulang terpendam di meuraxa&lt;br /&gt;Tanpa nama, tanpa cerita&lt;br /&gt;Hanya ada Al Bayinah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Banda Aceh, 12 Juli 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-500747280100353246?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/500747280100353246/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=500747280100353246' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/500747280100353246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/500747280100353246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/07/hikayat-aceh-4-meuraxa.html' title='Hikayat Aceh (4): Meuraxa'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-1931044040849177482</id><published>2008-07-06T16:55:00.001+07:00</published><updated>2008-12-11T15:17:11.428+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='panglima laot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nelayan'/><title type='text'>Hikayat Aceh (3); Panglima Laot</title><content type='html'>Versi lain dari artikel ini di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;publish&lt;/span&gt; di &lt;a href="http://www.seruit.com/?p=360"&gt;seruit.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SHM0BYiQMOI/AAAAAAAAALA/-iiQkBkaElE/s1600-h/SANY0136.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 298px; height: 218px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SHM0BYiQMOI/AAAAAAAAALA/-iiQkBkaElE/s320/SANY0136.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220573591423168738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada lagi satu cerita unik yang saya dapat di aceh. Cerita ini tentang kuatnya hukum adat di dalam pengelolaan laut di wilayah Aceh. Ada sebuah lembaga adat yang namanya PANGLIMA LAOT, lembaga ini adalah lembaga yang dibentuk oleh para pelaut yang mayoritas adalah orang aceh, beda kan misalnya dengan di Lampung, pelaut biasanya justru orang pendatang bukan pribumi. Panglima laot punya pengakuan yang disegani di aceh, mereka adalah lembaga bentukan mereka sendiri dan memilih pimpinan secara terbuka sehingga karena kuatnya posisinya di masyarakat maka akhirnya segala keputusan pemerintah formal setempat bahkan harus mendapat pertimbangan dari lembaga ini, saya sempat ngobrol-ngobrol sembari minum kopi dengan sekretaris Panglima Laot (panggilannya Pak Chik), dia menceritakan kalau lembaga ini yang menjalankan peran hukum adat di komunitas nelayan, misalnya kalau ada nelayan yang melaut di hari pantangan (hari jumat, 17 agustus, hari raya islam, hari peringatan tsunami) maka yang berhak memberi sanksi adalah panglima laot, begitu juga kalau ada perselisihan di antara nelayan dalam soal hasil tangkapan misalnya, maka panglima laot yang turun tangan memberikan putusan lewat persidangan adat. Terbukti nelayan yang bertikai dapat menerima dengan kuat putusan adat itu.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain itu panglima laot juga menjadi semacam dewan pertimbangan kalau ada nelayan asing yang mencuri ikan di wilayah aceh, pernah mereka bercerita pada suatu waktu dulu mereka sempat kejar-kejaran di laut dengan kapal nelayan dari Thailand. Atau saat ada kapal besar dari nelayan sibolga dengan pukat harimaunya datang ke wilayah laut aceh menangkapikan secara serampangan, mereka bertindak menghalau supaya kapal itu keluar dari wilayah laut nelayan aceh. Nah, lembaga-lembaga adat yang hidup seperti ini nih yang perlu dicontoh, terbukti kalau aceh gak punya banyak polisi laut yang formal, tapi peran lembaga adat yang aktif seperti ini terbukti bisa sangat efektif membantu negara dalam menjaga kedaulatan dan harmoni di masyarakatnya. Kapa-kapan kalau kalian ke Lampung akan saya tunjukkan komunitas nelayan di Lampung, mampirlah pak chik.. hehe..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-1931044040849177482?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/1931044040849177482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=1931044040849177482' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/1931044040849177482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/1931044040849177482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/07/hikayat-aceh-3-panglima-laot.html' title='Hikayat Aceh (3); Panglima Laot'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SHM0BYiQMOI/AAAAAAAAALA/-iiQkBkaElE/s72-c/SANY0136.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-6555673742075126250</id><published>2008-07-06T16:40:00.001+07:00</published><updated>2008-12-11T15:17:11.529+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='simpang tujuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='traveling'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='banda aceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kopi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ulle kareng'/><title type='text'>Hikayat Aceh (2) : Warung Kopi</title><content type='html'>Versi lain artikel ini juga di&lt;span style="font-style: italic;"&gt;publish&lt;/span&gt; di &lt;a href="http://www.seruit.com/?p=359"&gt;seruit.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SHMzEgdaxQI/AAAAAAAAAK4/XIHSSY6UkDE/s1600-h/SANY0215.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 306px; height: 209px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SHMzEgdaxQI/AAAAAAAAAK4/XIHSSY6UkDE/s320/SANY0215.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220572545578353922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Baru hari pertama sampai sudah ada beberapa cerita, ya Aceh dengan mudahnya banyak memberi saya cerita. Sejak awal perjalanan hingga akhir, semua penuh cerita unik. Tapi untuk seruit saya mungkin bisa bercerita tentang kultur/ budaya yang hidup sangat kental di sini, saya bahkan dengan mudah dapat belajar sedikit bahasa aceh, ternyata mudah, tinggal merubah kata yang ada huruf “u” menjadi “e”, misalnya “batu” maka berubah menjadi “bate” atau kata "seribu" menjadi "serebe". Orang aceh sangat akrab dengan bahasa lokal mereka, tidak pernah saya dengar bahasa jawa atau sunda waktu disini, suatu hal yang berbeda kalau saya jalan ke pasar tradisional di Lampung. Awalnya saya menduga di pasar aceh semuanya orang aceh, tapi setelah saya tau namanya agak-agak jawa (misalnya memakai nama belakang: wati, sari, dsb), baru saya paham. Masyarakat Aceh juga merupakan kombinasi dari beberapa ras bangsa, karenanya kemudian mereka mengartikan ACEH sebagai singkatan dari A= Arab, C= Cina, E= Eropa dan H= Hindustan, kalau dilihat secara inderawi memang wajah-wajah masyarakat aceh punya kekhasan yang dimiliki oleh ras-ras itu. Cuma sampai hari terakhir ini memang saya masih belum bisa ketemu dengan orang aceh yang konon berambut pirang dan bermata biru, karena mereka punya darah keturunan portugis. Menurut teman saya, itu karena mereka punya komunitas sendiri yang agak protektif dengan orang luar. I dont know lah..&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain itu, saya juga kagum dengan budaya minum kopi di warung kopi, warung kopi banyak sekali di sini. Hampir di setiap jalan ada warung kopi, tempat yang paling favorit adalah ulle kareng yang berada dekat simpang tujuh di banda aceh. Kopi aceh memang terkenal dengan cita rasa yang kuat, saya minum kopi ini gak bisa tidur semalaman, haha…. Yang penting baru orang aceh bukan kopinya, tapi nuansa yang muncul dari minum kopi di warung kopi, kebersamaan, kekeluargaan dsb. Orang aceh bahkan punya jargon tentang ini, mereka bilang ke saya: ” Semua masalah pasti bisa selesai di warung kopi”. Diceritakan juga kalau sebuah keluarga besar mau bermusyawarah maka awalnya rencana-rencana untuk musyawarah itu pasti dibicarakan di warung kopi bukan di salah satu rumah kerabat. Tempat ini ternyata mampu jadi media sosial yang efektif. Bagaimana dengan Lampung yang juga penghasil kopi??, nanya ke siapa ya.. Yang paling seru adalah waktu saya dan teman-teman diminta menyanyikan lagu dari lampung, kami nyanyikan lagu ngeram (kangen) yang iramanya sendu, ternyata mereka mengapresiasi kami dengan baik, sambil berkata: gak nyangka Lampung punya lagu begitu, kalo lagu kami yang seperti itu sudah dikenal kemana-mana.. uhuk.. saya jadi tersenyum. sekian dulu, nanti nyambung lagi dari aceh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-6555673742075126250?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/6555673742075126250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=6555673742075126250' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6555673742075126250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6555673742075126250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/07/hikayat-aceh-2-warung-kopi.html' title='Hikayat Aceh (2) : Warung Kopi'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SHMzEgdaxQI/AAAAAAAAAK4/XIHSSY6UkDE/s72-c/SANY0215.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-7798638057473528190</id><published>2008-07-04T21:11:00.001+07:00</published><updated>2008-07-05T16:00:09.843+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pesawat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='story'/><title type='text'>Hkayat Aceh (1)</title><content type='html'>Senin 30 juni, 06.30 WIB, dalam perjalanan menuju bandara cengkareng, ada sms masuk ke ponselku, aku terkejut bukan main, kata-kata itu begitu tajam menghantam pikiranku, ah.. apa pula yang terjadi ini.. dengan jantung berdetak ku ketik pesan mencoba mengkonfirmasi apa maksud dari pesan itu, tapi lama tidak terjawab.. aku terhantam dengan keras.. ku coba untuk terus bertanya apa maksudnya. Akhirnya kudapat jawaban-jawaban yang begitu kerasa menghantam, tidak menyangka kalau mesti saat ini datangnya. Ah, sudahlah biar kulanjutan lagi perjalanan menimba ilmu ini, semoga Allah memberi kesempatan untuk perbaiki masalah itu nantinya. Penerbanganku meski agak telat, akhirnya saya berangkat juga, selama dua jam di udara menuju medan, sesampai di medan transit sebentar sekitar 30 menit baru kami terbang lagi menuju banda aceh.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam lima saya sudah ada di banda aceh. Mendarat dengan mulus, lega rasanya. Dijemput oleh panitia lokal dengan baik dan dibawa melihat-lihat kota sebelum ke penginapan. Wow.. ternyata banyak hal luar biasa yang bisa saya lihat, ada kapal PLTD Apung yang entah berapa ton beratnya bisa terdampar di tengah-tengah perkampungan, jauhnya mungkin sekitar 10 kilo dari pantai. Saya di ajak juga ke dua kuburan masal para korban tsunami, wah cerita sedih itu begitu lukai mereka. Ya deh, nanti sambung lagi ya..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-7798638057473528190?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/7798638057473528190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=7798638057473528190' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7798638057473528190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7798638057473528190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/07/hkayat-aceh-1.html' title='Hkayat Aceh (1)'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-1802038143265158716</id><published>2008-06-29T06:23:00.000+07:00</published><updated>2008-06-29T06:46:49.531+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Munajat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Matahari Terbit Sekian Kali</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://edsphotoblog.com/wp-content/photos/800px/sunrise_over_mediterranean_sea.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://edsphotoblog.com/wp-content/photos/800px/sunrise_over_mediterranean_sea.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Ah, judul posting ini begitu puitis. Ya, bagiku matahari terbit di tanggal 28 Juni lalu memang sedikit berbeda. Mataharinya memang gak ada masalah, terbit di timur sehabis subuh, juga masih bulet bentuknya. Tapi melihat matahari pagi itu diriku seperti berada di depan pintu-pintu yang masih tertutup. Aku merasa seperti dihadapkan kepada pintu-pintu yang tidak akan mungkin semua biasa kumasuki. Harus memilih pintu mana yang akan ku ketuk dan kumasuki. Banyak hal-hal yang pernah kulalui tidak dengan baik, namun banyak juga yang ku bersyukur atasnya. Aku merasakan kalau ada jalan yang ternyata Alhamdulillah di lapangkan oleh-Nya, namun ada juga jalan yang masih terasa sulit untuk dilalui. Banyak kutemui manusia yang unik, yang memberi nafas dalam hidupku ataupun yang mendera diri ini dengan permainan dunia. Meski begitu tak pernah kuasa aku menjadi begitu tega kepada mereka. &lt;span class="fullpost"&gt;Aku percaya kalau hidup ini punya hukum sebab-akibat atau hukum aksi-reaksi, bahwa apa yang kita lakukan akan menjadi akibat yang kita terima nantinya. Nampaknya benar nasehat yang pernah kudengar, kalau manusia selalu bersyukur, Insya Allah akan ditambahkan rejekinya dan kalau Dia belum memberi pencapaian pada suatu hal, percayalah ada rencana indah yang sebenarnya sedang disusun untuk masing-masing kita. Kalau aku boleh berdoa, hanya dua yang kumohon dari-Nya: Semoga masih dijaga kesabaran dan keiklasan dalam hati dan pikiran ini dan semoga aku diberi kesempatan untuk bersyukur merasakan nikmat-Nya di hari-hari esok, Amin. Terima kasih masih Kau beri umur padaku ya Allah. Mungkin juga sudah waktunya berpikir tentang menjalani sesuatu, bukan hanya berpikir tapi juga berbuat, hmmmm.... hehehe... &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-1802038143265158716?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/1802038143265158716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=1802038143265158716' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/1802038143265158716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/1802038143265158716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/06/matahari-terbit-sekian-kali.html' title='Matahari Terbit Sekian Kali'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-8075444575530805916</id><published>2008-06-27T21:36:00.000+07:00</published><updated>2008-06-27T21:53:08.233+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tsunami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kentucky'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='english'/><title type='text'>Tour de Atjeh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.abc.net.au/sundaynights/stories/Aceh_map_m1122824.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" height="376" alt="" src="http://www.abc.net.au/sundaynights/stories/Aceh_map_m1122824.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; "Ke Aceh?, aceh kan jauh", begitu kata seorang sobat waktu saya bilang mau berangkat ke sana. lantas saya jawab "semua orang Indonesia yang belajar peta buta juga tau kalo Aceh jauh, hehehe..". Rencananya saya berangkat dari Lampung di hari minggu untuk mengejar penerbangan ke Aceh di Hari Senin jam 11.00. Ke aceh agendanya untuk ikut workshop community development yang di selenggarain sama Universitas Syiahkuala. Pematerinya itu dua orang doktor dari University of Kentucky USA, jadi bisa di bayangin kalo materi pasti dikasih dalam ENGLISH. Huh.. kuping bisa panjang dengerin kalimat per kalimat supaya bisa paham apa tuh maksudnya bule, hehe.. Tadinya saya berharap yang datang dari UK itu Mr. Edward Jenings, Head of School of Public Policy and Administration di UK sana. Pinginnya bisa berbicara secara langsung tentang kemungkinan study di sana, apalagi kalo ditawarin beasiswa, wuihhh.. amrik.... &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selain ngikuti workshop itu terus terang saya belum punya misi lain, kalo cari suvenir buat orang-orang yang mendoakan saya itu so pasti, hehe... tapi mau ke mana di sana saya belum begitu tau, saya coba kontak teman yang istrinya tinggal di Aceh, ternyata yang angkat bukan dia, ah jadi nggak enak.. ya sudahlah biarlah saya jadi petualang di daerah yang disebut dalam undangan kegiatan itu sebagai: LAND OF TSUNAMI.. hihi..&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-8075444575530805916?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/8075444575530805916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=8075444575530805916' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/8075444575530805916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/8075444575530805916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/06/tour-de-atjeh.html' title='Tour de Atjeh'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-8601085006214785222</id><published>2008-06-21T15:33:00.000+07:00</published><updated>2008-06-21T16:02:13.599+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Birokrasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='riset'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kapasitas'/><title type='text'>Buruk Muka Cermin Dibelah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rabu kemarin (18/06/2008) saya ke Kota****, sebuah ibukota dari salah satu Kabupaten di Lampung.Di sana saya bermaksud presentasi sebuah kajian yang melibatkan kabupaten tersebut. Bersamaan dengan saya ikut juga tim lain yang bermaksud sama. Kalau saya sekedar presentasi laporan pendahuluan maka tim itu hendak presentasi laporan akhir/ hasil kajian. Seingat saya topik mereka tentang " Audit kapasitas Instansi", bentuk haslnya berupa nilai terhadap tiap-tiap unit kerja (dinas, badan, UPT dan lainnya) di Kabupaten itu. Setelah presentasi usai, pertanyaan ke mereka juga bertaburan. Beberapa kepala instansi ternyata tidak terima karena nilai mereka yang buruk. Pemateri ti itu pun mencoba menjelaskan kalau nilai itu dari kuisoner yang diisi oleh pegawai mereka sendiri. " lah, kan yang ngisi bapak dan staf bapak sendiri", saya berkata dalam hati. Debat pun berlanjut, bahkan ada yang meminta nilai mereka di upgrade supaya lebih tinggi, ada juga yang meminta agar nilai instansi mereka tidak ditampilkan. Ah, saya kok jadi senyum-senyum ironis. Kenapa wajah sendiri yang buruk kok harus menyalahkan hal-hal lain. Apakah salah kalau ditampilkan apa yang memang nyata ada di sana. Ada satu kalimat dari pemateri tim itu yang nyantol di kepala saya; " kalau ada jalan yang berlubang, bukankah lebih baik kalau di beritahukan, bukan justru disembunyikan, karena dengan begitu jalan yang buruk dan membahayakan itu bisa diperbaiki, bukankah jalan yang mulus dan rapi bisa membuat semuanya jadi lebih lancar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apa yang terjadi seperti itu sudah kesekian kali saya hadapi, dahulu juga pernah terjadi pada tim saya saat presentasi di Pemprov. Saat itu kami dihujani banyak pertanyaan yang mencoba membantah temuan kami tentang Kinerja Aparatur. Hanya saja saat itu kami terbantu oleh sikap salah satu kepala instansi yang disegani di sana. Beliau dengan sikap bijaknya justru membela kami dan menegur staf lain yang tidak bisa bersikap bijak. Mengalami pengalaman-pengalaman itu kok akhirnya membuat saya bertanya-tanya tentang perlunya mereka meminta kami melakukan kajian seperti itu tapi kemudian mereka tidak bisa terima hasil apa adanya. Saya kok akhirnya punya kesimpulan kalau birokrasi mau lebih baik maka hal pertama yang harus mereka lakukan adalah cukup 2 hal, yaitu: pertama; Mau gak mereka berubah, kedua: mau gak mereka bersikap bijak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-8601085006214785222?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/8601085006214785222/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=8601085006214785222' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/8601085006214785222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/8601085006214785222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/06/buruk-muka-cermin-dibelah.html' title='Buruk Muka Cermin Dibelah'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-8023913372436408918</id><published>2008-06-15T10:58:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T15:17:11.958+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemuda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Unila'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemimpin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RUU Kepemudaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indra J. Piliang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menpora'/><title type='text'>RUU Kepemudaan Road To Campus</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SFSUejqhw4I/AAAAAAAAAKw/w8Cys4623ak/s1600-h/Foto004.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211953921465107330" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SFSUejqhw4I/AAAAAAAAAKw/w8Cys4623ak/s320/Foto004.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada undangan yang datang ke saya, tapi bukan undangan pernikahan, huehehe.. Ini undangan terbatas dari Rektor tentang acara Temu Konsultasi Publik dan Sosialisasi RUU Kepemudaan. Di undangan itu disebutkan acara dilaksanakan hari Rabu tanggal 18 Juni 2008 di Ruang Sidang &lt;a href="http://www.unila.ac.id/"&gt;Universitas&lt;/a&gt;. Kalau melihat susunan acaranya, rencananya akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Anggota DPR RI Komisi X, Deputi Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga, Indra J.Piliang dan beberapa akademisi Lampung. Acara dibuat menjadi dua sesi dari pagi jam 08.00 sampai sore hari sekitar jam 16.30 WIB, semuanya diskusi tentang materi RUU Kepemudaan. Saya sebenarnya tertarik dengan acara itu, ternyata sudah ada ya sebuah draft legal formal yang isinya tentang kepemudaan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama juga sebenarnya saya mendengar tentang RUU yang diajukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga itu. Jika produk terdahulu dari Kementrian ini yaitu Undang-Undang Keolahragaan sudah sah dan berlaku maka RUU ini nampaknya mengundang keingintahuan untuk mencari tahu atau mungkin mengulas beberapa hal di dalamnya. Bukan hanya kepada draft RUU itu, tapi juga kalau melihat nilai anggaran kementrian ini yang minimal, saya jadi ingin tahu seperti apa wujud hasil kerja mereka dalam aspek legal formal itu. Kita lihat saja nanti masukan apa yang kami punya untuk RUU ini, atau teman-teman punya ide, gagasan, masukan tentang itu?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, saya ingat kalau dulu pernah menulis sebuah artikel tentang “&lt;a href="http://artefaksi.blogspot.com/2007/11/pemuda-dan-kepemimpinan-pemuda.html"&gt;Pemuda dan Kepemimpinan Pemuda&lt;/a&gt;” yang dimuat di sebuah Surat Kabar Harian di Lampung. Kalau pingin baca silakan &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2007103100043548"&gt;klik disini&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-8023913372436408918?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/8023913372436408918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=8023913372436408918' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/8023913372436408918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/8023913372436408918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/06/ruu-kepemudaan-road-to-campus.html' title='RUU Kepemudaan Road To Campus'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SFSUejqhw4I/AAAAAAAAAKw/w8Cys4623ak/s72-c/Foto004.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-407330661576006795</id><published>2008-06-14T16:07:00.000+07:00</published><updated>2008-06-14T16:27:01.960+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blogger'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gubernur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='template'/><title type='text'>Akhir Pencarian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembali ke yang dahulu.. yah, sepertinya saya memang tidak menemukan lagi pasangan yang sesuai, pasangan yang bisa mengimbangi hasrat dan naluri saya, eittsss.. maksudnya itu; saya ternyata gak bisa menemukan template baru yang "rasanya" sesuai dengan saya. Memang kadang pencarian yang kita lakukan itu justru tidak menemukan suatu yang baru dan kita anggap lebih baik tapi justru membuat kita paham kalau yang sudah kita miliki dahulu memang yang diberikan sebagai yang paling baik untuk kita, halah.. bahasanya nyerempet bahaya.. Tolong jangan artikan ini sebagai gosip seleb yang sering menimpa saya, terus di investigasi kehidupan percintaan saya,hehehee..*narsis gue*. Tolong juga jangan diartikan sebagai ajakan yg berhubungan dengan politik, ini gak berkaitan sama sekali dengan pilgub lampung, emoh bahas cagub-cawagub yang berebut bikin foto pake blangkon, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;political marketing&lt;/span&gt; katanya. Coba aja tantangin mau gak mereka pake blangkon terus kalau udah jadi gubernur. Jadi inget abah dan udo, mungkin karena itu &lt;a href="http://abahoryza.wordpress.com"&gt;abahoryza&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://udozkarzi.blogspot.com"&gt;udo &lt;/a&gt;gak jadi nyalon gubernur, hahahaa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kembali ke topik, yah, cuma sekedar menemukan makna dari bolak-balik dan coba-cobanya saya untuk ganti baju (istilahnya &lt;a href="http://ratutebu.wordpress.com/"&gt;ratutebu&lt;/a&gt;). Selain itu, adalah &lt;a href="http://pojok-waroengkopi.blogspot.com/"&gt;murid blog&lt;/a&gt; yang senang bikin gambar dan &lt;a href="http://bipres.blogspot.com/"&gt;murid yang senang bersepeda&lt;/a&gt; *halah, murid.., serasa guru blog, hahaa... * dia yang terus bertanya tentang cap tangan dan template merah menyala yang dia sukai dulu dari blog ini. Lama kelamaan saya berpikir, yah mungkin identitas yang sudah nempel itu yang justru menjadikan blog saya bagus *masa syih, hehe*. Dulu sebenernya mau ganti template karena &lt;a href="http://www.abahoryza.com/"&gt;si abah&lt;/a&gt; yang komen kalo blog ini gak optimal buat bisnis online, tapi ya sudahlah, saya ternyata lebih cinta menulis ketimbang ngurusi adsense dan saudaranya yang menggiurkan tapi njelimet dan berliku-liku itu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;i just want to write!, let my mind flow in this blog!&lt;/span&gt;. Yah, inilah artefaksi yang kembali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;refresh&lt;/span&gt; sekaligus kembali ke jalur yang benarnya, yah inilah mungkin yang dibilang akhir dari pencarian, atau cinta yang makin teruji *halah...nyerempet lg*. Semoga... Bagaimana sodara-sodara ?.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-407330661576006795?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/407330661576006795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=407330661576006795' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/407330661576006795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/407330661576006795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/06/akhir-pencarian.html' title='Akhir Pencarian'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-2645341635058400938</id><published>2008-06-14T15:40:00.002+07:00</published><updated>2008-06-21T15:15:41.268+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Birokrasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='proyek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profesi guru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sertifikasi guru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Sertifikasi Tak Selamatkan Guru</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artikelku dimuat di &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008061815264111"&gt;SKH Lampung Post tgl 19/06/2008&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersenyum saat membaca salah satu berita Lampung Post tanggal 4/6/2008 yang bertajuk “&lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008060316002825"&gt;Sertifikasi Guru Dijadikan Proyek&lt;/a&gt;”. Senyum ini bukan tanda kegembiraan, hanya ekspresi ironis dari sesama pendidik. Keheranan itu sama seperti keheranan ketika melihat banyaknya program-program pemerintah dengan tujuan yang baik namun gagal atau kurang berhasil saat implementasinya dilapangan. Program-program dalam berbagai sektor tidak hanya menghasilkan efek-efek yang diharapkan sebelumnya, namun juga menghasilkan efek-efek yang tidak pernah diduga. Misalnya penyimpangan dalam proses penyaluran (missdelivery), ketidaksigapan instrumen pelaksana (uncapable), dan munculnya celah-celah kecurangan yang berusaha untuk memotong rantai proses dengan tidak fair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, masih harus dibuktikan kebenaran pernyataan mengenai kolusi antara peserta sertifikasi 2007 dalam penilaian portofolio oleh assessor (penilai) yang bertujuan memberikan kelulusan murni dengan angka maksimal 850 sehingga tidak harus mengikuti diklat selama satu pekan di Bandar Lampung tersebut. Dalam beberapa kasus sosial saat ini, kecurigaan seperti itu bisa saja didorong oleh tingkat stress sosial yang tinggi akibat desakan kebutuhan hidup yang meningkat lalu memberikan stimulasi negatif kepada kelompok masyarakat untuk memiliki tingkat individualisme yang juga meningkat dan turunnya toleransi serta kompromi dalam interaksi sosial sehingga kemudian memunculkan prasangka-prasangka negatif yang membiaskan persoalan dari fakta sebenarnya&lt;span class="fullpost"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga yang menjadi salah satu celah dalam implementasi kebijakan sertifikasi yang memiliki dua bentuk tujuan yang implikatif, yaitu: meningkatkan kesejahteraan guru dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Secara logis kedua tujuan tersebut membentuk siklus yang tersambung, sehingga titik awal bisa dimulai dari salah satunya lalu kemudian berimplikasi pada tujuan yang lain. Tidak ada yang keliru dalam format logika tersebut, hanya saja kebijakan sertifikasi tersebut terjebak pada paradigma administratif yang berlapis-lapis. Paradigma administratif tersebut menjadikan guru sebagai sebuah objek prosedural yang harus memenuhi banyak rincian syarat administratif untuk mencapai klasifikasi yang harus dicapai guna pencapaian tujuan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kebijakan sertifikasi di Indonesia, siklus yang dimulai dari adanya inventarisasi atas kualitas penyelenggaraan pendidikan (ditunjukkan dengan skor) merupakan prasyarat untuk peningkatan kesejahteraan (tunjangan profesi). Muncul juga beberapa bentuk rincian syarat invensi yang selama ini langka bagi kalangan guru, misalnya seminar dan karya tulis. Guru yang selama ini memiliki paradigma sederhana tentang pembelajaran mengalami jarak kapasitas yang jauh untuk mengejar kesenjangan tersebut. Sehingga akibatnya kemudian, guru harus membagi waktunya untuk mencari syarat-syarat administratif tersebut melalui cara-cara tertentu. Pada beberapa kasus, muncul oknum yang kemudian memanfaatkan kondisi tersebut dan menghasilkan data yang tidak valid untuk menunjukkan kapasitas dari guru tadi. Muncul tindakan-tindakan negatif seperti pemalsuan berkas, jual beli komponen berkas, bahkan tindakan kolutif di dalam proses administratif tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya setuju dengan konsep bahwa pendidikan yang bermutu memiliki kaitan kedepan (Forward linkage) dan kaitan kebelakang (Backward linkage). Forward linkage berupa bahwa pendidikan yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju, modern dan sejahtera (Fasli Djalal: 2007). Backward linkage yang salah satunya ditentukan oleh keberadaan guru yang bermutu, yakni guru yang profesional, sejahtera dan bermartabat merupakan elemen utama yang memang harus menjadi perhatian utama dalam kebijakan pendidikan. Fakta di negara maju lain yang menempatkan issue sumber daya pendidik sebagai bagian terbesar dalam kebijakan pendidikan mereka merupakan salah satu resep utama dalam meningkatkan kemampuan kompetitif sumber daya bangsanya. Dari alokasi dan distribusi anggaran negara, manajemen karir pendidik, dan regenerasi kapasitas pendidik merupakan dimensi pokok yang menjadi point utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang justru berkembang kini adalah kuatnya paradigma administratif dalam kebijakan pendidikan kita. Paradigma administratif yang sangat kental di dalam pengelolaan tenaga pendidik di Indonesia yang dimaksud, salah satunya merujuk kepada kuatnya instrumen dan tolok ukur birokratis dalam menilai proses pendidikan. Pendidikan yang dinilai berdasarkan kelengkapan berkas dan skor evaluatif sebagai tolok ukur untuk menilai seorang guru tergolong berkualitas atau tidak, cenderung mengabaikan aspek yang sebenarnya dari pendidikan itu sendiri. Kalau paradigma pendidikan behavioristik selama ini dianggap kurang baik dan muncul perubahan pandangan menuju paradigma konstruktivis maka pendekatan yang kemudian digunakan untuk mengevaluasi proses pendidikan tadi justru tidak menghasilkan kemajuan filosofis. Guru justru terjebak untuk mengejar berkas-berkas administratif guna menunjukkan kualitas dirinya, ketimbang tindakan-tindakan konstruktivis yang benar-benar mendorong pemberdayaan kapasitas guru dalam proses pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma administratif dalam ruang pendidikan ini kemudian berubah menjadi bentuk birokratisasi pendidikan. Sebagai salah satu prospek negatif dari hal tersebut adalah terkontaminasinya dunia pendidikan oleh patologi birokrasi yang secara erat menempel dalam birokrasi yang belum sehat. Dalam satu rangkaian yang sama, patologi tersebut justru merusak proses pendidikan yang diselenggarakan. Jika pendidikan merupakan sebuah ruang yang kontemporer maka pada sisi yang lain birokrasi merupakan ruang yang memang disusun secara rigid, tidak membuka peluang yang besar terhadap semangat konstruktivisme yang justru hendak dibangun oleh wacana pendidikan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya ingin mengatakan bahwa evaluasi terhadap kapasitas guru yang memang merupakan sebuah keniscayaan untuk menghasilkan backward linkage yang bermutu. Namun, pengelolaan yang terlalu kental dengan suasana yang salah justru akan menjadikan pengelolaan pendidikan tersebut tidak mampu mengembangkan diri secara positif. Infeksi yang perlahan muncul dari patologi birokrasi justru akan membiaskan nilai yang hendak dicapai dari kebijakan pendidikan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, kebijakan ini juga sebaiknya memperhatikan secara cermat persoalan administratif itu di dalam pengelolaannya. Guru harus dilihat sebagai entitas sosial yang memiliki kepentingan untuk diakomodasi namun bukan berarti memberi ruang adanya interaksi negatif. Kontrol yang ketat dan jelas di dalam proses tersebut diselenggarakan sebagai sebuah upaya untuk menjaga integritas pendidikan. Jika memang sertifikasi tersebut hendak menyelamatkan guru agar lebih memiliki kapasitas nyata maka proses di dalamnya tersebut juga harus dijaga dari gejala-gejala infeksi patologis yang berdampak buruk. Jika gejala-gejala patologis tersebut tidak dijaga maka kebijakan sertifikasi tersebut sama sekali tidak menyelamatkan guru. (&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;artikel ini ditulis oleh: Simon S. Hutagalung- Dosen FISIP Universitas Lampung: 2008&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-2645341635058400938?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/2645341635058400938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=2645341635058400938' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/2645341635058400938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/2645341635058400938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/06/sertifikasi-tak-selamatkan-guru.html' title='Sertifikasi Tak Selamatkan Guru'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-6726655367605276178</id><published>2008-05-31T17:05:00.002+07:00</published><updated>2008-12-11T15:17:12.133+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kronologger'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Online'/><title type='text'>Kronologger</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SEEkvLOc7-I/AAAAAAAAAKo/Vv25BJEM8mo/s1600-h/kron.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 452px; height: 277px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SEEkvLOc7-I/AAAAAAAAAKo/Vv25BJEM8mo/s320/kron.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206483037102862306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini aku merasakan lagi kekuatan/ manfaat dari &lt;a href="http://www.kronologger.com/"&gt;Kronologger&lt;/a&gt;. Ya, kronologger namanya. Awalnya saat aku tau aplikasi ini kukira ini hanya sekedar program semacam sms yang gak melibatkan emosi membernya, tapi lama kelamaan terasa bahwa media ini menjadikan membernya seperti sebuah keluarga besar. Saat &lt;a href="http://kronologger.com/profile.php?userprname=sandynata"&gt;ada yang sedang terluka karena putus cinta&lt;/a&gt; misalnya, member yang lain segera menyemangati dengan kalimat yang serius ataupun yang sekedar candaan, hingga akhirnya tak terasa beban emosi menjadi perlahan cair. Sabtu 30 mei 2008 ini misalnya, mas sandy mencurahkan luka hatinya karena pacarnya yang menikah dengan orang lain, aku coba bayangkan kalau terjadi dengan orang yang pendek akal dan imannya, pasti sudah bertindak negatif. Ada juga &lt;a href="http://kronologger.com/profile.php?userprname=vetamandra"&gt;mas veta&lt;/a&gt; yang kecelakaan motor, untung kamu gak apa-apa vet.. next time be careful men..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak hanya itu, kronologger juga bisa menciptakan hubungan yang baik di antara member yang terbawa hingga kopdar saat salah satu member berkunjung ke kota member yang lain. Kami bercanda gak jelas, tertawa kecil bersama, ledek-ledekan bersama, merasakan sedih bersama dan bertukar harapan bersama. ah.. kata siapa komunitas online hanya artifisial, tipuan seperti yang dibilang "pak pakar". Kronologger hebatlah.. Hidup Kukuh.. Kukuh TW for president, hehehe..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-6726655367605276178?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/6726655367605276178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=6726655367605276178' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6726655367605276178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6726655367605276178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/05/kronologger.html' title='Kronologger'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SEEkvLOc7-I/AAAAAAAAAKo/Vv25BJEM8mo/s72-c/kron.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-6625851639035292623</id><published>2008-05-31T16:05:00.003+07:00</published><updated>2008-06-14T16:35:01.114+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BLT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BBM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Subsidi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='program pemerintah'/><title type='text'>BLT Bukan Solusi Kemiskinan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artikelku ini dimuat di SKH Radar Lampung, Senin 26 Mei 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai paket kebijakan, pemerintah menggelontorkan BLT kepada kelompok masyarakat miskin yang diidentifikasi akan menderita akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebenarnya dua kebijakan tersebut, yaitu menaikan harga BBM dan kompensasi terhadap kelompok masyarakat miskin merupakan dua kebijakan yang tidak terintegasi secara langsung. Kenaikan BBM dan program kompensasi atas kenaikan harga BBM tidak membentuk hubungan yang solutif. Dalam kata lain kebijakan kompensasi atas kenaikan harga BBM tersebut tidak lebih sebagai tindakan impulsif dari pemerintah untuk meredam efek politis yang timbul akibat pilihan tidak populer. Setidaknya terdapat beberapa logika yang mengarahkan simpulan kepada hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, program kompensasi dengan bentuk dan model yang sudah ada, terbukti memiliki ketidakefektivan. Sering diketemukan terjadinya ketidaktepatan sasaran (misstargeting), tidak tepat jumlah (missquantity) dan tidak tepat waktu penyaluran (missdelivery) serta beberapa persoalan penyaluran yang lainnya. Bentuk-bentuk penyaluran yang seperti ini memiliki kerentanan tidak hanya kepada diterimanya subsidi tersebut kepada kelompok sasaran sehingga mereka bisa mengatasi secara efektif tingginya kebutuhan hidup akibat kenaikan BBM. Namun juga, bentuk program yang demikian memiliki kerentanan untuk menghasilkan konflik horizontal pada tingkat masyarakat. Adanya kesenjangan kapasitas antara birokrasi penyaluran pada tingkat atas dan pada tingkat terendah menjadikan pengelolaan subsidi ini rentan untuk mengalami distrorsi. Bukan hanya kerentanan akan adanya penyelewengan yang nyata, namun ekspektasi yang tinggi dari masyarakat terhadap penyaluran program itu yang tidak sebanding dengan kapasitas penyaluran tersebut menimbulkan tuntutan yang tidak terimplementasi secara baik oleh implementor, sehingga akhirnya menimbulkan konflik horizontal yang menghasilkan kerugian sosial ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kedua, bentuk program cash transfer dalam model tersebut (membagikan secara langsung) terbukti tidak berkorelasi langsung dengan pemanfaatan konsumsi yang efektif bagi kelompok sasaran yang dimaksud. Fakta yang sering dijumpai adalah dana yang diperoleh oleh masyarakat tersebut digunakan secara bervariasi sesuai dengan keinginan penerimanya. Padahal maksud dari rumusan program ini agar dana tersbeut digunakan secara efektif untuk menutupi selisih biaya hidup yang semakin berjarak dengan kenaikan BBM. Artinya, program dalam format ini justru tidak mampu memberikan solusi jangka panjang yang dapat menggerakkkan kelompok masyarakat miskin agar mampu bergerak dari garis kemiskinan yang semakin menurun akibat implikasi dari kenaikan komoditas konsumsi sebagai bagian dari efek domino kenaikan BBM. Dengan demikian, program-program dalam bentuk seperti ini sebenarnya tidak berkorelasi langsung sebagai bentuk tindakan untuk menangani kemiskinan akibat kenaikan BBM sebagaimana yang dimaksud oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, format subsidi yang diperuntukkan bagi kelompok terkategori masyarakat miskin yang teridentifikasi sebagai kelompok penderita kenaikan BBM justru akan menciptakan pergeseran kelas yang semakin melebar pada kategori masyarakat miskin tersebut. Dalam kata lain, masyarakat miskin justru akan semakin meningkat. Kenapa?. Jika dilihat secara terkelompok, klasifikasi kategori masyarakat miskin sebagai penerima kompensasi tersebut akan memberikan peluang untuk menambah insentif  bagi selisih biaya hidup yang harus ditanggung oleh masing-masing rumah tangga. Sementara itu, terdapat kelompok masyarakat yang berada di luar dari kategori masyarakat miskin tersebut namun tidak tercover oleh subsidi kompensasi ini justru memiliki kerentanan yang juga meningkat. Desakan untuk mengatasi selisih biaya hidup tersebut yang menjadikan kelompok masyarakat menengah ini untuk bergerak masuk ke dalam kategori masyarakat miskin yang nantinya akan menerima kompensasi. Jadi, kebijakan menaikkan BBM dan memberikan kompensasi kepada satu kelompok terendah justru akan menimbulkan efek meningkatknya kuantitas masyarakat miskin dan kemudian berimplikasi terhadap meningkatnya nilai kompensasi yang harus diberikan kepada kelompok tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga alur pikir tersebut menunjukkan bahwa kebijakan untuk menyalurkan program-program kompensasi kepada kelompok masyarakat miskin sebagai paket dari kebijakan menaikkan harga BBM bukan merupakan kebijakan yang secara strategis akan mampu mengatasi masalah sosial ekonomi yang timbul akibat tingginya biaya hidup karena meningkatknya harga BBM. Jika menafsirkan bantuan yang diberikan dari program dalam model seperti itu akan meningkatkan akumulasi dana bagi masing-masing kepala keluarga maka bisa dikatakan benar, namun jika mengartikan program-program tadi kemudian akan mampu mengakomodasi kebutuhan hidup keluarga miskin yang jugaakan meningkat secara jangka panjang maka jawabannya adalah tidak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika yang diinginkan adalah menggerakkan masyarakat miskin agar mampu mengatasi masalah ekonomi sebagai akibat dari kenaikan BBM maka dimensi produktivitas kelompok merupakan langkah yang lebih solutif. Menjadikan kelompok masyarakat miskin agar lebih produktif sehingga mereka memiliki kemampuan yang lebih baik untuk meningkatkan daya dukung atas biaya hidup mereka merupakan langkah yang lebih tepat. Memfasilitasi akan lapangan kerja baru dan mengakomodasi kelompok-kelompok dengan keahlian yang minimal dalam kompetisi kerja merupakan langkah stimulasi makro yang dapat lebih menjawab permasalahan akibat masalah kenaikan BBM tersebut. Program-program dalam bentuk ini tidak saja akan mengatasi masalah kesejahteraan ekonomi bagi kelompok masyarakat miskin, namun juga lebih memiliki resiko sosial dalam bentuk konflik horizontal dan vertikal yang minimal. Sehingga implikasi yang dapat dimunculkan kemudian adalah terciptakan pergerakan kelompok sosial yang lebih dinamis dan produktif. Hanya saja, program dalam wujud seperti ini memang tidak akan nampak perubahannya dalam jangka pendek, hal inilah yang menjadikannya berbeda dengan program-program cash transfer yang lebih nampak wujud implementasi dan perubahannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kebijakan adalah persoalan pilihan, dan pilihan dalam aktivitas pemerintahan adalah keputusan politik. Dengan demikian pilihan pemerintah atas dua jenis keputusan ini, menaikkan harga BBM dan program kompensasi bagi kelompok masyarakat miskin merupakan dua pilihan politis yang mencerminkan resiko dan potensi pada masa datang. (ditulis oleh: Simon S. Hutagalung- Dosen FISIP Universitas Lampung).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-6625851639035292623?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/6625851639035292623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=6625851639035292623' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6625851639035292623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6625851639035292623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/05/blt-bukan-solusi-kemiskinan_31.html' title='BLT Bukan Solusi Kemiskinan'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-5641037547730567282</id><published>2008-05-24T15:14:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T15:17:12.202+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel Religi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Munajat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lupain BBM'/><title type='text'>Munajat Cinta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SDfS86fTHbI/AAAAAAAAAKc/THLO_OYKYmo/s1600-h/SANY0477new.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203859838384414130" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SDfS86fTHbI/AAAAAAAAAKc/THLO_OYKYmo/s320/SANY0477new.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;Mikirkan BBM naek bisa puyeng... mending baca buku yang dibeli waktu di jogja. Judulnya Munajat Cinta, karya dari Taufiqurrahman al-Azizy. Hmmm... kenapa waktu liat buku ini jadi menyamakan dengan seri bukunya Habiburahman el zhirazy yah.. Yo wiss.. di baca dengan cermat.. Ternyata memang beda. Kalo cerita yang di tulis oleh Beliau ini lebih kuat unsur religiusnya (dalam arti unsur pop-nya memang dibatasi oleh pemahaman yang kuat tentang islam). Intinya berkisah tentang pencarian jatidiri seorang Ayda, seorang gadis muda yang secara tiba-tiba ditimpa ujian dalam bentuk harapan-harapan yang kandas. Dalam kegalauan dan pertanyaan-pertanyaan putus asanya dia bertemu dengan beberapa orang yang kemudian memberi inspirasi padanya tentang hidup, tentang jati diri manusia sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;Ini kutipan resensinya yang saya dapet dari &lt;a href="http://www.erabookstore.com/index.php?productID=345"&gt;toko buku online&lt;/a&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;"Ruwayda, seorang gadis yang diberkahi dengan kecerdasan istimewa, lahir dari keluarga kaya, tiba-tiba harus berhadapan dengan kenyataan pahit yang menimpa keluarganya. Ayahnya bangkrut! Cita-citanya untuk menjadi mahasiswi kandas. Hampir setiap hari kedua orang tuanya terlibat pertengkaran karena utang dan kekurangan. Jiwa Ruwayda terguncang. Kebangkrutan telah memorak-porandakan keharmonisan cinta ayah dan ibunya. Di atas tanah pekuburan Paponan di daerah Parakan, Ruwayda sampai pada kondisi kejiwaan yang amat kritis! Antara menjadi pelacur agar bisa memperoleh uang cepat atau mengakhiri hidup yang penuh sengsara ini. Ia kehilangan pesona imannya sebagai muslimah gara-gara belenggu uang, cinta, harga diri, dan ke-bahagiaan. Novel religius ini menuturkan dengan sangat kuat pergulatan jati diri penuh liku seorang gadis mencari kesejatian hidup, cinta, dan imannya."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gimana?, hmm.. rasanya novel ini cocok untuk anak muda yang memang sedang dalam masa transformasi, mereka yang masih mencari jati dirinya. Are you ?.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-5641037547730567282?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/5641037547730567282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=5641037547730567282' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/5641037547730567282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/5641037547730567282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/05/munajat-cinta.html' title='Munajat Cinta'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SDfS86fTHbI/AAAAAAAAAKc/THLO_OYKYmo/s72-c/SANY0477new.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-7555557951996945851</id><published>2008-05-22T15:33:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T15:17:12.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lampung timur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='melinting'/><title type='text'>Tari Melinting</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SDUyYqfTHaI/AAAAAAAAAKU/CItsnERjhWs/s1600-h/Foto028.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 173px; height: 136px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SDUyYqfTHaI/AAAAAAAAAKU/CItsnERjhWs/s320/Foto028.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203120343800290722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SDUwQKfTHZI/AAAAAAAAAKM/eRLjxkA9IYY/s1600-h/Foto013.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 212px; height: 138px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SDUwQKfTHZI/AAAAAAAAAKM/eRLjxkA9IYY/s320/Foto013.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203117998748147090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tari ini adalah tari melinting. Sudah lama saya melihat terakhir tari ini, mungkin sudah 6 tahun yang lalu. Saat itu ada acara keluarga besar di Lampung Timur, kebetulan keluarga dari ibu adalah orang lampung sukadana. Saat tahu ada tari ini di pentaskan di kampus saya pada hari ini (22 Mei 2008) saya langsung tertarik untuk melihatnya lagi. Tari melinting adalah tarian yang berasal dari wilayah lampung timur. Kelompok seni yang mementaskan tari ini berasal dari Labuhan Maringgai dan mereka juga sudah memiliki pengalaman tampil di beberapa tempat bahkan di luar negeri. Wah... hebat juga ternyata tari dari daerahku ini sudah manggung di Belanda, Jerman dan Amerika Serikat. Hebat. Saya juga salut kepada anak-anak muda yang menajdi penarinya. Beat the rock star !&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-7555557951996945851?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/7555557951996945851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=7555557951996945851' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7555557951996945851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7555557951996945851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/05/tari-melinting.html' title='Tari Melinting'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SDUyYqfTHaI/AAAAAAAAAKU/CItsnERjhWs/s72-c/Foto028.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-455384637625485365</id><published>2008-05-18T17:43:00.000+07:00</published><updated>2008-05-18T17:48:05.969+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ideologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BBM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebangkitan Bangsa'/><title type='text'>Seabad Kebangkitan Bangsa dan BBM Selangit</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;artikel ini ditulis juga di &lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.seruit.com/?p=314"&gt;&lt;em&gt;SeruitDotCom&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah sayang sekali, mestinya tim uber menang supaya seratus tahun kebangkitan bangsa bisa lebih semarak”, seorang teman mengirim sms saat kami sedang nonton pertandingan final piala uber. Sedikit tertawa saya balas smsnya “ memangnya kalo gak menang gak jadi kebangkitan bangsanya?, haha..”, sengaja saya tambahkan ketawa (haha..) supaya dia paham kalau saya sekedar bercanda. Tanpa diduga sms saya dibalas; “ o iya ya, memangnya apa yang bangkit sih di seabad kebangkitan bangsa?, toh malah semakin terpuruk, mana BBM mau naek lagih, hehe…”. Saya menarik nafas, no comment deh, sms-an berakhir. Tanpa diduga dia mengirim sms lagi, “ jangan-jangan tim thomas dan uber kalah karena waktu tanding mikirin BBM yang mau naek juga, makanya pikirannya mumet terus kalah deh, hehe..”. Saya pun tertawa.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi benar juga. Kadang kita merayakan suatu hari tapi tidak tahu kenapa mesti merayakan peringatan itu dan apakah benar-benar berarti perayaan itu?. Kadang kita seperti manusia ironi (ironic-man), di satu sisi mencoba tertawa meski tidak tahu kenapa kita tertawa, disisi yang lain kita menangis tapi tak tahu patutkah ditangisi sesuatu itu. Pertanyaan-pertanyaan yang hadir dalam perbincangan spontan itu punya makna renungan yang kuat buat kita; orang Indonesia. Apa yang bangkit di perayaan seabad ini?, atau pertanyaan “ Siapa yang sebenarnya memperingati kebangkitan bangsa itu?”, ah.. kadang saya bingung sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau berpura-pura formal dengan mengatakan bahwa peringatan itu miliki kita semua sebagai bagian dari bangsa Indonesia kok rasanya naif sekali, apalagi waktu melihat kondisi masyarakat yang harus ngantri membeli bensin yang makin langka, saat melihat harga pakaian yang semakin melangit buat manusia sederhana seperti aku atau saat orang-orang kampungku kebingungan dengan janji adanya BLT untuk membeli minyak tanah yang harganya sudah naik duluan, mataku basah saat mendengar tetangga yang makan rerumputan untuk hidup. Aku meringis saat melihat manusia Indonesia menjadi serigala bagi manusia Indonesia yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi saya ingin bersikap sinis dengan mengatakan “ ah, aku belum merasakan arti dari kebangkitan bangsa”, kok rasanya tega sekali. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia aku bersyukur telah lahir di negeri yang luas dan kaya ini, namun entah kenapa semakin lama aku semakin merasa kalau yang tega itu bukan aku, lantas siapa?. Mungkin mereka akan berpikir kalau aku kehilangan nasionalisme, atau aku tidak hafal lagu Indonesia Raya, tidak hafal butir-butir Pancasila, dan ah… Aku cinta bangsa ini maka itu tidak pernah sekalipun berkata “aku benci Indonesia”, aku masih merasa bagian dari bangsa ini maka aku berkata “ ayo tim Uber, kalahkan Cina, jadilah kebanggaan Indonesia di mata Dunia”, aku sayang dengan bangsa ini maka mencoba berbagi sebagaimana manusia Indonesia yang lainnya juga mencoba berbagi, dan aku peduli dengan bangsa ini maka aku berdoa “ Semoga kita sebagai bangsa bisa keluar dari segala kesulitan yang ada, Amin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku heran waktu mereka mengukur nasionalisme dengan ukuran hafal butir-butir Pancasila, hafal lagu Indonesia Raya, hafal lagu dari sabang sampai merauke dan lainnya. Heran.., bukankah semua itu ciptaan satu sosok orang diantara sekian banyaknya manusia Indonesia yang juga berkorban bahkan dengan nyawanya. Sebagai hasil pemikiran tentu patut kita hargai, tapi sebagai sebuah ukuran Ideologi rasanya terlalu sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Ideologi dalam arti yang sebenarnya ada di dalam pikiran dan hati masing-masing manusia Indonesia. Ideologi terbentuk sebagai hasil cara pikir dan rasa dalam memandang hidup dan menjalani hidup bersama. Terkadang yang tidak konsisten dengan ideologi bersama itu justru bukan masyarakat Indonesia, di satu sisi muncul kebijakan liberal (harga pasar) namun memanipulasi bentuk-bentuk konservatifisme (subsidi) bukankah tidak ada di dalam Pancasila, bukankah justru membuat nelangsa dari Sabang sampai Merauke. Meski demikian aku tetap berusaha bernyanyi Indonesia Raya, sebagai sebuah harapan untuk masa depan. Setidaknya untuk anak cucuku kelak yang benar-benar menemukan arti dari Kebangkitan Bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-455384637625485365?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/455384637625485365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=455384637625485365' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/455384637625485365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/455384637625485365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/05/seabad-kebangkitan-bangsa-dan-bbm.html' title='Seabad Kebangkitan Bangsa dan BBM Selangit'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-8607289482443420029</id><published>2008-05-18T17:36:00.002+07:00</published><updated>2008-06-14T16:39:43.282+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BLT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BBM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mobile Oil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Exxon'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Migas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertamina'/><title type='text'>Problem Produksi BBM Indonesia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Demikian rindunya masyarakat akan harga BBM murah ditunjukkan melalui opini masyarakat yang muncul dalam keseharian. Kebutuhan hidup yang saat ini dirasakan semakin tidak terjangkau dan mempengaruhi dimensi kehidupan yang lain menjadi semakin sulit untuk dipenuhi. Fakta yang lain juga mengungkap tentang BBM sebagai sebuah bentuk monster yang dalam beberapa episode pemerintahan Indonesia menjadi variabel yang berkorelasi dengan kejatuhan rezim-rezim semenjak orde lama hingga rezim yang lalu. Bukan hendak menakuti, tapi monster yang diciptakan oleh pembuat kebijakan tersebut akhirnya memangsa penciptanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa BBM menjadi isu paling strategis yang memiliki kekuatan demikian besar dalam politik pemerintahan?. Karena komoditas tersebut adalah faktor produksi primer untuk melaksanakan aktvitas rutin. Sebagai faktor produksi, komoditas itu akan berkorelasi dengan efisiensi dan efektivitas hasil yang dapat diperoleh dari proses aktivitas individu ataupun institusi. Semakin tinggi nilai faktor produksi maka semakin minimal juga output yang dapat dihasilkan dari proses aktivitas. Sehingga setiap individu akan berharap pada kondisi optimum dimana nilai komoditas tersebut berada pada titik efisien sehingga hasil yang diperoleh dari proses aktivitas pun menjadi maksimal. Logika sosial ekonomi ini juga menjadi input model yang mempengaruhi logika sosial politik dalam negara, dimana komoditas inti tersebut berhubungan dengan kebutuhan alamiah setiap individu dan organisasi. Karenanya konsumsi atas BBM tersebut menjadi satu hal yang tidak dapat tergantikan, sekalipun harganya meningkat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapasitas konsumsi BBM dalam negeri yang semakin meningkat tersebut pula yang menjadi latar kebijakan menaikan harga BBM, sementara itu dengan harga minyak dunia yang semakin meningkat maka biaya subsidi atas harga BBM untuk konsumsi dalam negeri juga semakin meningkat dan membebani APBN. Konsumsi atas BBM yang meningkat pada saat ini pula yang mendorong lahirnya program energi alternatif, meski kemudian belum nampak keberhasilan dalam skala besar atas program tersebut. Persoalan keputusan ekonomi berkaitan secara runtut dari dimensi produksi hingga dimensi konsumsi. Jika yang lebih menjadi argumennya adalah persoalan konsumsi maka apa yang sebenarnya terjadi dalam dimensi produksi migas Indonesia?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dimensi produksi migas Indonesia terlihat adanya pengelolaan produksi migas yang kurang baik. Problem dalam pengelolaan ini terjadi dalam bentuk produksi migas dan kontrak produksi dengan perusahaan asing migas. Dalam hal produksi migas yang berpangkal dari menurunnya kuantitas produksi minyak mentah dari 1.600 juta barel hingga 900 juta barel per hari. Adapun penyebab dari turunnya cadangan minyak tersebut adalah, pertama kondisi ladang minyak Indonesia yang dikelola oleh Pertamina sudah sangat tua dan memiliki teknologi yang sudah ketinggalan zaman. Ditambah dengan persoalan politik dan struktural dalam perusahaan Migas juga mempengaruhi kemampuan untuk penerimaaan pemerintah yang mengecil. Laba bersih PT Pertamina (Persero) yang turun 27,3 % dengan nilai Rp. 17,8 Trilyun dibandingkan laba tahun 2007 sebesar 24,5 trilyun. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan perusahaan migas asing yang juga bereksplorasi di wilayah Indonesia. Penyebab kedua, berhubungan dengan peran perusahaan migas asing yang lebih dominan dalam eksplorasi dan produksi migas Indonesia. Kendali pemerintah Indonesia yang lemah atas perusahaan-perusahaan asing ini justru memberikan peluang bagi mereka untuk melakukan tindakan sendiri dalam alokasi dan distribusi migas Indonesia. Misalnya dalam pembangunan jalur pipa yang mengalirkan hasil eksplorasi dari berbagai blok minyak di Indonesia ke Singapura, justru menyebabkan potensi hilangnya minyak kita semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu jika melihat tingkat konsumsi minyak dalam negeri sudah sangat tinggi yaitu 1.084.000 barrel per hari maka selisih kuantitas migas yang diekspor dan menjadi pendapatan bagi negara sangat minimal. Jika saja produksi migas tersebut bisa di maksimalkan menjadi 1,5 juta barel saja maka pendapatan ekspor migas yang ada tersebut bisa menutupi harga minyak dalam negeri. Memang hal tersebut mensyaratkan dilakukannya dengan eksplorasi atas potensi cadangan minyak baru di wilayah Indonesia. Jika melihat besaran cadangan minyak baru di wilayah Indonesia yang sudah terbukti sebesar 4.7 Milliar barrel dan cadangan yang potensial berkisar 5 milliar barel maka eksplorasi tersebut menjadi salah satu jalan yang dapat mengurangi beban biaya migas di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem produksi migas tersebut diikuti oleh masalah kontrak produksi migas, jika merujuk kepada UU Migas Nomor 22/2001, pembagian keuntungan antara Pemerintah Indonesia dengan perusahaan asing dilakukan melalui skema Production Sharing Contract (PSC). Dalam skema PSC tersebut, Cost Recovery sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Indonesia. Cost recovery tersebut mencapai US$9, 03 per barel, sedangkan rata-rata cost recovery minyak mentah dunia sekitar US$4-US$6 per barel. Jadi, cost recovery Indonesia lebih tinggi sekitar 75 persen -125 persen per barel, dibandingkan rata-rata negara produsen minyak mentah di dunia. Kondisi itu menunjukkan keuntungan atas produksi migas di Indonesia justru di nikmati oleh grup-grup korporasi dan Negara induknya. Hal ini bisa dibuktikan jika melihat data total produksi minyak Indonesia yang rata-rata 900 juta barel per-hari, dimana sekitar 81% (atau 894.000 barel) adalah minyak mentah. Namun dibalik besarnya kuantitas tersebut ternyata hampir 90% dari total produksi tersebut berasal dari 6 MNC, yakni; Total (30%), ExxonMobil (17%), Vico (BP-Eni joint venture, 11%), ConocoPhillips (11%), BP (6%), and Chevron (4%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta-fakta tersebut menyimpulkan agar pendekatan pemerintah dalam menangani krisis migas di Indonesia tidak hanya pada dimensi konsumsi namun juga mencakup pada dimensi produksi. Dengan masih luas dan besarnya potensi minyak bumi di wilayah Indonesia semestinya menjadi salah satu prioritas investasi pemerintah. Pada sisi yang lain pengelolaan migas yang dijalin dengan perusahaan migas asing di wilayah Indonesia juga dilakukan dengan skema yang juga menguntungkan pihak Indonesia secara langsung, toh pemilik syah dari kandungan migas itu adalah bangsa Indonesia sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Indonesia sebaiknya kemampuan negosiasi dan manajemen kebijakan migas yang kuat di mata perusahaan migas internasional tersebut. Kontrak ulang atau bahkan nasionalisasi atas beberapa kontrak yang ternyata merugikan pihak Indonesia dapat menjadi pilihan kebijakan yang realistis. Melalui peningkatan produksi migas di masa datang setidaknya setiap dibalik kenaikan harga minyak dunia ini, Indonesia justru dapat menjadi negara yang paling menikmati kenaikan harga tersebut, bukan yang paling menderita lagi. (Artikel ini ditulis oleh: Simon S. Hutagalung (Dosen dan Peneliti FISIP Universitas Lampung).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-8607289482443420029?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/8607289482443420029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=8607289482443420029' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/8607289482443420029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/8607289482443420029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/05/problem-produksi-bbm-indonesia.html' title='Problem Produksi BBM Indonesia'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-2110853861645655031</id><published>2008-05-17T10:01:00.004+07:00</published><updated>2008-12-11T15:17:13.275+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PNS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sragen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bupati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untung Wiyono'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SIM'/><title type='text'>Kunjungan Ke Jogja-Sragen (Part 2)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SC5MaPOwf_I/AAAAAAAAAJs/F_xM2af1V1A/s1600-h/SANY0371.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201178633308241906" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SC5MaPOwf_I/AAAAAAAAAJs/F_xM2af1V1A/s320/SANY0371.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah di UGM, maka kunjungan selanjutnya adalah &lt;a href="http://www.sragen.go.id/"&gt;Kabupaten Sragen&lt;/a&gt;. Kenapa ke Sragen?. Sragen adalah salah satu kabupaten yang sudah terkenal dengan praktik-praktik terbaiknya (best practices) dalam pengelolaan pemerintahan daerah. Kabupaten Sragen yang awalnya memiliki kondisi alam yang tidak bersahabat (sebagian besar adalah lahan kering) mampu meningkatkan PAD nya hingga 1000% dalam 7 tahun. Kabupaten Sragen juga menjadi salah satu contoh sukses dalam pengembangan sistem administrasi yang menggunakan teknologi komunikasi dan informasi dalam berbagai aktivitas pemerintahannya. Kabupaten ini juga memiliki komitmen yang tinggi dalam pengembangan SDM aparaturnya, contohnya adalah syarat penguasaan TOEFL skor 500 bagi pejabat yang hendak naik pangkat serta penguasaan komputer yang merupakan kewajiban bagi semua aparatur menggambarkan komitmen untuk meningkatkan nilai kompetitif di antara SDM aparatur pada daerah lainnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kunci suksesnya adalah kepemimpinan (leadership). Untuk memulai sebuah perubahan &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201182004857569298" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SC5PefOwgBI/AAAAAAAAAJ8/j-mRaCVFL7Q/s320/SANY0356.JPG" border="0" /&gt;tantangan yang dihadapi sangat besar, penolakan, penentangan yang dihadapi dapat menjadi gangguan yang serius dalam sebuah kepemimpinan. Namun gaya kepemimpinan dan karakter yang dimiliki oleh seorang pemimpin dalam mengatasi gangguan dan hambatan tersebut dapat menjadi kunci sukses bagi sebuah inovasi. Hal ini terbukti pada Kabupaten Sragen, Bapak Untung Wiyono selaku Bupati Sragen sempat mengatakan hal tersebut, beliau menceritakan tantangan yang besar dari banyak pihak saat dirinya hendak melakukan berbagai inisiatif perubahan. Tantangan dari Pemerintah Pusat melalui departemen-departemennya, dari Legislatif daerah, pengusaha, LSM dan pihak tertentu di daerah. Namun kemauan untuk membangun kepercayaan (trust) di tengah masyarakat daerahnya merupakan strategi awal yang ditempuh agar berbagai inisiatif inovatif lainnya bisa berjalan. Delegasi beberapa kewenangan hingga pada tingkat kecamatan dan kelurahan, memangkas pajak dan retribusi yang memberatkan masyarakat dan membangun birokrasi pelayanan yang lebih responsif dan profesional diwujudkan secara konkret dan konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa hal bahkan Kabupaten ini lebih maju dari Pemerintah Pusat. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen yang dilakukan terintegrasi dari tingkat instansi pelayanan seperti Kelurahan, Rumah Sakit, Polisi, SPBU dan lainnya berjalan dengan baik sehingga keputusan-keputusan adminsitratif dalam dilakukan dengan efisien. Bahkan selanjutnya, pak Bupati berencana untuk mengembangkan Sistem Informasi Kependudukan yang mengintegrasi data penduduk pada Kabupaten ini dalam satu database, sehingga kebutuhan administrasi bagi masing-masing penduduk dapat terpantau secara efektif dan efisien. Pengembangan juga dilakukan dalam fasilitasi kebutuhan komunikasi aparatur PNS pemdanya dengan menyediakan saluran komunikasi gratis yang dimiliki sendiri oleh Pemkab. Jadi Pegawai setempat tidak perlu mengeluarkan uang untuk berkomunikasi di dalam wilayah Kabupaten tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201184053556969506" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SC5RVvOwgCI/AAAAAAAAAKE/0VMOwu2d6Qc/s320/SANY0377.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berpijak pada “ Rakyat Makmur, PNS Sejahtera”, menjadikan aparatur pemerintah daerah setempat terpacu kinerjanya dalam melayani masyarakat. Mekanisme kontrol yang dikembangkan oleh Pak Bupati menjadikan PNS lebih disiplin dalam bekerja namun tetap sebanding dengan insentif reward yang diberikan kepada masing-masing aparatur. Bayangkan saja dengan sistem reward ini seorang PNS dokter pada sebuah rumah sakit daerah dapat memiliki pendapatan hingga 10 juta sebulan, meski memang harus disertai dengan kinerja yang baik. Jadi, maukah daerah lain mencontoh Sragen ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BDL/ 16-05-2008&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-2110853861645655031?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/2110853861645655031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=2110853861645655031' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/2110853861645655031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/2110853861645655031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/05/kunjungan-ke-jogja-sragen-part-2.html' title='Kunjungan Ke Jogja-Sragen (Part 2)'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SC5MaPOwf_I/AAAAAAAAAJs/F_xM2af1V1A/s72-c/SANY0371.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-8664631792897223821</id><published>2008-05-17T07:40:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T15:17:13.638+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UGM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sragen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahasiswa'/><title type='text'>Kunjungan Ke Jogja-Sragen (Part 1)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SC4uufOwf9I/AAAAAAAAAJc/DtwYC8as5a0/s1600-h/SANY0314.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201145995851759570" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SC4uufOwf9I/AAAAAAAAAJc/DtwYC8as5a0/s320/SANY0314.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari tanggal 11- 15 Mei yang lalu, saya berkesempatan mengunjungi Yogyakarta dan Kabupaten Sragen. Ke Jogja untuk mengunjungi rekan-rekan pengajar (dosen) pada bidang yang sama dengan saya. Alhamdullilah sambutan rekan di sana sangat baik, sempat berbincang panjang lebar, bercanda gurau kemudian bertukar nomor kontak agar dapat tetap terjalin hubungan yang berlanjut. Awalnya kami di sambut oleh pak Made Krisna, seorang dosen yang lulusan Master dari australia, saya sedikit kaget sewaktu melihat atmosfer di sana, ternyata jauh dari perkiraan sebelumnya yang menduga mereka orang yang kaku dan kuno. Ada banyak kesamaan niat dan langkah dalam mengelola dunia pendidikan antara kami dan mereka, juga ada beberapa pelajaran tentang hal yang sama dari mereka. Sementara itu, pengamatan sekilas yang saya lakukan kepada mahasiswa di sana memunculkan sebuah gambaran yang pasti berbeda dengan di sini (Lampung). Foto ini misalnya, menunjukkan bagaimana keseriusan mereka dalam menimba ilmu, diskusi bisa dilakukan di taman, bahkan halaman parkir kampus. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201147494795345890" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SC4wFvOwf-I/AAAAAAAAAJk/nyRSHni2vEA/s320/UGM.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar jika mereka juga cukup difasilitasi oleh berbagai infrastruktur yang baik, kalau berbicara tentang geduang nampaknya tidak ada yang spesial, namun adanya fasilitas seperti akses internet melalui WIFI yang terbuka dan dengan signal yang kuat misalnya mempermudah mereka dalam mencari bahan kuliah. Bahkan, yang menarik bagi saya adalah berfungsinya peran mahasiswa itu sendiri dalam pengelolaan perkuliahan. Saya kagum waktu melihat mahasiswa sudah ada di kelas sepuluh menit sebelum dosennya masuk kelas, mungkin tidak pernah ada dosen yang sibuk mencari-cari mahasiswa yang terlambat masuk. Saya tertawa kecil waktu pikiranku sekilas mengingat kebiasaan di kampusku, hehe.. Selain itu berfungsinya juga peran asisten dosen dan asisten riset yang direkrut dari mahasiswa semester akhir dan alumni dalam pembimbingan perkuliahan. Mereka nampak bersemangat sekali. Satu hal yang selama ini ambigu di kampusku, apalagi jika melihat proses anggaran pembiayaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi satu hal yang membuat saya bangga adalah sikap mahasiswa yang saya bawa, mereka tidak minder, bahkan sangat percaya diri dalam agenda-agenda yang dilaksanakan. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi dengan mahasiswa UGM. Semoga dengan aktivitas itu mereka punya pembanding yang bisa membuat mereka jadi lebih percaya diri dalam kuliah dan melihat kapasitas dirinya di antara lulusan-lulusan universitas lainnya di Indonesia. Toh, dimana pun karakter pendidikan Indonesia adalah sama, yang membedakannya hanya kualitas input dan manajemen pendidikan pada masing-masing Universitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih pak Samudera (Kajur) dan pak Made (Sekjur) atas sambutannya, kunjungan kemarin membawa banyak masukan buat kami. Semoga hubungan ini masih bisa berlanjut dengan baik di masa datang, demikian kurang lebih isi SMS yang saya kirim kepada pak made, sewaktu mohon pamit dari UGM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BDL, 17/05/2008&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-8664631792897223821?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/8664631792897223821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=8664631792897223821' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/8664631792897223821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/8664631792897223821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/05/kunjungan-ke-jogja-sragen-part-1.html' title='Kunjungan Ke Jogja-Sragen (Part 1)'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SC4uufOwf9I/AAAAAAAAAJc/DtwYC8as5a0/s72-c/SANY0314.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-3965818059098311666</id><published>2008-05-03T13:00:00.001+07:00</published><updated>2008-12-11T15:17:13.847+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='palembang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blogger'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wongkito'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mayday'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='enda nasution'/><title type='text'>Mayday at Palembang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SBwAT3HG2WI/AAAAAAAAAJU/a3oMDyOLyqM/s1600-h/SANY0283.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196028411289983330" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SBwAT3HG2WI/AAAAAAAAAJU/a3oMDyOLyqM/s320/SANY0283.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Foto di samping ini adalah foto crew &lt;a href="http://www.seruit.com/"&gt;seruit.com&lt;/a&gt; saat menghadiri acaranya komunitas blogger &lt;a href="http://www.wongkito.net/"&gt;wongkito&lt;/a&gt; di Palembang (daku yg mana hayo..). Acara yang digelar wongkito itu cukup terorganizer dengan baik, krunya cukup kompak dan solid, saya jadi terkagum dengan kerja tim seperti itu. Meski memang seperti dalam diskusi dengan &lt;a href="http://abahoryza.wordpress.com/"&gt;abahoryza&lt;/a&gt;, acara seperti ini kurang greget karena komunitas blogger yang hadir kurang beragam, paling tidak seluruh wilayah sumatera mungkin bagus juga. Sempat terlontar gagasan dari pengelola komunitas blogger palembang tentang menyatukan blogger sumatera itu, jujur saja usul itu menarik untuk didukung. Dalam acara itu pula Enda Nasution menjadi pembicara kunci dalam acara tersebut. Ternyata bang enda (demikian saya memanggilnya) cukup supel bergaul di antara kami blogger junior ini (ih, sebutan baru tuh..,hehe..), sempat mengikuti diskusi dan foto-foto bersama beliau. Jadi terpikir untuk mengundang beliau jika kami blogger Lampung punya gawe.. boleh ya bang.. oke, terima kasih.. (Palembang: 1 Mei 2008/Mayday)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-3965818059098311666?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/3965818059098311666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=3965818059098311666' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/3965818059098311666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/3965818059098311666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/05/mayday-at-palembang.html' title='Mayday at Palembang'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/SBwAT3HG2WI/AAAAAAAAAJU/a3oMDyOLyqM/s72-c/SANY0283.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-5423006896523064232</id><published>2008-04-29T16:04:00.005+07:00</published><updated>2008-05-03T13:27:51.555+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada'/><title type='text'>Artis dan Politik</title><content type='html'>&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Artikel ini juga diposting di &lt;a href="http://www.seruit.com/"&gt;seruit.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Sewaktu saya dan seorang teman sedang mendengar berita yang menyebutkan kalau Saiful Jamil mendaftar sebagai calon wakil walikota Serang lewat PPP, kami nyengir-nyengir kuda. Teman saya bahkan bergumam “ &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;busyet, pede banget tuh orang..&lt;/span&gt;”. Lantas saya menimpali “ &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;ya jelas pede dong, gak mungkin berani nyalon kalo takut-takut, hehe..&lt;/span&gt;”. Teman saya itu membalas “ &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;bukan gitu masalahnya, tapi apa dikiranya politik itu kayak aji mumpungnya seleb ya, penyanyi aji mumpung maen pilem, pemaen sinetron aji mumpungnya nyanyi, sekarang mereka nambah aji mumpung yang baru; ikutan pilkada&lt;/span&gt;”. Saya menimpali “ i&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;ya ya, setelah rano karno dan dede yusuf kayaknya bakal muncul lagi artis-artis yang mencoba cicipi langkah jadi pejabat daerah, kayaknya mereka mulai sadar potensi penarik massa yang ada pada mereka, kasian deh orang parpol kalah prospek.., hehe...&lt;/span&gt;”. Perbincangan pun diakhiri dengan tegukan segelas kopi. Sembari menyaksikan tivi yang memberitakan artis Rieke Diah Pitaloka yang juga akan maju ke pilkada kota Bandung.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Unik memang, di waktu seleksi kepemimpinan daerah mensyaratkan popularitas personal guna mendapat daya tarik pemilih maka artis yang dekat dengan selebritas publikasi menjadi salah satu pilihan bagi partai politik guna unggul dalam pemilihan tersebut. Memang kemudian banyak yang berdebat jika keberadaaan artis itu sekedar &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;vote getter&lt;/span&gt;, bahkan secara eksterm tidak mengharapkan artis-artis itu bakal punya kemampuan manajemen dan politik yang mumpuni. Memang benar, bukan sembarang artis yang bisa masuk ke lingkaran ini, sangat gak mungkin kalau Julia Perez kemudian di rekrut oleh Pemkab mana gituh..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Satu pertanyaan yang kemudian ada di benak saya, hal ini juga berawal dari pesan di shoutbox saya antara seorang teman (wahyu) dengan saya yang kemudian direspon oleh &lt;a href="http://udozkarzi.blogspot.com/"&gt;Udo&lt;/a&gt;. Rasanya kok lucu kalau berbicara tentang kesamaan fenomena tersebut dengan prospek di Lampung. Mungkin karena tidak ada artis Lampung yang mumpuni, yang kharismatik, yang potensial untuk memimpin. Jika ada, ya dia juga seorang &lt;a href="http://andyahmad.com/"&gt;bupati &lt;/a&gt;yang sampai sekarang masih menggantung posisinya di mata partai politik Lampung. Banyak yang juga pesimis dengan dia, tapi entahlah. Jangan tergoda untuk ikut-ikutan. Saya hanya tergoda oleh tantangan dari Udo tentang “mari kita bicara politik di seruit”, oke do… ayo kita bicara politik,hehe&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-5423006896523064232?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/5423006896523064232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=5423006896523064232' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/5423006896523064232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/5423006896523064232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/04/artis-dan-politik.html' title='Artis dan Politik'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-6711883936412243435</id><published>2008-04-29T12:40:00.001+07:00</published><updated>2008-05-03T12:49:15.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='intermezo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekspektasi'/><title type='text'>Ekspektasi</title><content type='html'>Apa yang terjadi kalau ekspektasi orang terhadap kita terlalu tinggi?. Ya, setidaknya itu yang sedang dialami oleh si daku saat ini. Ekspektasi itu bisa melambungkan nilai kita namun juga bisa memberatkan. "&lt;em&gt;Kenapa gak daftar ke amrik, kenapa gak ke jepang, atau minimal australia lah..."&lt;/em&gt;, atau omongan "&lt;em&gt; padahal ekspektasi kita terhadap kamu lebih dari ini, lho..&lt;/em&gt;". ah.. bukannya gak mau, tapi rasanya kok yang dibutuhkan si daku bukan sekedar itu, si daku butuh sesuatu yang nyata, yang bukan mimpi, si daku lelah dengan mimpi. Proyeksi yang semoga saja objektif tentang si daku mungkin saja setinggi harapan itu, tapi boleh dong jika si daku kemudian memilih untuk tetap pada sesuatu yang tidak rumit dan njelimet, meskipun sebenarnya yang seperti disarankan itu juga memang lebih terpandang di komunitas profesinya daku. Toh, mungkin saat ini si daku lebih baik memilih yang memang bisa dimiliki, lebih baik memilih yang tenteram ketimbang yang gemerlap namun meresahkan dan membuat rumit. Ahh.. posting ini sekedar intermezo di antara posting-posting beratku, tapi kayaknya tetep aja berat, agak klise, huehehehe...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-6711883936412243435?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/6711883936412243435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=6711883936412243435' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6711883936412243435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6711883936412243435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/04/ekspektasi.html' title='Ekspektasi'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-3454858898623903128</id><published>2008-04-22T19:42:00.001+07:00</published><updated>2008-04-22T20:04:12.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kartini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laki-Laki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari'/><title type='text'>Hari Kartini dan Laki-Laki</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ada satu kejadian yang menarik buatku di saat hari Kartini kemarin (21/04/2008). Mahasiswi yang terhimpun di dalam sebuah organisasi kampus berkeliling ke ruang-ruang pada setiap gedung yang ada di kampus. Setiap melihat ada staf perempuan mereka memberikan bunga sambil berujar “ &lt;em&gt;Selamat Hari Kartini ya bu&lt;/em&gt;..”, bunga kertas yang berwarna merah hati diberikan kepada staf itu. Kebiasaan usil saya yang terkadang muncul mendorong untuk bertanya, “ &lt;em&gt;kok saya gak dikasih bunga?”&lt;/em&gt;, si mahasiswi yang membagikan bunga tadi hanya tertawa lalu ngeloyor keluar ruangan. Sejenak saya pun ketawa kecil, meski memang sebenarnya pertanyaan tadi iseng saja tapi ketika staf administrasi perempuan yang tadi diberi bunga itu mengomentari dengan berujar “ &lt;em&gt;ih, bapak ini.., hari kartini kan buat perempuan pak&lt;/em&gt;”, saya pun tergoda untuk menjawab “ &lt;em&gt;loh, kan nanti bisa saya sendiri yang berikan buat sang kartini&lt;/em&gt;” dan staf tadi ketawa saja sambil berkata “ &lt;em&gt;buat siapa tuhhh…”&lt;/em&gt;. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sepele tapi kalau kita coba direnungkan, ternyata ada suatu perspektif yang belum tepat tentang hari Kartini (menurut saya sih..). Menurut saya, Hari Kartini itu bukan sebuah hari &lt;strong&gt;dari perempuan-untuk perempuan-oleh perempuan&lt;/strong&gt;. Hari Kartini adalah hari &lt;strong&gt;tentang perempuan&lt;/strong&gt;. Hari kartini adalah titik pemaknaan terhadap peran perempuan yang sama pentingnya dengan peran laki-laki dalam kehidupan. Hari kartini bukan sebuah momen untuk menampakkan keistimewaan simbolik atas reposisi perempuan pada tingkatan yang lebih dari laki-laki. Hari Kartini menurut saya adalah sebuah titik pengingat bahwa perempuan adalah setara dengan laki-laki. Karenanya laki-laki pun bisa memperingati hari Kartini. Laki-laki memaknai hari itu bukan dengan sekedar memberikan bunga (&lt;em&gt;gak semua perempuan toh suka bunga&lt;/em&gt;). Laki-laki memaknai hari itu dengan memberikan kesempatan atas peran yang mampu untuk mereka jalankan. Laki-laki memaknai hari Kartini dengan memberikan motivasi atas aktualisasi kemampuan mereka untuk sebuah pencapaian. Laki-laki justru adalah pihak yang harus mengingat hari itu (&lt;em&gt;tuh kan, mestinya saya juga dikasi bunga.., buat.. ada deh…hehehe..&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, perempuan memang tidak boleh lupa akan batasan normatif yang bisa mereka jalankan. Karena justru kesadaran mereka akan batasan ini juga yang menunjukkan derajat pemaknaan pada mereka sendiri tentang kesetaraan peran tersebut. Toh, Kartini yang sesungguhnya pun tidak pernah terlalu jauh dari batasan normatif ini. Peringatan hari Kartini sebagai sebuah representasi simbolik dari peringatan tentang Perempuan semestinya melahirkan “ Kartini-Kartini” yang baik, bukan justru melahirkan “Dew* Per*** atau J*pe” yang bangga menentang batasan normatif atas nama peran perempuan. Pada akhirnya, memang benar jika yang terpenting itu bukan sebuah hari, apalah artinya satu hari diantara ratusan hari dalam satu tahun. Bukan pada hari atau peringatannya, tapi pada pemaknaan dan tindakan riil dari pemaknaan itu. Kartini ada kalau dia termaknai dan secara riil "hidup" di negeri ini. Kalau ternyata tidak ada, mungkin Kartini sedang bingung akan peringatan yang banyak dilakukan kemarin (21/04/08). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Kartini untuk Perempuan Indonesia.&lt;br /&gt;Dari seorang Laki-Laki Indonesia..&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-3454858898623903128?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/3454858898623903128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=3454858898623903128' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/3454858898623903128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/3454858898623903128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/04/hari-kartini-dan-laki-laki.html' title='Hari Kartini dan Laki-Laki'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-864564577365794326</id><published>2008-04-19T17:18:00.001+07:00</published><updated>2008-04-19T17:39:37.903+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blogger lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seruit.com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='oz fm'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='talkshow'/><title type='text'>Talkshow di OZ FM Lampung</title><content type='html'>Entah kenapa &lt;a href="http://abahoryza.wordpress.com/"&gt;abahoryza&lt;/a&gt; tiba-tiba sakit di waktu janji talkshow sudah dibuat. Kira-kira itu pikiran saya selama perjalanan menuju ke radio OZ Lampung. Apakah sobat itu kelelahan mengurusi blog seruit.com supaya bisa tersosialisasi ke masyarakat Lampung?, wah, gile.., sebersit pikiran muncul menyambung yang tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 7 menit kemudian, saya sampai di radio OZ, ternyata erik sudah ada di sana. Dengan segera saya diajak masuk ke studio yang sudah siap dengan penyiarnya yang ternyata mantan mahasiswi FISIP, hihihi… Siapa yang gak kenal coba sama om yang satu ini *nunjuk diri sendiri*. Masuk ke studio sambil buka laptop yang masing-masing kami bawa. Kalau saya memang sengaja membawa laptop mini yang ada webcamnya untuk merekam talkshow itu. Tapi dasar barang baru, sempet bingung buka-buka menunya, meski akhirnya bisa kerekam juga di jeda kedua. Singkat kata acara dimulai dengan perkenalan, sesudahnya basa-basi terjadi, blog favoritnya siapa kalau artis, erik menjawab blog diansastro, nah sebenarnya saya juga ingetnya blog dian sastro, tapi berhubung erik sudah duluan, ya sudah blognya wulan guritno aja deh.. hehe..&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang penyiar kemudian bertanya tentang seruit. Pertanyaan yang saya ingat dan kemudian saya jawab itu tentang kenapa pakai nama seruit. “ selain terinspirasi dengan teman-teman komunitas blog di daerah lain, kita juga melihat seruit itu identitas lokal lampung, selain itu kalau orang lampung nyeruit pasti gak sendiri, pasti rame-rame, nah artinya seruit juga punya arti simbol kebersamaan, kekeluargaan”, weisss…. mantapsss…. Ditengah-tengah bincang-bincang hape (handphone) ku sibuk bergetar, ternyata dua orang itu (&lt;a href="http://abahoryza.blogspot.com/"&gt;abahoryza&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://herdianto.co.nr/"&gt;herdianto&lt;/a&gt;) sibuk kirim sms minta disebut namanya &lt;em&gt;on the air&lt;/em&gt;, hahaha….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pertanyaan lainnya seputar agenda seruit yang rencananya mau mengadakan kegiatan seminar dan pelatihan. Kemudian juga pertanyaan tentang cara menjadi anggota seruit yang dijawab dengan lugas oleh erik “kunjungi saja &lt;a href="http://www.seruit.com/"&gt;http://www.seruit.com/&lt;/a&gt;, lalu klik link register dan ikuti langkah selanjutnya”. Ada penelpon yang bertanya tentang apakah benar kata roy suryo kalau blogger itu penipu?”. Wah.. pertanyaan ini mau dijawab serius apa gak ya, pikirku. Kemudian erik menjawab dan saya menambahkan dengan membandingkan penggunaan blog oleh para santri di Jawa Timur, apakah dakwahnya santri lewat blog juga penipu, demikian kira-kira saya coba menyimpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat juga disinggung tentang kontrak seruit.com dengan &lt;a href="http://www.kapanlagi.com/"&gt;kapanlagi.com &lt;/a&gt;dalam hal iklan (kapanlagi dot com ngiklan di seruit maksudnya..). Juga sempat disinggung tentang kontribusi seruit.com kepada masyarakat lampung. Di sana saya coba menambahkan kalau posting-posting kami tentang pariwisata (misalnya objek-objek wisata di lampung) dimaksudkan untuk mensupport visit lampung 2009. Acara itu durasinya sekitar 1 jam, tapi di jadikan satu dengan lagu dan iklan mungkin kami bicara sekitar 40 menit. Saat jam 10 pas, acara pun selesai dengan cukup lancar. Paling tidak ada penelpon dan SMS masuk, yang tandanya ada yang dengerin suara kami ini, hihihi…. Trims OZ FM atas kesempatannya. Semoga next time kita bisa kerjasama lagi. Wassalam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;nb. sebenernya ada rekaman webcamnya, cuma belum bisa diposting, menyusul deh..hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-864564577365794326?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/864564577365794326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=864564577365794326' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/864564577365794326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/864564577365794326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/04/talkshow-di-oz-fm-lampung.html' title='Talkshow di OZ FM Lampung'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-5084243514165071570</id><published>2008-04-06T09:07:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T15:17:14.182+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><title type='text'>Kota dan Konsistensi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R_gxP47zJUI/AAAAAAAAAIs/NYA4xI0oEuM/s1600-h/Foto005.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185949119968126274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R_gxP47zJUI/AAAAAAAAAIs/NYA4xI0oEuM/s320/Foto005.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Ini salah satu kebingungan saya kepada pemerintah kota (Bandar Lampung). Masih teringat di memory saya kalau pembatas median jalan itu dulu dibangun antara lain untuk mengatasi masalah disiplin pengguna jalan. Supaya penyebrang jalan menggunakan jembatan penyebrangan ketimbang melintas langsung yang dapat membahayakan. Selain itu juga ditujukan agar ada ketertiban antara angkutan kota dengan kendaraan pribadi yang sama-sama menggunakan ruas jalan itu. Pembatas median jalan yang menggunakan bahan besi itu dibangun dari depan pintu sebuah Pusat Perbelanjaan hingga ke depan sebuah toko di ruas jalan Raden Intan. Konon pembangunan itu sendiri memakan biaya Miliaran rupiah. Nah yang mengherankan itu setelah bersusah payah membangunnya, kenapa sekarang justru di potong habis. Sungguh nampak seperti kegiatan yang mubazir, miliaran sudah habis tapi akhirnya dihilangkan nilainya. Kalau saya boleh berpandangan, inilah bentuk nyata pemerintah yang tidak konsisten. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemerintah Kota seolah dijalankan tidak dengan komitmen atas suatu prinsip kebijakan,&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R_gyp47zJVI/AAAAAAAAAI0/gfGVtwbHIBo/s1600-h/Foto009.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185950666156352850" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 225px; CURSOR: hand; HEIGHT: 187px" height="175" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R_gyp47zJVI/AAAAAAAAAI0/gfGVtwbHIBo/s320/Foto009.jpg" width="320" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; sehingga di satu saat kebijakannya seperti itu namun di saat yang lain kebijakannya justru bertolak belakang dari yang awal. Pemerintah yang bimbang seperti ini yang mengakibatkan kota menjadi semerawut. O ya, tiba-tiba saya jadi teringat tentang tata ruang kota yang menurut seorang teman dari NGO juga menunjukkan gejala yang sama: tidak punya visi dan tidak konsisten. Bahwa kemudian terjadi pola-pola dan fenomena yang tidak berhasil dikelola, seberanya merupakan hasil dari konsistensi kebijakan yang dipilih oleh mereka sendiri. Inilah point yang bisa kita rekomendasikan kepada pengambil kebijakan pada tingkat kota bandar lampung. Ya sudah, mari kita sama-sama saling mengingatkan dan belajar lebih baik. Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-5084243514165071570?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/5084243514165071570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=5084243514165071570' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/5084243514165071570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/5084243514165071570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/04/kota-dan-konsistensi.html' title='Kota dan Konsistensi'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R_gxP47zJUI/AAAAAAAAAIs/NYA4xI0oEuM/s72-c/Foto005.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-3528269358953217949</id><published>2008-04-04T12:34:00.001+07:00</published><updated>2008-12-11T15:17:14.318+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='balon'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilgub'/><title type='text'>Menjelang Pilgub Lampung (1)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R_W-m47zJTI/AAAAAAAAAIk/AOGrbB0P6gI/s1600-h/Foto023.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185260121314501938" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R_W-m47zJTI/AAAAAAAAAIk/AOGrbB0P6gI/s320/Foto023.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Suasana Pilgub Lampung yang masih beberapa bulan tapi udah rame, ada salah satu calon yang memasang balon berukuran besar di atas rumahnya (kebetulan rumah saya dan dia deketan, hehe..), selain spanduk, pamflet ternyata memang harus bermodal untuk jadi Lampung Satu (1). Ya iyalahh....&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-3528269358953217949?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/3528269358953217949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=3528269358953217949' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/3528269358953217949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/3528269358953217949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/04/menjelang-pilgub-lampung-1.html' title='Menjelang Pilgub Lampung (1)'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R_W-m47zJTI/AAAAAAAAAIk/AOGrbB0P6gI/s72-c/Foto023.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-8362976844066067653</id><published>2008-03-28T11:05:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T15:17:14.450+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibadah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><title type='text'>Miracle Of Love</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R-xuuY7zJSI/AAAAAAAAAIY/n3ZyAoZK5eE/s1600-h/miracle%20of%20love.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182639014442902818" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R-xuuY7zJSI/AAAAAAAAAIY/n3ZyAoZK5eE/s320/miracle%2520of%2520love.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Pertama kali saya melihat ulasan tentang kehidupan pasangan Eko P. Pratomo dan Dian W. Syarif dari tayangan sebuah tivi. Kisahnya dipaparkan demikian luar biasa, membuat saya merinding. Mungkin ini yang sebenarnya adalah kisah "Ayat-Ayat Cinta" itu, bukan yang terlalu dramatis seperti di film itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya coba browsing tentang buku dari pak eko (sebagai suami) yang di buat untuk bu dian (istrinya) itu. Saya dapatkan artikelnya dari &lt;a href="http://jurnalnasional.com/?med=Koran%20Harian&amp;amp;sec=Kesehatan&amp;amp;rbrk=&amp;amp;id=30440"&gt;sini&lt;/a&gt;. Dituliskan bahwa Bu dian didiagnosis mengidap lupus atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Penyakit autoimun ini membuat sel-sel kekebalan tubuh tidak dapat membedakan mana yang antigen dan sel tubuh. Sel imun yang hiperaktif itu justru menyerang sel tubuh yang sehat. Hingga saat ini, belum ditemukan penyebab reaktifnya sel imun tersebut. Bahkan, gejala awalnya pun sangat beragam, sehingga sangat sulit melakukan deteksi dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian harus kehilangan 95 persen kemampuan indera matanya untuk melihat. "Ini merupakan pukulan terberat buat aku. Karena, hampir seumur hidupku dimanjakan dengan penglihatan," ujarnya. Keluhan tersebut memang berat dirasakan Dian, yang berhobi membaca dan traveling yang sudah pasti mengandalkan penglihatannya. Belum lagi dia harus menjalani 18 kali operasi karena obat yang digunakan juga membuat tubuhnya rentan terhadap infeksi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, dari mana Dian memperoleh kekuatannya? "Yang pertama pasti suami saya, karena dia selalu sabar dan meyakinkan saya bahwa kita berdua bisa melaluinya," ucapnya seraya melemparkan senyum kepada pria yang telah setia mendampinginya selama 17 tahun itu. "Awalnya, tidak pernah mudah bagi kami berdua. Bukan hanya dia yang stres, saya juga," ucap Eko yang merupakan Presiden Direktur PT Fortis Investments ini. Pada masa awal Eko mendampingi Dian, sering kali isi doanya meminta kesembuhan bagi istrinya. Tapi kondisinya semakin memburuk, hingga akhirnya Eko menemukan ramuan doanya sendiri. "Ya Allah, jika semua yang terjadi ini baik adanya maka mudahkanlah. Tapi jika tidak, jauhkanlah kami dari apa pun itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian sebagai seorang istri sempat putus asa ketika rahimnya harus dioperasi dan diangkat. Seringkali ia bertanya kepada pak eko tentang niatnya untuk menikah lagi. Pak eko menjawab dengan sangat luar biasa, dia tidak berniat menikah lagi, karena justru kondisi istrinya inilah yang mendekatkan kepada Allah, menjadi ladang ibadah untuk keduanya. Di sinilah saya mulai merinding... ternyata kisah indah seperti ini bukan fiktif seperti di film. Allah menunjukkan kekuasaan-Nya dengan memberikan cinta yang luar biasa kepada mereka berdua. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, sebagai bentuk cintanya karena Allah, keduanya mendirikan Syamsi Dhuha Foundation untuk memberikan dukungan dan edukasi publik mengenai lupus serta low vision. Keduanya mengaku hanya cinta yang membuat lupus menjadi jalan menuju Tuhan. Karena itu, melalui buku Miracle of Love, yang ditulis Eko, keduanya membagi cinta untuk semua orang. "Seluruh hasil dari penjualan buku ini akan didedikasikan sebagai dana untuk aktivitas care for lupus dan care for low vision di yayasan kami," katanya menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita terinspirasi oleh kisah nyata ini, bukan oleh cerita cinta kosmetik seperti di film-film itu. Wassalam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-8362976844066067653?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/8362976844066067653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=8362976844066067653' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/8362976844066067653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/8362976844066067653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/03/miracle-of-love.html' title='Miracle Of Love'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R-xuuY7zJSI/AAAAAAAAAIY/n3ZyAoZK5eE/s72-c/miracle%2520of%2520love.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-3269352610846494530</id><published>2008-03-28T08:39:00.000+07:00</published><updated>2008-03-28T08:44:35.894+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pariwisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Visit Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bandung'/><title type='text'>Bandung dan Ekonomi Pariwisata</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dari perjalanan saya pada tanggal 21-22 Maret di Bandung, saya menyadari bahwa pariwisata memang bisa memberikan dampak yang beragam bagi kehidupan masyarakat di sebuah kota. Bandung misalnya, kota ini ternyata tidak seperti dalam imajinasi saya yang memperkirakan jika promosi pariwisata yang dilakukan oleh pemda nya pastilah sangat luar biasa, sehingga di setiap libur atau bahkan hanya di akhir pekan kota ini selalu ramai dengan pengunjung dari Jakarta, kota disekitanya bahkan dari daerah yang jauh (seperti saya misalnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung sebagai sebuah tujuan pariwisata tidak begitu susah payah mempromosikan dirinya karena brand yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat indonesia sebagai kota yang indah (kota kembang, paris van java, dsb). Kota ini berkembang karena persepsi baik yang dikembangkan secara berantai kepada masyarakat di luar kota tersebut. Benar seperti yang dikatakan oleh seorang &lt;a href="http://abahoryza.wordpress.com/"&gt;teman&lt;/a&gt; bahwa “&lt;em&gt;di tengah promosi dalam rangka visit indonesia 2008 ini, bandung tidak perlu dipromosikan, karena sudah terkenal&lt;/em&gt;”. Disuatu saat benar juga perkataannya kalau: “ &lt;em&gt;Kalau orang bicara Visit Indonesia maka kota yang langsung tertuju dalam persepsi itu: Jakarta, Bali dan Bandung&lt;/em&gt;”. Ya, nampaknya memang benar juga.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung merupakan salah satu kota yang dibangun oleh kesadaran entitas masyarakatnya. Disaat masyarakat kota lain menterjemahkan makna kemajuan sebagai bentuk destruktifikasi (menghancurkan yang lama) dan rekonstruksi (membangun dari awal) kota maka bandung bisa mengelola potensi keunikan historis dan modernitas secara bersamaan. Sangat banyak bangunan tua bersejarah yang masih ada, bahkan tetap dipertahankan dan dimanfaatkan sebagai objek primer dalam aktivitas bisnis masyarakatnya. Namun tidak juga dipungkiri banyaknya struktur modern yang dibangun sebagai ruang publik, khususnya ruang bisnis bagi masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan bandung untuk mengelola kedua hal tersebut secara proporsional yang menjadikan kota ini berkembang sebagai salah satu pusat pariwisata di Indonesia. Dengan daya tarik struktur kota, daya tarik bisnis yang kompetitif dan &lt;em&gt;brand&lt;/em&gt; yang telah dimilikinya, memberikan implikasi pada kondisi ekonomi yang baik. Sementara, kondisi ekonomi yang baik merupakan kontributor utama pertumbuhan masyarakat dalam dimensi luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kesimpulannya yang bisa bermanfaat bagi kota-kota lain yang sekarang heboh berlomba-lomba dengan visit-visit nya itu, bahwa: (1). Promosi Pariwisata dari sebuah kota juga melibatkan peran dari masyarakatnya. (2). Promosi Pariwisata dipengaruhi oleh &lt;em&gt;image&lt;/em&gt; nyata yang ada di daerah tersebut, jadi meskipun kota tersebut dipromosikan sangat baik oleh Pemdanya, namun jika kondisi riil tidak kondusif maka hasilnya negatif. (3). Pembangunan pariwisata, khususnya di daerah kota, bisa dikembangkan dengan melihat potensi keunikan yang sudah ada, tanpa harus membangun struktur yang baru. (4). Pengembangan pariwisata memang bisa memberikan implikasi kepada daya tumbuh ekonomi dan kehidupan riil masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bisa digaris bawahi dari tulisan ini, yaitu: Partisipasi. Jadi kalau bicara partisipasi bukan hanya merujuk kepada soal distribusi sumber daya, tapi juga peran. Peran dalam hal ini muncul secara motivatif pada masing-masing anggota masyarakat kota tanpa harus di kendalikan oleh pihak berwenang. Jadi memang yang penting jika ingin maju itu adalah masyarakatnya. Kalau masyarakatnya motivatif dalam perannya maka perkembangan itu maju secara riil dan mandiri, tanpa harus diintervensi. Ini mungkin renungan yang menarik jika melihat kota (Bandar Lampung) dan propinsiku (Lampung), hehehe….&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;Bandar Lampung, 28 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-3269352610846494530?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/3269352610846494530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=3269352610846494530' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/3269352610846494530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/3269352610846494530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/03/bandung-dan-ekonomi-pariwisata.html' title='Bandung dan Ekonomi Pariwisata'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-2862140361105861939</id><published>2008-03-28T08:32:00.004+07:00</published><updated>2008-03-28T08:53:19.485+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Birokrasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ayat-ayat cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PP 41/2007'/><title type='text'>Birokrasi Yang Cantik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Artikelku dimuat di SKH Radar Lampung Tanggal 17 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;................................&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada tanggal 12 Maret 2008, saudara Arizka Warganegara menulis pada SKH Radar Lampung ini mengenai penataan kembali organisasi Pemerintah Daerah dengan acuan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007. Tulisan tersebut cukup unik karena dipaparkan secara indah dengan menggunakan tema dari film Ayat-Ayat Cinta (AAC) yang fenomenal itu sebagai insiprasi nilai normatifnya. Substansi yang ingin dipaparkan sebenarnya adalah berkaitan dengan kontekstual politik birokrasi yang terjadi dalam kebijakan penataan organisasi tersebut. Bahwa selalu akan terjadi keguncangan institusional yang dialami oleh beberapa pejabat akibat pergeseran posisi dan hilangnya posisi jabatan yang dimiliki sebelumnya. Sehingga dengan semangat nilai normatif, yaitu sabar dan iklas sebagaimana yang disiratkan dari film AAC tersebut birokrat semestinya dapat melihat kondisi tersebut secara lebih realistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis melihat persoalan dilema sebenarnya tidak hanya terjadi di dalam kontekstual politik birokrasi sebagaimana yang dipaparkan oleh saudara Arizka tersebut. Namun juga terjadi dalam konteks yang lebih substantif, yaitu isi (content) dari kebijakan tersebut yang secara logis juga memengaruhi orientasi kerja birokrasi tersebut. Jika dilihat secara cermat maka dapat diidentifikasi bahwa Peraturan Pemerintah tersebut mengatur hal-hal yang berkaitan dengan organisasi yang dapat dimiliki oleh Pemerintah Daerah. Cakupannya adalah tipologi, nomenklatur, besaran organisasi, serta variabel, indikator dan mekanisme untuk mendesain kuantitas instansi di dalam sturktur organisasi tadi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat dari adanya metode dan mekanisme untuk menghasilkan sejumlah instansi pada level pemerintah daerah tersebut maka dapat dikatakan bahwa birokrasi yang sebenarnya dikehendaki dari kebijakan itu menganut pola birokrasi yang terkendali (controlized bureauchracy) dalam aspek struktural. Dalam pola ini, birokrasi dibentuk berdasar pertimbangan yang terukur dan mengikuti desain normatif yang direncanakan sebelumnya secara rigid. Apa yang sebenarnya menjadi tujuannnya?. Sangat jelas dikatakan dalam bagian penjelasan dari PP tersebut bahwa dengan mekanisme seperti itu yang hendak diwujudkan adalah birokrasi yang efisien, efektif dan rasional. Namun benarkah demikian?. Perlu digaris bawahi bahwa minimnya struktur tidak selalu sama dengan birokrasi yang efisien. Persoalan efisiensi, efektifitas dan rasionalitas sebenarnya bukan pada tataran struktur semata, namun pada konteks penggunaan sumber-sumber daya operasional. Kesimpulannya, meski struktur kecil namun jika boros dalam menggunakan anggaran maka tetap saja tidak akan efisien, efektif dan rasional. Hal ini yang sebenarnya belum diakomodasi sebagai sebuah paket restrukturisasi birokrasi. Jika menghendaki efisiensi dalam aspek penggunaan sumber daya tersebut, ternyata PP itu tidak disertai dengan kebijakan penurunan kuantitas staf (PNS) pada birokrasi pemerintah daerah yang memang secara radikal akan memberikan tingkat efisiensi lebih nyata. Artinya, peraturan pemerintah ini memang hanya sebatas mengatur kuantitas instansi dalam organisasi pemerintah daerah namun tidak akan sangat efektif untuk mewujudkan nilai normatif yang menjadi tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urgensi terhadap reformasi birokrasi semestinya tidak lagi berkutat pada persoalan struktur yang sudah 3 kali berganti secara formal (PP 84/2000, PP 8/2003 dan PP 41/2007) semenjak otonomi daerah diimplementasikan. Mestinya dalam perjalanan otonomi yang sudah berjalan ini, lebih diarahkan kepada aspek pembenahan aspek administrasi dan manajemen pada struktur pemerintahan tersebut. Karena justru dalam aspek inilah letak inefisiensi, efektivitas dan irasionalitas tersebut terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilema sebenarnya terjadi bukan hanya pada tataran politik birokrasi sebagaimana yang dikemukakan oleh saudara Arizka, namun juga pada persoalan meletakkan sudut pandang tentang organisasi yang efisien, efektif dan rasional tersebut. Persoalan struktur sebenarnya bukan merupakan satu-satunya komponen yang memiliki tingkat relevansi utama dalam mewujudkan organisasi normatif tersebut, karena ketiga prinsip tersebut sebenarnya berhubungan dengan bagaimana sumber daya yang dimiliki tersebut diolah sehingga memiliki tingkat hasil yang lebih tinggi/ baik. Sehingga titik tekan sebenarnya ada pada; Pertama, pada bagaimana agar sumber daya organisasi itu digunakan secara tepat. Ketidakakuratan proses perencanaan dapat mengakibatkan tidak tepatnya pencapaian sasaran dan tujuan dari kegiatan yang dilaksanakan dan secara logis sumber daya yang habis digunakan dalam kegiatan tersebut juga menjadi mubazir. Karenanya proses perencanaan dalam manajemen pemerintahan merupakan prasyarat yang justru akan banyak memberikan implikasi di dalam proses-proses yg efisien, efektif dan rasional tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pada bagaimana agar sumber daya itu dikelola untuk memberikan hasil yang memang berkualitas. Hal ini juga berkaitan dengan kapasitas manajemen pemerintahan yang menjadi implementor langsung ataupun tidak langsung dalam kinerja. Kapasitas manajemen dalam hal ini berkaitan dengan menghasilkan output dan outcome secara tepat, berkualitas dan bisa dipertanggungjawabkan. Dalam konteks ini jugalah yang sebenarnya menjadi penyumbang besar masalah inefisiensi dalam birokrasi. Kinerja dalam manajemen yang belum kuat kapasitasnya menjadikan pengendalian terhadap proses kerja dan keluaran dari kinerja tersebut menjadi tidak tepat, tidak berkualitas dan kurang bisa dipertanggungjawabkan. Ambil saja contoh aktivitas pembangunan jalan yang sering kali berumur rendah sehingga dalam waktu yang singkat harus diperbaiki kembali dengan dana APBD yang sebenarnya bisa dihemat jika saja pengerjaan awalnya memang berkapasitas baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pada bagaimana agar sumber daya tersebut diarahkan pada sesuatu yang memiliki manfaat lebih banyak dan baik. Dalam banyak kasus selama ini penggunaan sumber daya organisasi digunakan secara konsumtif dengan pertimbangan yang terkadang tidak logis jika melihat nilai kemanfaatannya. Kasus-kasus pengadaan peralatan dan kelangkapan pemerintahan yang tidak seimbang dengan kapasitas penggunaan dan hasil yang dapat dimaksimalkan melalui peralatan dan kelangkapan tersebut justru sering terjadi. Sebut saja, pembelian mobil sedan dinas mewah pada sebuah kabupaten terkategori miskin dengan infrastruktur jalan yang buruk atau pengadaan laptop mewah bagi staf pemda yang digunakan untuk kebutuhan perkantoran dasar. Kunci pada aspek ini sebenarnya berkaitan dengan kepemimpinan birokrasi yang mengendalikan secara normatif pandangan-pandangan prioritatif dan realistis dalam mengarahkan posisi relasi sosial birokrasi dengan lingkungan administratifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memandang bahwa reformasi birokrasi bisa dicapai dengan melakukan perubahan struktur, maka sampai ratusan kali pun struktur organisasi pemerintah daerah itu dirubah, namun jika tidak meletakkan persoalan efisiensi, efektifitas dan rasionalitas tersebut pada sudut pandang pengelolaan dan penggunaan sumber daya organisasi (organizational resources) maka tidak akan pernah terwujud prinsip normatif tadi. Yang jelas ini bukan mimpi, contohnya Kabupaten Jembrana yang terbukti sukses dengan strategi efisiensi penggunaan anggaran tersebut sehingga melalui langkah kecil yang inspiratif seperti menjadikan rumah dinas bupati menjadi guest house yang disewakan atau tetap menggunakan kendaraan hardtop sederhana sebagai mobil dinas bupati, akhirnya berimplikasi pada birokrat-birokrat dan aspek lainnya, sebagai hasilnya anggaran dari efisiensi tersebut mampu mensubsidi kebutuhan dasar warganya yang menikmati pendidikan dan kesehatan gratis bahkan sebelum kedua isu tersebut marak saat musim pilkada ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat sebuah jargon dari Shumpeter yang mengatakan bahwa “&lt;em&gt;small is beautiful&lt;/em&gt;” jika saja bertemu beliau maka akan saya katakan “&lt;em&gt;its not about big or small, but beautiful&lt;/em&gt;”. Ya, semestinya kita tidak lagi berkutat dengan debat mengenai besar atau kecil, tapi adalah kualitas yang selalu diarahkan agar menjadi “lebih cantik”. Ya, birokrasi yang seharusnya dibentuk adalah “birokrasi yang cantik” (&lt;em&gt;beautiful bureauchracy&lt;/em&gt;). Ini juga yang sebenarnya disiratkan dalam Novel dan Film Ayat-Ayat Cinta yang digunakan sebagai gagasan moral oleh saudara Arizka, prinsip yang diajarkan dari tokoh Fahri dan Aisha, bahwa bukan kuantitas atau bentuk rupa yang utama namun menempatkan kualitas “kecantikan” internal sebagai keutamaan dalam pandangan dan berinteraksi, sehingga niscaya selalu akan membawa kebaikan bagi semua pihak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-2862140361105861939?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/2862140361105861939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=2862140361105861939' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/2862140361105861939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/2862140361105861939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/03/birokrasi-yang-cantik.html' title='Birokrasi Yang Cantik'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-7575780837247687961</id><published>2008-03-09T09:38:00.000+07:00</published><updated>2008-03-09T09:50:27.527+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilgub'/><title type='text'>Masyarakat Sebagai Politisi</title><content type='html'>Ya, saya tidak salah jika mengatakan bahwa masyarakat adalah politisi, berpolitik itu mudah, tidak sulit, kenapa? jawabannya gampang. Dalam demokrasi suara (vote) adalah modal dan modal ini dimiliki oleh masing-masing individu yang hidup di dalam lingkup demokrasi tersebut. Modal ini yang akan selalu diperebutkan oleh pencari-pencari suara guna mendapatkan himpunan mayoritas suara sebagai indikator pencapaian kekuasaan. Jadi, berakitan dengan pilkada (pilkada, pilgub atw apapun namanya) jangan jual murah suara anda karena suara itu mahal maka jual mahal saja suara anda, jangan asal pilih hanya karena pesona fisik, karena manajemen daerah tidak dengan pesona fisik, jangan pilih yang tukang ngibul, karena tukang ngibul jelas tidak akan bisa dipercaya, jangan pilih yang idenya "murahan" karena pasti bukan dari pikirannya sendiri. Poster, spanduk, pamflet, stiker sudah bertebaran dan mari kita tebar juga tentang mahalnya suara yang kita milik. Salam. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-7575780837247687961?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/7575780837247687961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=7575780837247687961' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7575780837247687961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7575780837247687961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/03/masyarakat-sebagai-politisi.html' title='Masyarakat Sebagai Politisi'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-1124639353672864824</id><published>2008-03-01T09:16:00.000+07:00</published><updated>2008-03-01T09:26:59.258+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ayat-ayat cinta'/><title type='text'>Review Ayat-Ayat Cinta</title><content type='html'>memang bener apa yang dibilang orang tentang film ayat-ayat cinta, beda dengan novelnya.., kalo saya melihat ada beberapa perbedaan yg bikin film itu agak kurang greget:&lt;br /&gt;1. Pemeran Tokoh-tokohnya yg agak kurang greget, sepertinya yg pas itu cuma tokoh maria, noura dan orang gila yang dipenjara itu.hehe...&lt;br /&gt;2. Suasana setting film yang agak kurang terbangun atmosfernya. Memang sih susah juga membuat setting mirip di kairo yg beneran.&lt;br /&gt;3. Adanya pengurangan-pengurangan dalam beberapa dialog yang sebenrnya bisa membuat greget kalo ini film tentang cinta dari sudut pandang islam itu bisa terbangun. Padahal dalam beberapa dialog yg gak diakomodasi dalam film itu adalah intisari pedoman bagi seorang muslim mengambil keputusan, Misal ketika adegan Fahri melamar Maria yg sedang sakit, terus maria dinikahkan dan dia bangun dari tidak sadarnya, ternyata dialognya hanya segitu.. &lt;br /&gt;4. Film ini memang bagus dalam hal tata gambar dan sinematografi tapi mungkin kita bisa mengerti karena tuntutan durasi hingga akhirnya "level gregetnya" kurang maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hehehe... ini sih menurut saya.. top deh Kang Abik... dan Hanung...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-1124639353672864824?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/1124639353672864824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=1124639353672864824' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/1124639353672864824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/1124639353672864824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/03/review-ayat-ayat-cinta.html' title='Review Ayat-Ayat Cinta'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-6206109626488259508</id><published>2008-02-25T22:35:00.000+07:00</published><updated>2008-02-25T22:37:19.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='intermezo'/><title type='text'>Sebuah Munajat</title><content type='html'>Pernahkan di saat kau ingin sekali menolong seseorang tapi ternyata kau tak begitu mampu untuk beri dia jalan keluar?. Pernahkan kau dihadapkan pada ketakutan bahwa ujian yang sedang di alaminya dapat merubah dirinya?. Pernahkan kau begitu terobsesi untuk mencarikannya setitik jalan-jalan terang meski hanya bisa berikan senyum yang sejenak?. Pernahkan kau berdoa demikian khusyuk untuk seseorang yang lain selain dirimu dan keluargamu agar dia dibukakan pintu yang lebih bercahaya?. Pernahkan kau sangat ingin berkorban agar dia bisa keluar dari semua kepenatan dan ketidakpastian ini?. Pernahkan kau ingin menangis ketika membayangkan seseorang itu menyalahkan dirinya sendiri atas sebuah kesulitan?. Pernahkan kau berpikir sangat keras hingga larut malam untuk carikan dia jalan keluar, dan saat kau tak berhasil, kau hanya bisa serahkan segala pada-Nya.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Alloh bukakan jalan untuknya, agar dia tetap menjadi dia, jangan kau rubah dirinya dengan ujian-Mu yang terkadang tak dipahaminya. Selalu ada maksud dari setiap jalan yg kau beri, jagalah dia agar tetap sabar dan ingat pada-Mu dan jagalah dia untuk tetap kuat jalani ini”.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-6206109626488259508?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/6206109626488259508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=6206109626488259508' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6206109626488259508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6206109626488259508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/02/sebuah-munajat.html' title='Sebuah Munajat'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-7545888302302553016</id><published>2008-02-23T08:33:00.000+07:00</published><updated>2008-02-23T08:38:53.606+07:00</updated><title type='text'>Mukjizat Sabar</title><content type='html'>Buku ini secara tidak sengaja saya beli saat sedang mencari buku-buku untuk keperluan kerja saya. Awalnya tertarik dengan judul yang tercantum di sana “Mukjizat Sabar, Terapi Meredam Gelisah Hati” karya dari Tallal Alie Turfe, rasanya menarik juga untuk dipahami, sudah lama untuk belajar tentang kesabaran dan buku ini mungkin bisa memberi hikmah atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat sabar di hati meledak tak lagi tertahankan pada momen-momen tertentu. Ah, dramatisasi sekali agaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang agak malas awalnya beli buku ini, apalagi saat di display di toko buku itu buku ini dibungkus plastik, tentu saja kita tidak bisa lihat sekilas isi bukunya. Tapi ya sudah, saya coba pelajari dan beli buku ini. Saat dibuka dan dibaca saya baru mengerti kalau buku ini mencoba manjabarkan tentang sabar dan bagaimana mengelolanya melalui pendekatan konsep islami, dan substansi isinya memang sangat sistemik. Buku ini termasuk buku yang memberikan referensi-referensi dan contoh-contoh tentang kesabaran di dalam Islam. Jadi, suasana membacanya memang jadi seperti membaca buku referensi, buku seperti buku motivasi yang bahasanya lebih “meliuk-liuk”.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun secara keseluruhan saya tersentuh dengan salah satu kutipan: “ Kualitas kesabaran merupakan fondasi bagi perkembangan pribadi. Kesabaran dan daya tahan jiwa lahir dari sikap penghargaan terhadap diri sendiri yang menopang kontrol atas stabilitas emosi. Dari sini muncul rasa iklas” (hlm 123). Hmmmm… cukup relevan untuk dipahami saat ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-7545888302302553016?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/7545888302302553016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=7545888302302553016' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7545888302302553016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7545888302302553016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/02/mukjizat-sabar.html' title='Mukjizat Sabar'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-65489042952872630</id><published>2008-02-21T19:15:00.001+07:00</published><updated>2008-02-21T19:33:39.696+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='intermezo'/><title type='text'>Life is Beautiful !</title><content type='html'>Life is beautiful !. yea its true… after confusing games, after the dark, there`s always a new beginning. I wanna dance right now, just dancing with michael bubble song: after that LOST, i`m just come HOME and now I found EVERYTHING, all that I singing right now. Just singing that song for tonight. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-65489042952872630?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/65489042952872630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=65489042952872630' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/65489042952872630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/65489042952872630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/02/life-is-beautiful.html' title='Life is Beautiful !'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-132830312508634242</id><published>2008-02-19T20:53:00.000+07:00</published><updated>2008-02-19T20:55:00.940+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='intermezo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selingan'/><title type='text'>Tentang Pilihan dan Memilih</title><content type='html'>Tadi sore ada sebuah kejadian yang unik. Gery yang sedang main-main dengan YM bermaksud untuk mengganti foto (avatar) YM nya dengan foto seorang perempuan cantik, tapi tidak berhasil. Akhirnya gery menghapus image yang lain selain image foto yang diinginkannya itu. Dan….. berhasil…… Mulailah saya berteori tentang pilihan “ ternyata kalo terlalu banyak pilihan justru menyulitkan ya”, hahaha.. disambut tawa gery dan sehat yang ada pada saat itu. “ iya, rupanya monopoli itu ternyata lebih enak”, ujar gery. Mulailah ruh filusuf keluar dari diri saya, “ itu pelajaran hidup ger, jangan sampe kita dihadapkan pada pilihan yang banyak, akhirnya justru jadi memusingkan”. Kembali lagi disambut senyum dan tawa kecil dari kami bertiga. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, memang betul. Sketsa kecil itu nampak remeh tapi sebenarnya merupakan bentuk riil dari berbagai konsep besar yang sudah terumus sejak dahulu. Diantaranya; Pilihan Publik (public choice), Prisoner Dillema, Game Theory, Tragedy of the Common dan lainnya. Ya, pilihan adalah sebuah masalah menarik yang harus dengan hati-hati ditangani. Pilihan terkadang mengandung sisi yang dualis, bisa menjebak dan bisa memerdekakan. Karenanya tiap orang tidak akan selalu sempurna mengelola pilihan-pilihan dalam hidupnya, tiap orang membutuhkan proses yang lama untuk semakin sempurna menilai, memilih dan memastikan pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun teringat dengan kejadian di siang harinya sebelum kejadian itu. Ternyata aku tak sanggup mengintervensi pilihan yang dibuat oleh sosok yang aku sanjung, hehehe…., rupanya dia memang orang baik. Alasan pilihan yang dibuatnya sangat kuat hingga aku pun tak kuat untuk mencoba merubah pendiriannya. Memang sederhana masalahnya, katakanlah aku ingin ke jogja sementara dia ingin ke solo, meski sudah kuutarakan banyak hal yang memiliki manfaat lebih kalau ikut aku, namun aku pun tak sanggup berdalih saat dikatakan bahwa pilihannya adalah karena suatu faktor yang tak bisa kubantah memang sangat penting. Aku pun terjebak pada masalah pilihan yang memusingkan itu. Bingung dengan pilihan. Bingung karena harus memilih. Tak baik jika tak memilih. Ah… aku pusing. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-132830312508634242?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/132830312508634242/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=132830312508634242' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/132830312508634242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/132830312508634242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/02/tentang-pilihan-dan-memilih.html' title='Tentang Pilihan dan Memilih'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-1679902684746696056</id><published>2008-02-17T08:51:00.000+07:00</published><updated>2008-02-17T09:09:42.952+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='banner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menulis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seruit'/><title type='text'>Bingkisan Buat Lomba Seruit.Com</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saya senang dengan dunia yang baru ini (blog), makanya waktu wacana lomba desain banner dan penulisan artikel tentang blog diseriusin. Apalagi saat teman-teman yang lain semisalnya &lt;a href="http://sony.web.id/"&gt;soni&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://abahoryza.blogspot.com/"&gt;gery&lt;/a&gt; dan lainnya bermurah hati untuk menawarkan perangsang buat lomba itu saya juga mencari bingkisan yang kiranya bisa di gabung dengan bingkisan dari temen-temen yang lainnya. Untuk lomba desain banner saya akan bingkiskan 1 buah flashdisk Kingston 1 GB, sementara untuk lomba artikel tentang blog, saya akan bingkiskan dua buah buku, yang satunya tentang Blog dan satunya lagi tentang Teknik Menulis. Mohon jangan liat dari harganya, tapi harapannya dua bingkisan kecil ini bisa merangsang kita dan orang-orang yang masih hidden untuk tertarik dengan dunia perblogan dan ikut meramaikan. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nb: Untuk info tentang lomba ini dapat diliat di www.seruit.com&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-1679902684746696056?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/1679902684746696056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=1679902684746696056' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/1679902684746696056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/1679902684746696056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/02/bingkisan-buat-lomba-seruitcom.html' title='Bingkisan Buat Lomba Seruit.Com'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-7494729787309313309</id><published>2008-02-17T08:08:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T15:17:15.764+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='apkomindo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seruit'/><title type='text'>Pameran Teknologi Lampung 2008</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R7eKSRG0NhI/AAAAAAAAAHY/IRiewlBZ7W8/s1600-h/Foto015.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167751143865202194" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="312" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R7eKSRG0NhI/AAAAAAAAAHY/IRiewlBZ7W8/s320/Foto015.jpg" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari sabtu tanggal 16 Februari 2008 saya berkunjung ke pameran teknlogi lampung di GSG ernawan khuwai jukhai Bandar Lampung. Lokasinya gak jauh dari kediaman saya, kalau naik kendaraan pribadi dan lalu lintas gak macet cuma 5 menit sampai. Memang, rasanya baru kali ini pameran semacam ini di adakan di gedung milik Pemkot Bandar Lampung itu, biasanya besar acara semacam ini diadakan di gedung Saburai yang kapasitasnya lebih besar. Ya sudahlah, yang penting nikmati saja. Saya datang bersama dengan Kang &lt;a href="http://abahoryza.blogspot.com/"&gt;Gery&lt;/a&gt; sekitar jam 3 sore, kondisi di lokasi ternyata tidak terlalu ramai, sambil berkeliling lebih dulu ke lantai bawah, kami melihat-lihat produk dan bertanya-tanya pada beberapa stan. Pada salah satu stan saya membeli dua buah flashdisk yang rencananya satu untuk digunakan pribadi dan satunya lagi saya sumbangkan untuk bingkisan lomba di komunitas &lt;a href="http://www.seruit.com/"&gt;Seruit.C&lt;/a&gt;om. Di stan itu juga kami ditawari disk eksternal maxtor yang punya kapasitas dari 80 hingga 120 GB. Ini fotonya:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167753647831135778" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R7eMkBG0NiI/AAAAAAAAAHg/5TXUHkhcWDQ/s320/Foto013.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada stan yang sama kami juga di beri kesempatan untuk melihat dan mencoba pakai notebook yang penampilannya mirip dengan Asus eee yang mini itu. Notebook yang bermerek Quantel ini ada dua tipe, yang satu mirip sekali dengan Asus eee sementara yang satunya lebih beda sedikit. Ini foto gery yang sedang mencoba-coba notebook itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167755116709951026" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R7eN5hG0NjI/AAAAAAAAAHo/V8Sn9uw4yBg/s320/Foto012.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Setelah itu kami berkeliling lagi ke lantai atas, dipintu masuk kami sempat mencoba fasilitas internet gratis dari speedy yang selalu bergantian digunakan oleh pengunjung. Dari yang sekedar buka friendsternya, yang cek email bahkan yang posting ke blog. Contohnya kami yang sempat posting laporan ke &lt;a href="http://www.seruit.com/#/p=162"&gt;seruit.com &lt;/a&gt;dari lokasi. Ini fotonya:&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167756899121378882" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R7ePhRG0NkI/AAAAAAAAAHw/4qvrzl2B1p4/s320/Foto021.jpg" border="0" /&gt; Di lantai atas ternyata di tempati oleh brand-brand yang sudah ternama, meskipun masih ada brand yang baru kali ini kami tahu. Salah satunya stan yang menawarkan USB CDMA Wireless Adapter. Wah, penawaran untuk satu adapter yang menggunakan jaringan CDMA itu Cuma 425.000 rupiah. Sayang saya gak bawa uang yang cukup, hehehe…. , ini dia fotonya:&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167757955683333714" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R7eQexG0NlI/AAAAAAAAAH4/Np-N6pcYMcc/s320/Foto018.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Di sudut yang lain, gak sengaja gery melihat ada gambar-gambar anak-anak yang lucu, hihihi…, dalam hati saya bertanya pasti dia (gery) lagi kangen sama anaknya. Dia pasti sedang membayangkan gambar itu dibuat oleh anaknya yang masih kecil itu, hehehe…. Ini dia fotonya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167759304303064674" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R7eRtRG0NmI/AAAAAAAAAIA/NvVQAKZ841E/s320/Foto017.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudah, sekian laporan saya. Kesimpulannya: pameran itu menurut saya memang “pameran” beneran atau dalam kata lain sekedar “acara mengumpulkan penjual” saja, ternyata gak banyak kejutan atau penawaran khusus dari stan-stan, semua harga yang dicharge dari tiap barang gak beda dengan harga yang biasa dibeli di toko yang biasa. Yang beda mungkin, pembeli jadi punya banyak pilihan dalam satu lokasi saja, jadi bisa buat pertimbangan yang baik dulu sebelum memilih membeli salah satu barang. Entah menurut pengunjung yang lain, tapi kalau menurut saya dengan jumlah pengunjung yang gak terlalu ramai itu justru mengenakkan, ruang pameran jadi gak sumpek. Ya sudah, semoga pameran yang kali ini digelar APKOMINDO ini bisa dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan lain yang menarik di Lampung.Salam.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-7494729787309313309?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/7494729787309313309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=7494729787309313309' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7494729787309313309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7494729787309313309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/02/pameran-teknologi-lampung-2008.html' title='Pameran Teknologi Lampung 2008'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R7eKSRG0NhI/AAAAAAAAAHY/IRiewlBZ7W8/s72-c/Foto015.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-6840307288892181774</id><published>2008-02-09T14:26:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T15:17:16.684+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='banner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blogger lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blogger'/><title type='text'>Banner Blogger Lampung</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Ditengah libur ini, iseng-iseng buka-buka foto tentang objek yang menarik di Bandar Lampung, bermain sedikit dengan photoshop, ah… akhirnya jadi deh tiga banner buat para blogger Lampung. Silakan kalau mau di ambil bannernya, sudah diiklaskan, tinggal copy saja imagenya terus di simpan and generate codenya dan tempelkan deh di blognya orang Lampung. Kalo ada ide silakan disampaikan atau ada yang mau buat juga ya silakan. Semuanya kan demimu lampungku, ups….. hahaha…, silakan liat di sini:&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164879133594105298" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R61WNRG0NdI/AAAAAAAAAG4/850_bADy-ZU/s320/banner2.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164879623220377058" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R61WpxG0NeI/AAAAAAAAAHA/tiJyHoWJomc/s320/banner4.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164880087076845042" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R61XExG0NfI/AAAAAAAAAHI/vXPVG9dJ1dg/s320/banner3.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164880392019523074" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R61XWhG0NgI/AAAAAAAAAHQ/LBuTObOjapM/s320/banner5.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-6840307288892181774?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/6840307288892181774/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=6840307288892181774' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6840307288892181774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6840307288892181774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/02/banner-blogger-lampung.html' title='Banner Blogger Lampung'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R61WNRG0NdI/AAAAAAAAAG4/850_bADy-ZU/s72-c/banner2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-1850407411853733664</id><published>2008-02-08T11:19:00.000+07:00</published><updated>2008-02-08T11:32:55.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tragedy of the common'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='banjir'/><title type='text'>Banjir dan Tragedy of The Common</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Terinspirasi sama banjir, nguprekin notebook buat tulisan, terus dikirim ke media lokal (saingannya media langganan tulisanku: bagian dari *****group) kok belum dimuat ya... malah yg gak jelas dimuat, ah... dasar ****post network, seleranya jadul.., ya sudah di sini duluan deh..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Banjir datang lagi ditengah hiruk pikuk peristiwa sejarah Indonesia. Sebagai tamu yang selalu datang di negeri ini semestinya banjir tidak lagi menjadi berita besar. Semestinya kita sudah akrab menangani masalah alam yang satu ini, kehadirannya pun hampir pasti setiap tahunnya. Dalam konteks banjir yang terjadi pada awal Februari ini, penyebabnya memang dikarenakan faktor curah hujan yang tinggi. BMG sebelumnya telah memperkirakan bahwa curah hujan akan tinggi dan Bulan desember hingga Februari. Disebutkan bahwa penyebab utama cuaca ekstrem ini adalah akibat adanya fenomena yang disebut Osilasi Madden-Julian yang terjadi bersamaan dengan banyaknya awan sehingga kombinasinya menghasilkan curah hujan yang tinggi (Kompas: 18/01/08).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi tersebut memang tidak dapat dihentikan atau dicegah. Namun jika melihat fenomena banjir ini sebenarnya bukan merupakan sekedar kejadian yang kebetulan.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Fenomena negatif yang terjadi pada masa modern ini terjadi dalam bingkai hukum sebab akibat yang membentuk hubungan implikatif. Banjir yang terjadi ini didorong oleh banyak sebab yang terjadi sebelumnya. Dengan demikian banjir bukan sekedar persoalan fenomena alam. Banjir juga merupakan bagian dari rangkaian fenomena sosial, politik dan ekonomi. Banjir dalam konteks tersebut merupakan salah satu efek dari over-eksploitasi manusia terhadap sumber daya bersama pendukung kehidupan (common life resources). Konfrensi PBB Untuk Perubahan Iklim (UNCCC) yang baru beberapa bulan lalu selesai dilaksanakan di Bali sudah menghasilkan paparan-paparan yang dapat menjadi petunjuk untuk menjelaskan terjadinya fenomena cuaca ekstrem yang juga diakibatkan oleh ulah manusia yang keliru dalam memperlakukan alam. Sikap over-ekspolitasi terhadap sumber daya pendukung kehidupan dapat dilihat dalam wujud deforestasi yang tinggi, konsumsi bahan bakar fosil yang tinggi dan penggunaan bahan kimia tidak ramah sebagai fasilitas masyarakat modern. Masyarakat sebagai sebuah himpunan individu sosial ekonomi nampak hendak memaksimalkan manfaat dari sumber daya bersama pendukung hidup tersebut namun enggan atau tidak memberikan kompensasi balik atas semangat eksploitasi yang tinggi tersebut. Sebagai akibat dari perilaku berlebihan tersebut, masyarakat tersebut kemudian menanggung suatu kejadian yang disebut oleh Garret Hardin (1968) sebagai Tragedy of The Common.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi tersebut merupakan sebuah perangkap sosial yang terjadi sebagai akibat dari semangat individu untuk memaksimalkan keuntungan dari pemanfaatan suatu sumber daya yang dinikmati secara bersama. Tragedi of the common terjadi ketika masing-masing individu di dalam masyarakat berusaha secara over-aktif untuk memanfaatkan sumber daya bersama (common) tersebut, sehingga kemudian dalam rentang waktu tertentu justru mengakibatkan semakin minimalnya kapasitas sumber daya bersama yang dapat dimanfaatkan tersebut. Akibat dari tindakan masing-masing pihak yang tidak memberikan toleransi dengan landasan maksimasi keuntungan ekonomis tersebut adalah menurunnya kemampuan sumber daya itu untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan. Jika melihat lebih jauh implikasi lanjutan dari akibat tersebut, fenomena alam dan sosial yang tidak biasa dan terjadi di tengah masyarakat dapat memberikan gambaran betapa luasnya akibat dari perilaku sosial, ekonomi dan politik dari komunitas manusia ini terhadap tatanan kehidupan yang sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika merujuk kepada maksud dari sumber daya bersama tersebut, maka yang tercakup tidak hanya hutan dan udara seperti yang dimaksud sebelumnya. Dalam kasus banjir ini, over-eksploitasi pihak yang memaksimalkan kepentingan dan kegagalan pemerintah untuk menjadi pengatur interaksi pihak-pihak tersebut juga terjadi dalam pemanfaatan ruang. Perilaku manusia kota yang membuang sampah sembarangan di sungai, pemukiman yang tidak menyediakan daerah resapan dan drainase yang seimbang ditambah dengan tidak sebandingnya pemanfaatan lahan dalam wujud alih fungsi dengan kapasitas natural dari kota tersebut, mengakibatkan efek tidak mampunya sumber-sumber daya tersebut mengatasi fenomena alam yang juga secara paralel diakibatkan perilaku manusia yang tidak terkendali. Pada kasus di Jakarta misalnya, ketidakmampuan lahan untuk menyerap air hujan yang datang secara melimpah atau juga seperti yang pernah terjadi dikarenakan banjir kiriman dari daerah hulu yang berada di kota-kota sekitar Jakarta dan tidak mampu mengalir secara lancar melalui irigasi di Jakarta merupakan gambaran terjadinya kombinasi akibat dari perilaku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi yang paling utama dalam mengatasi atau mencegah terjadinya kejadian tersebut adalah dengan menegaskan kembali peran pemerintah melalui fungsi regulasinya. Sebagai pemegang otorisasi dari interaksi ekonomi-sosial-politik masyarakat, pemerintah memiliki fungsi untuk membatasi tingkat pemanfaatan sumber daya bersama yang dapat digunakan oleh masing-masing pihak. Wujud dari ini sudah dilakukan oleh pemerintah dalam bentuk perijinan, pembatasan dan pelarangan pemanfaatan terhadap sumber-sumber daya bersama. Dalam konteks ini pemerintah adalah aktor yang secara langsung ditaati oleh masyarakat. Hanya saja permasalahan yang kemudian muncul dan mengakibatkan tidak efektifnya intervensi tersebut adalah inkonsistensi pemerintah itu sendiri dalam menciptakan, mengimplementasi dan melengkapi sistem regulasi pada masing-masing sektor dan lingkup spesifik dari sumber-sumber daya bersama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat pembalakan liar yang tinggi meski sudah ada perangkat hukumnya, Tingginya tingkat polusi akibat bahan bakar fosil dan bahan kimia yang dominan, perilaku membuang sampah di sungai yang sebenarnya sudah di atur dalam regulasi hingga tingkat daerah (perda) namun tidak pernah tereksekusi, atau penyalahgunaan fungsi lahan di kota ataupun daerah yang sebenarnya struktural sudah di atur dalam kebijakan nasional dan daerah namun akibat dominannya kepentingan ekonomis yang ditawarkan kemudian, menjadikan perangkat regulasi tersebut unimplemented. Kasus-kasus tersebut merupakan gambaran tentang tidak efektifnya intervensi yang dilakukan kepada interaksi pemerintah dan masyarakat di dalam negara. Memang dalam konteks politik ekonomi, latar belakang tidak efektifnya fungsi tersebut juga di dorong oleh faktor eksternal dari lingkup yang lebih luas. Kepentingan negara lain atau swasta asing terhadap suatu sumber daya tertentu dapat memancing pemerintah untuk sengaja tidak konsisten demi pencapaian tujuan kepentingan yang ditawarkan sebagai kompensasi atas ekspolitasi sumber daya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjir yang terjadi ini juga demikian. Perilaku manusia yang demikian ekspansif secara perlahan telah memberikan kontribusi terhadap kondisi cuaca ekstrim dan juga sekaligus mengakibatkan minimalnya kapasitas sumber daya yang lainnya untuk mengatasi terjadinya gejala alam tersebut. Nampaknya benar bahwa, alam tidak pernah memberikan bencana tanpa sebab dan terkadang penyebab terjadinya bencana tersbeut adalah akibat dari ulah manusia yang sudah diberi mandat untuk mengelola alam dan seisinya ini secara adil. Sudah saatnya kita sebagai komponen masyarakat memiliki komitmen dan konsistensi dalam memanfaatkan sumber daya pendukung hidup yang ada secara adil. Pada sisi lain yang lebih kuat, pemerintah juga perlu memiliki paradigma yang lebih kuat terhadap pengelolaan masyarakat, kepentingan dan kondisi sumber-sumber daya yang dimiliki. Sebagai aktor kebijakan, sikap konsisten dan tegas dalam melaksanakan regulasi tersebut perlu dijadikan nilai utama dalam pemerintahan dan seperti biasa hal ini dapat dimotori dari pucuk pimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh: Simon S. Hutagalung (Pengajar FISIP Universitas Lampung) &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-1850407411853733664?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/1850407411853733664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=1850407411853733664' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/1850407411853733664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/1850407411853733664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/02/banjir-dan-tragedy-of-common.html' title='Banjir dan Tragedy of The Common'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-3522243947969814233</id><published>2008-02-01T10:01:00.000+07:00</published><updated>2008-02-01T10:27:02.413+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rancage Award. Lampung. Udo Z Karzi.'/><title type='text'>Rancange Award 2008 Untuk Lampung</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Membaca berita di &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008020101060714"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Lampung Post&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; 1 Februari 2008 ini membuat saya jadi salut. Luar biasa perjuangan abang Udo Z. Karzi dalam mempertahankan bahasa lampung lewat tulisan-tulisannya, bahkan beliau yang juga kontributor &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.seruit.com/"&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;SeruitDotCom&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; itu berani mengambil resiko tidak akan dimengerti pengunjung yang mendatangi &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://udozkarzi.blogspot.com/"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;blognya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;em&gt; yang ditulis dalam bahasa lampung. Penghargaan ini semoga menjadi cambuk buat Pemerintahan dan semua pihak di Propinsi Lampung agar terinspirasi dalam mempertahankan kebudayaannya, sebelum punah atau diakui oleh pihak asing. Selamat bang Udo !.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#333333;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sastra Daerah:Udo Z. Karzi Raih Rancange Award 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;BANDUNG (Lampost): Buku antologi sajak Mak Dawah Mak Dibingi (Tak Siang Tak Malam) karya Udo Z. Karzi, nama pena wartawan Lampung Post Zulkarnain Zubairi, mendapat Rancange Award 2008 dalam pengumuman yang disampaikan Sekretaris Yayasan Kebudayaan Rancange di aula Universitas Padjadjaran, Bandung, Kamis (31-1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hadiah ini dapat menjadi momentum mengembangkan dan melestarikan bahasa Lampung. Kami berharap penerbitan buku berbahasa Lampung bisa menjadi tradisi baru intelektual di Lampung," kata Hawe Setiawan, Sekretaris Yayasan Kebudayaan Rancange, seusai membacakan pengumuman Rancange Award 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumuman digelar bersamaan dengan perayaan 70 tahun Ajib Rosidi, sastrawan yang juga pendiri Yayasan Kebudayaan Rancange. Dalam seremoni acara, dibeberkan bagaimana Ajib Rosidi mendirikan Yayasan Kebudayaan Rancange dan berkiprah untuk melestarikan bahasa-bahasa daerah yang ada di Nusantara.&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#333333;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hawe, Rancange Award mulai diberikan untuk sastra berbahasa daerah pada 1989, diawali dari sastra berbahasa Sunda. Tahun 1994, Ajib Rosidi bersama Yayasan Kebudayaan Rancange memperluas penghargaan menjadi sastra berbahasa Sunda dan Jawa. Pada 1997, Rancange Award diperluas lagi untuk sastra berbahasa Sunda, Jawa, dan Bali. "Sastra berbahasa Lampung baru diberi penghargaan tahun ini. Semoga tahun depan tetap dapat penghargaan," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain buku Udo Z. Karzi, Rancange Award 2008 juga diberikan untuk karya sastra berbahasa Sunda, Jawa, dan Bali. Untuk bahasa Sunda, Rancange Awar diberikan kepada Godi Suarna atas novelnya berjudul Sandyakala. Untuk sastra Jawa diberikan pada novel Dedek Sgara Kidul, dan sastra Bali diberikan kepada I Nyoman Manda. "Setiap pemenang akan memperoleh piagam penghargaan dan uang tunai Rp5 juta. Penyerahan hadiah akan digelar pada Mei mendatang. Setiap pemenang akan disurati," kata Hawe. n HUT/U-2.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-3522243947969814233?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/3522243947969814233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=3522243947969814233' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/3522243947969814233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/3522243947969814233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/02/rancange-award-2008-untuk-lampung.html' title='Rancange Award 2008 Untuk Lampung'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-7306672988325668643</id><published>2008-02-01T09:04:00.000+07:00</published><updated>2008-02-01T09:22:07.241+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia. internet.'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngeblog'/><title type='text'>Indonesia: Termasuk 50 Negara Tersibuk Ngeblog</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Satu lagi pengakuan terhadap prospek internet dan web 2.0 bagi masyarakat. Bahkan dsebutkan juga bahwa Indonesia termasuk ke dalam 50 negara/kota paling sibuk nge-blog di dunia versi Business Week. News ini diambil dari &lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.01.31.15461689&amp;amp;channel=1&amp;amp;mn=53&amp;amp;idx=71"&gt;&lt;em&gt;Kompas tanggal 31 Januari 2008.&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333333;"&gt;&lt;strong&gt;Tren Internet Dorong Masyarakat Berpartisipasi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KAMIS - Perkembangan teknologi internet saat ini menuntut peran serta pengguna teknologi. Pantas kalau disebut bahwa tren internet mengarah ke era partisipasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partisipasi kelihatan sekali dalam penerapan teknologi web 2.0 yang melahirkan blog, wikipedia, friendster, dan situs-situs sosial lainnya. Internet telah berkembang menjadi tempat saling berbagi dan interaksi langsung di antara masyarakat dan manawarkan nilai tambah baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tren internet minimal menawarkan tiga nilai tambah utama, yaitu makin banyaknya model bisnis outsourcing, cross funding, dan citizen journalism," kata pengamat teknologi informasi dan komunikasi, Adrianto Gani, dalam Infokomputer Forum 2008 di Hotel Shangrilla, Jakarta, Kamis (31/1). Ciri utamanya adalah terbentuknya komunitas.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333333;"&gt;Ia mencontohkan, komunitas motor di internet telah menjadi referensi utama bagi produsen motor yang akan merilis produknya. Begitu pula dengan pengembang software yang bisa memperoleh masukan dari komunitas pengembang yang mau menjadi beta tester.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan internet pula, investor dapat langsung menanamkan dananya kepada pelaku usaha. Bahkan, bukan tidak mungkin investasi dipikul bersama-sama anggota komunitas. Peluang ini menyebabkan ide lebih mudah muncul karena hubungan langsung pelaku usaha ke investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran web 2.0 juga membuka kesempatan lebih luas terhadap praktik citizen journalism (jurnalisme publik). Semua orang di Internet kini bisa menjadi wartawan dan secara sukarela menyebarkan informasi yang berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, untuk berperan serta dalam megatrend internet, let's do it, sebelum ketinggalan. Jangan takut untuk menjadi kreatif, nikmati saja, jangan suka mengacau atau vandalisme di wikipedia, misalnya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat di Indonesia memiliki peluang yang besar untuk ambil bagian dalam tren internet ini. Jaringan broadband (pita lebar) sudah mulai masuk ke rumah-rumah dan biaya bandwidth yang semakain menurun. Apalagi, didukung perkembangan blog yang pesat hingga menempatkan Indonesia ke dalam 50 kota paling sibuk nge-blog di dunia versi Business Week.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-7306672988325668643?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/7306672988325668643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=7306672988325668643' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7306672988325668643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7306672988325668643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/02/indonesia-termasuk-50-negara-tersibuk.html' title='Indonesia: Termasuk 50 Negara Tersibuk Ngeblog'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-9132546912702600179</id><published>2008-01-28T09:44:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T15:17:16.929+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PNS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Birokrasi'/><title type='text'>PNS, Birokrasi dan Masyarakat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R51C3bP0bGI/AAAAAAAAAGw/uxEtpHd_mK0/s1600-h/pns1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160354268010802274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R51C3bP0bGI/AAAAAAAAAGw/uxEtpHd_mK0/s320/pns1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada tanggal 26 Januari 2008 ribuan pelamar berkompetisi dalam seleksi rekrutmen CPNSD di Propinsi Lampung. Meskipun pada periode ini juga dilakukannya rekrutmen langsung terhadap tenaga honorer yang memenuhi persyaratan namun tetap saja nampak minat masyarakat masih besar. Sebenarnya tidak hanya dalam konteks CPNSD saja, juga rekrutmen oleh Departemen dan Lembaga Vertikal lainnya yang menunjukkan gejala sama tiap rekrutmen terbuka. Apakah salah?, Tidak. Lalu apa masalahnya?. Inilah yang hendak dijawab dalam tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kajian yang penulis lakukan setidaknya ada beberapa alasan kenapa masyarakat meminati sektor ini. Pertama, image yang masih kuat terhadap PNS yang merupakan bagian dari pemerintah. PNS lebih tinggi nilainya dalam kehidupan sosial masyarakat. Bekerja sebagai aparatur pemerintah dianggap lebih memiliki nilai prestise yang tinggi ketimbang pada sektor swasta, posisi tawar seorang PNS akan lebih meningkat nilai sosialnya di dalam struktur masyarakat. Hal ini sebenarnya dapat menjadi motivasi yang bisa menunjang produktivitas kinerja PNS apabila di tunjang dengan distribusi tugas yang tepat dan terarah, sehingga setiap aparatur mampu memaksimalkan perannya di dalam struktur sosial masyarakat. Sebaliknya image tersebut akan berubah negatif jika aparatur tersebut tidak mampu memberikan kontribusi yang baik dalam pelaksanaan peran pemerintah kepada masyarakat. Hal tersebut justru akan menguatkan gambaran yang tidak baik tentang PNS. Sehingga akhirnya hanya diminati oleh sumber daya manusia yang kurang berkualitas atau yang memiliki semangat kerja rendah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, janji akan masa depan yang terjamin karena sulitnya dilakukan PHK terhadap PNS dan adanya pensiun yang dapat dirasakan ketika tidak lagi berstatus PNS. Menjadi PNS dianggap memiliki tingkat stabilitas yang lebih jelas ketimbang pada sektor swasta misalnya, meskipun tidak berlebihan, namun jaminan akan stabilitas ini tetap menjadi daya pikat utama. Hal ini merupakan bentuk motivasi yang dapat memberikan jaminan hadirnya dan terselenggaranya peran pemerintah di dalam masyarakat. Namun juga dapat menghasilkan stagnansi kinerja jika aparatur tersebut juga bersikap stagnan dalam kinerjanya. Sistem insentif yang belum sepenuhnya berorietasi kepada produktivitas kinerja yang adil dianggap menjadi faktor dominan yang mempengaruhi aparatur untuk memiliki tingkat income yang lebih baik apabila mereka memiliki derajat kinerja yang dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, terbukanya kesempatan untuk menikmati fasilitas-fasilitas negara, seperti rumah dinas, mobil dan motor dinas atau beasiswa dan sebagainya. Negara memang memfasilitasi aparaturnya untuk dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas dinas yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja aparatur tersebut dalam pelaksanaan tugas-tugasnya, meskipun seringkali distribusi fasilitas ini tidak terkelola secara baik namun adanya janji akan fasilitas ini juga menjadi daya tarik. Hal ini juga merupakan bentuk motivasi positif namun juga mampu menjadi potensi konflik bila tidak terkelola dengan baik. Menjadi motivasi internal apabila seorang aparatur berusaha untuk menikmati fasilitas tersebut dengan cara menghasilkan kontribusi kinerja yang lebih besar terhadap instansinya. Namun juga dapat menjadi potensi konflik apabila tidak adanya kejelasan dan konsistensi aturan dalam pemanfaatan fasilitas-fasilitas tersebut. Seringkali yang lebih menjadi dasar adalah pertimbangan senioritas struktural sehingga akhirnya justru dapat melemahkan motivasi aparatur yang tadinya berkeinginan untuk berkinerja secara lebih baik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keempat, adanya pandangan yang melihat posisi sebagai PNS bisa menjadi batu loncatan pada aktivitas yang lain. Menjadi seorang aparatur negara sudah pasti akan bersinggungan dengan banyak pihak dengan beragam kepentingan, interaksi tersebut kemudian berkembang menjadi bentuk-bentuk hubungan simbiosis yang menghasilkan banyak pertukaran manfaat. Jika dianalisis secara jangka panjang maka hal ini memberi motivasi yang baik namun jika melihatnya secara pragmatis justru akan memberikan implikasi yang tidak baik bagi birokrasi karena yang bersangkutan akan bersikap simplistik dan oportunis. Aparatur dengan motivasi yang demikian umumnya akan selalu berusaha untuk menggunakan statusnya guna menghasilkan manfaat pribadi yang lebih besar ketimbang manfaat bagi kinerja instansinya. Sehingga akhirnya orientasi kinerjanya lebih dominan pada pemenuhan kepentingan pribadi ketimbang instansinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, adanya pandangan yang melihat bahwa meskipun pendapatannya variatif namun posisi sebagai PNS menjanjikan adanya pendapatan ekstra yang terkadang lebih besar dari gaji pokok. Pandangan ini cukup mengherankan karena apabila dianalisis lebih lanjut maka pendapatan ekstra yang dimaksud sebenarnya bisa terbagi menjadi dua; yang legal dan yang ilegal. Pada saat ini memang dimungkinkan bagi Instansi Pemerintah untuk mengalokasi bentuk-bentuk pendapatan ekstra kepada aparatur pemerintah dalam bentuk reward yang berdasarkan kepada kinerja. Namun jika yang dimaksudkan adalah pendapatan yang ilegal semacam uang kutipan, pelicin, pungli, suap dan lainnya yang sejenis maka hal tersebut menjadi sebuah pertanda yang tidak baik terhadap masa depan birokrasi. Jika kategori pendapatan ekstra yang pertama maka hal tersebut akan memberikan motivasi yang baik bagi kinerja aparatur dengan catatan mekanisme reward tersebut telah memiliki desain yang baik. Untuk Pemerintah Daerah misalnya bisa menggunakan Permendagri No 59 Tahun 2007 sebagai dasar pemberian reward bagi aparatur dengan klasisfikasi tertentu. Namun jika kategori pendapatan ekstra yang kedua, maka hal tersebut justru akan merusak birokrasi tersebut. Birokrasi akan menjadi sistem yang tidak fair, korup dan tidak akan pernah berorientasi kepada khitahnya yaitu kerja pelayanan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, adanya pandangan yang melihat dengan menjadi PNS merupakan jalan untuk secara cepat meningkatkan derajat kesejahteraan, caranya dengan menggadaikan SK ke bank dan menghutang sejumlah rupiah untuk membangun rumah atau membeli mobil. Meskipun dalam faktanya banyak sekali aparatur pemerintah yang menempuh jalan ini, namun sikap ini sekaligus mencerminkan cara pandang yang simplistik, mengambil suatu manfaat secara cepat tanpa mempertimbangkan implikasi jangka panjangnya. Persoalan ini sebenarnya didorong oleh kondisi sistem birokrasi kita yang memang belum mampu memfasilitasi terpenuhinya kebutuhan dasar aparatur pemerintahnya padahal jika kita berpikir secara mendasar dengan menggunakan konsep motivasi, untuk mencapai tingkat motivasi kinerja yang tertinggi, yaitu kepuasan sosial maka akan terlebih dahulu berawal dari pertimbangan terpenuhinya kebutuhan dasar. Jika seorang aparatur belum merasa terpenuhi maka jalan yang lebih dahulu diprioritaskan adalah memilih jalan alternatif untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Jika motivasi ini tidak terkelola secara baik maka akan berpengaruh terhadap kinerja birokrasi karena seorang aparatur akan mempersepsikan kerja-kerja birokrasi sebagai pilihan bukan sebagai tugas pokoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian tersebut dapat dianalisis bahwa motivasi yang dimiliki oleh masing-masing aparatur yang berawal semenjak rekrutmen, turut memberikan dampak terhadap masalah-masalah birokrasi yang selama ini diidentifikasi secara negatif. Motivasi-motivasi ini sebenarnya dikembangkan oleh interaksi dalam masyarakat dan dilatarbelakangi oleh masih lemahnya sistem birokrasi, termasuk adalah sistem sumber daya manusia aparatur pemerintah di negeri ini. Seperti di dalam uraian sebelumnya, konsekuensi-konsekuensi yang muncul dari motivasi yang beragam tersebut dapat terjadi secara nyata karena didorong oleh implementasi dari peraturan Manajemen SDM yang kurang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pengelolaan SDM Pemerintah kita memang belum terlalu mengakomodasi adanya pertimbangan yang proporsional berdasarkan kinerja yang mampu dan telah dihasilkan oleh seorang aparatur melalui suatu mekanisme yang terukur yang di kendalikan secara konsisten. Kenaikan gaji dan tunjangan-tunjangan yang dilakukan secara periodik dan minimal oleh pemerintah pusat, menunjukkan bahwa perbaikan dalam Manajemen PNS ini lebih di dorong oleh kepentingan politis ketimbang latar belakang keinginan yang sungguh-sungguh untuk mereformasi sistem ini secara tuntas. Dalam otonomi daerah sebenarnya hal ini dapat dilakukan dalam beberapa aspek pada level pemerintah daerah, namun permasalahannya dalam peluang tersebut adanya kemungkinan penolakan dari beberapa aparatur yang terganggu kepentingannya. Meskipun sebenarnya kuncinya adalah political will pemimpin daerah untuk mewujudkan tingkat kompetisi kerja yang lebih baik dan adil bagi aparatur birokrasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah dalam motivasi terhadap kerja PNS yang terbentuk sebagai cara pandang dan bersikap seorang aparatur ini sepertinya merupakan permasalahan budaya yang terbentuk sebagai akibat dari benturan kebutuhan pribadi dan fakta yang dihadapinya di dalam interaksi masyarakat. Masyarakat sebagai tempat lahirnya birokrasi yang didukung oleh permasalahan dalam fungsi norma legal formal yang dihasilkan oleh pemerintah sebagai pembuat kebijakan, juga turut memberikan pengaruh terhadap kondisi birokrasi. Masalah-masalah dalam komponen-komponen itulah yang mengakibatkan masih berputarnya lingkaran setan sehingga akhirnya tetap menjebak birokrasi pada persoalan yang sama. Lalu, kapan reformasi birokrasi akan tuntas?. Kuncinya ada pada pembuat kebijakan, birokrasi dan juga masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh; &lt;strong&gt;Simon S. Hutagalung&lt;/strong&gt; (Staf Pengajar FISIP Universitas Lampung)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Artikelku dimuat di SKH &lt;a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008012802460426"&gt;Lampung Post tanggal 28 Januari 2008.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-9132546912702600179?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/9132546912702600179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=9132546912702600179' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/9132546912702600179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/9132546912702600179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/01/pns-birokrasi-dan-masyarakat.html' title='PNS, Birokrasi dan Masyarakat'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R51C3bP0bGI/AAAAAAAAAGw/uxEtpHd_mK0/s72-c/pns1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-564128033846294156</id><published>2008-01-19T21:54:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T15:17:17.408+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='on tivi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blogger lampung'/><title type='text'>Blogger Lampung On Tivi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R5IW2qjiRQI/AAAAAAAAAGY/27JdbWkzZW0/s1600-h/DSC09976.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157209651684721922" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R5IW2qjiRQI/AAAAAAAAAGY/27JdbWkzZW0/s320/DSC09976.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tanggal 19 Januari 2008 jam 20.45 WIB dalam sebuah acara Bincang IT di sebuah stasiun tivi Lampung muncullah empat wajah, yang dua diantaranya tidak asing lagi, abahoryza -bukan nama sebenarnya: nama sebenarnya gery sugiran as (oooo.. baru tau (pura-pura), hehe) – dan satu lagi adalah bung erik… blogger lampung juga. Ternyata dua orang itu diundang untuk memperkenalkan blog dan blogger di masyarakat lampung ( bagi orang luar Lampung: udah deh jangan ketawa menghina gitu….), ya betul saudara-saudara… dua orang blogger dari komunitas &lt;a href="http://www.seruit.com/"&gt;SeruitDotCom &lt;/a&gt;itu hadir dalam kapasitasnya sebagai Blogger Lampung. Cukup seru juga acaranya, bung Gery sepertinya hampir kelepasan (apanya nih??). Hampir saja bung Gery menjadi abahoryza yang suka cengengesan itu (maaf… maaff..) sementara erik nampak sangat cool (kedinginan beneran itu mah…), suaranya lembut da tenang (nyaris tak terdengar….hehehe..). Ada satu quote yang saya kutip dari bung Gery, bunyinya begini; “ ngebloglah karena dengan ngeblog tidak akan goblog”… haaahhh…. Ya iyalah….. hahahaha….. jangan ada dendam ya bung-bung… just for fun… oke…. Mau liat foto-fotonya, boleh... nih liat deh:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R5ISTqjiRPI/AAAAAAAAAGQ/01VKAZZtYk0/s1600-h/DSC09980.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157204652342789362" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R5ISTqjiRPI/AAAAAAAAAGQ/01VKAZZtYk0/s320/DSC09980.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R5IaYqjiRSI/AAAAAAAAAGo/VtJuyBQwKZw/s1600-h/DSC09984.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157213534335157538" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R5IaYqjiRSI/AAAAAAAAAGo/VtJuyBQwKZw/s320/DSC09984.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-564128033846294156?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/564128033846294156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=564128033846294156' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/564128033846294156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/564128033846294156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/01/blogger-lampung-on-tivi.html' title='Blogger Lampung On Tivi'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R5IW2qjiRQI/AAAAAAAAAGY/27JdbWkzZW0/s72-c/DSC09976.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-1434991769744033075</id><published>2008-01-19T11:44:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T15:17:17.627+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blogger'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='visit lampung'/><title type='text'>Blogger Yang Membangun Daerahnya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R5GAxqjiRNI/AAAAAAAAAGA/g-d3fJUt4KU/s1600-h/blogger.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157044639041209554" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="241" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R5GAxqjiRNI/AAAAAAAAAGA/g-d3fJUt4KU/s320/blogger.jpg" width="250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Siapa yang menduga semenjak Jorn Barger pada Desember 1997 memperkenalkan istilah Webblog atau Blog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu di update secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang dianggap menarik dan disertai dengan komentar dari orang lain hingga saat ini mampu menjadi saluran alternatif yang semakin menjamur dalam dunia media informasi. Indikatornya adalah jumlah blog yang semakin pesat, blogger.com sebagai salah satu penyedia layanan blog mengungkapkan bahwa tingkat pertumbuhan blog yang di tandai dengan bertambahnya blog baru sebanyak 20% per bulannya. Jika ditambahkan dengan penyedia layanan blog yang lainnya seperti wordpress, multiplay, dan lainnya maka tergambarkan jika popularitas blog bisa dikatakan sangat populer. Apa yang mendorong popularitas blog demikian?.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Blog memiliki karakteristik unik yang membedakannya dengan web konvensional. Pertama, Blog memiliki sifat yang lebih interaktif. Web konvensional yang bersifat satu arah, berubah bentuk menjadi tempat dimana suara semua orang mendapat tempat. Blog memiliki kebalikan struktur dari media konvensional yang bersifat top-down, membosankan dan arogan (Jon Katz: 1999). Blog adalah contoh evolusi komunitas elektronik yang melibatkan kemampuan seorang individu yang secara online membuat, mengkostumisasi dan menjalin interaksi dengan banyak individu lain secara bebas. Sifatnya yang demikian akhirnya memposisikan web konvensional sebagai media yang tidak manusiawi, kaku dan hanya menjadi corong dari suatu kepentingan. Kedua, sifat blog yang sangat personal menjadikannya sebagai media yang ekspresif, media yang sekaligus mencerminkan karakter pemiliknya. Bervariasinya karakter setiap blog menghasilkan banyaknya sudut pandang terhadap sebuah subjek isu yang dibahas. Sebuah isu yang sama bisa saja menghasilkan bahasan dan simpulan yang berbeda pada beberapa blog. Namun demikian hal tersebut justru menjadikannya sebagai sebuah kelebihan, karena biasanya mampu menghasilkan bahasan yang lebih jujur dan membumi karena ditulis oleh individu dengan latar yang bervariasi. Ketiga, adanya beberapa penyedia layanan yang tidak berbayar menjadikan blog sebagai media yang egaliter, media informasi yang bisa dimiliki dan dikelola oleh siapapun dengan topik apapun. Setiap individu tanpa memandang latar belakangnya memiliki posisi yang setara, sebagai penulis dan komentator tanpa ada batasan yang kaku. Karakteristik yang demikian menjadikan blog sebagai wujud dari publikisasi ruang privat dimana setiap individu terlibat dalam kompetisi sudut pandang tehadap suatu subjek isu yang dibahas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Potensi ini yang sebenarnya dapat menjadi kekuatan baru dalam interaksi antar masyarakat atau masyarakat dengan elemen lain, sudah dikenal dengan istilah &lt;em&gt;Government to Government, Government to Bussiness, Government to Society, Bussiness to Society&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Society to Society&lt;/em&gt;. Blog bisa lebih menghasilkan jangkauan yang lebih luas apabila dibandingkan dengan web konvensional yang membutuhkan resources lebih besar. Potensi yang kuat ini bisa dikelola dan di arahkan kepada pencapaian manfaat-manfaat yang besar. Dalam konteks pariwisata misalnya, sumber daya yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah web promosi (misalnya web &lt;a href="http://www.my-indonesia.info/"&gt;visit Indonesia &lt;/a&gt;2008 yang menelan biaya 17 Miliar atau website promosi &lt;a href="http://www.visitlampung.com/"&gt;visit Lampung &lt;/a&gt;2009 yang terlalu kaku dan tidak sedap dilihat. Media itu tidak lebih efisien dibandingkan dengan memberdayakan komunitas online lokal yang secara dinamis berinteraksi secara luas dengan masyarakat global. Bisa dibayangkan jika satu orang saja berinteraksi minimal dengan 100 orang yang berbeda selama satu bulan dikalikan dengan jumlah komunitas ini yang untuk ukuran Lampung kira-kira berjumlah 1000 orang maka bisa dibayangkan sudah terkomunikasikan sebanyak 100.000 orang dalam satu bulan, apabila kita andaikan dari masing-masing satu orang dari 100 orang pertama itu berkomunikasi lagi dengan minimal 100 orang yang berbeda maka bisa dibayangkan efek komunikasi berantai yang terjadi tersebut akan menjangkau kuantitas masyarakat yang lebih luas. Saya tidak yakin jika hanya dengan satu website konvensional milik pemerintah mampu menandingi blog dalam hal jaringan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan bermaksud untuk mengatakan bahwa pemerintah gaptek dalam hal ini. Tapi memang, nampaknya perlu ada pertimbangan untuk lebih melihat potensi blogger sebagai salah satu aktor yang bisa memberikan dukungan positif dalam mempromosikan daerah dan mulai merentangkan tangan melihat komunitas ini sebagai stakeholder yang diberikan peran yang jelas. Semoga niat blogger untuk ikut andil membangun daerahnya ini bisa di sambut dengan baik oleh semua pihak di daerah. Amin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;written by: Simon S. Hutagalung (soemandjaja): 2008&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;picture from: &lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.detikinet.com/images/content/2007/10/23/447/blogger.jpg"&gt;&lt;em&gt;detik.net&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-1434991769744033075?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/1434991769744033075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=1434991769744033075' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/1434991769744033075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/1434991769744033075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/01/blogger-yang-membangun-daerahnya.html' title='Blogger Yang Membangun Daerahnya'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R5GAxqjiRNI/AAAAAAAAAGA/g-d3fJUt4KU/s72-c/blogger.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-2469406606974354006</id><published>2008-01-14T16:18:00.000+07:00</published><updated>2008-01-14T16:24:11.826+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dedy mizwar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh 2007'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='habiburahman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='andrea hirata'/><title type='text'>Tokoh Perubahan 2007: The Sound of Moral</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Diambil dari: &lt;a href="http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=318794&amp;amp;kat_id=3&amp;amp;kat_id1=&amp;amp;kat_id2"&gt;republika.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"First and foremost, we should be governed by common sense. But common sense should be based on moral principles first. And it is not possible today to have morality separated from religious values."&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Vladimir Vladimirovich Putin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah suara terdalam dari seorang Putin, presiden Rusia. Seorang agen dinas rahasia KGB di masa Soviet yang komunis. Putin dinilai berhasil membawa negerinya untuk bangkit kembali sehingga majalah Time menobatkannya sebagai Person of the Year tahun 2007. Bagi Putin, nilai-nilai religius merupakan pijakan moral yang utama dalam memerintah. Globalisasi memang bukan sekadar memungkinkan menyatukan warna dunia dalam seketika, tapi juga mambangkitkan identitas agar tak tergerus. Dan religi adalah the ultimate values yang paling kukuh untuk menjadi pilar. Itulah pilihan terbaik untuk tetap "menoleh ke kanan". Indonesia akan mampu bangkit dari keterpurukannya jika masyarakatnya berpegang pada nilai-nilai religi yang berakar kuat di masyarakatnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dua tahun belakangan ini, pada hari ulang tahunnya, 4 Januari, Republika mengumumkan pemenang anugerah Tokoh Perubahan 2007. Kali ini adalah untuk yang ketiga. Mereka bagai angin semilir. Damai dan menyejukkan. Pelan namun menyibakkan. Itulah ciri Tokoh Perubahan 2007 pilihan Republika tahun ini. Mereka adalah Maftuh Basyuni, Deddy Mizwar, Habiburrahman El Shirazy, Andrea Hirata, Yusuf Mansyur, dan Ratna Megawangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2005, Republika memilih delapan tokoh yang menebarkan energi positif dan optimisme. Pada 2006, anugerah diberikan kepada tujuh tokoh yang menunjukkan pribadi pekerja keras. Kali ini, Republika memilih enam tokoh penyuara moralitas dalam memandu masyarakat. Merekalah pelantun the sound of moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maftuh Basyuni adalah khas sosok pesisir utara Jawa: lugas dan berani. Membenahi Departemen Agama adalah tekadnya yang sangat kuat. Kemudahan, penghematan, pelayanan, dan membasmi praktik korupsi, percaloan, maupun mengail di air keruh dari 200-an ribu jamaah haji adalah upaya perbaikan yang terus-menerus ia lakukan. Adakalanya ia terpeleset seperti pada musim haji tahun lalu. Upayanya membenahi layanan katering haji mendapat perlawanan keras, bahkan sabotase dari pihak-pihak berkuasa di Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maftuh juga berbenah di bidang lain yang menjadi urusan departemennya seperti masalah pendidikan, birokrasi, dan pengelolaan anggaran maupun aset Depag. Ia tak banyak bicara dan lebih banyak bekerja, tanpa mengenal kompromi. Perlahan citra dan kinerja Depag pun membaik. Untuk kali pertama, Tokoh Perubahan didominasi seniman, yaitu Deddy, Habib, dan Andrea. Deddy bisa menghadirkan visinya yang kokoh di tengah terpaan produk sinetron dan film layar lebar yang dipenuhi roman picisan, pornografi, dan horor. Walau karyanya dipenuhi dengan idealisme namun ia bukan karya apik yang sunyi dari tepuk tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbukti dari rating yang tinggi dan iklan yang penuh serta tiket yang laku keras dan masa tayang yang lama di bioskop papan atas. Karyanya juga mendapat berbagai penghargaan di berbagai festival. Hal itulah yang membedakan Deddy dengan sineas lain yang juga sama-sama berdiri di garda depan produk bermutu. Bukan hendak mengecilkan yang lain, namun Deddy bisa membuktikan kualitas kreativitasnya yang tetap bergemuruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya Deddy tak melulu pada kualitas teknis perfilman. Ia juga menukik pada isinya itu sendiri. Bukankah pembeda utama antara seni cerita dengan seni lainnya adalah ceritanya itu sendiri? Bukankah berkesenian ditujukan untuk masyarakat dan bukan untuk para seniman sendiri? Bukankah berkesenian bukan sekadar menghibur tapi juga untuk pencerahan jiwa? Bukankah seniman juga butuh uang untuk hidup dan berkarya lagi? Semua dijawab tuntas oleh Deddy lewat Lorong Waktu, Kiamat Sudah Dekat, Para Pencari Tuhan, dan Naga Bonar Jadi 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ungkapan penghibur bahwa karya yang baik tak selalu karya yang paling banyak digemari. Itu memang betul. Tapi, alangkah eloknya jika selain karya itu baik tapi juga digemari. Itulah yang terjadi pada Habib atau akrab disapa Kang Abik. Novelnya, Ayat-ayat Cinta, memang meniti di atas cerita kisah cinta seorang mahasiswa. Sebuah model yang klise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun caranya bercerita, munculnya kejutan di setiap babak, bingkai multikultural dan multikeyakinan para tokoh utama yang terlibat, dan keindahan cinta tanpa syahwat merupakan eksotisme novelnya. Bahkan, dari segi bingkai multikultural dan multikeyakinan, Ayat-ayat Cinta masih lebih kuat dibandingkan dengan karya klasik Buya Hamka, Di Bawah Lindungan Ka'bah. Ya, Hamka baru telah lahir dalam sastra Islami. Di sana ada tawa, kerinduan, juga tangis. Tentu yang lebih utama, sebagaimana ditulis dalam sampulnya, inilah novel pembangun jiwa. Novel yang mampu menggugah dan menginspirasi para pembacanya untuk menjadi pribadi-pribadi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea Hirata tetap berkukuh bahwa dia bukanlah novelis. Bukan pula sastrawan. Bukan juga pembaca sastra yang baik. Apa yang ia tulis ia akui sebagai sebuah buku tentang pendidikan. Kesahajaan itulah yang membuat novelnya begitu otentik dan menyegarkan. Ia seakan makhluk baru dalam dunia sastra Indonesia. Andrea memang orang yang muncul dari dunia antah berantah dalam jagad sastra Indonesia. Justru karena itu bahasa dan ungkapannya begitu asli. Ia tak mewarisi dan tak terpengaruh siapa-siapa. Padahal novelnya, Laskar Pelangi, ia tulis hanya dalam tiga pekan. Bukankah ia seorang penulis yang luar biasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang karyawan PT Telkom tentu ia sangat sibuk. Namun, kecintaan dan dorongannya untuk memberikan hadiah pada ibu gurunya yang sedang terbaring sakit membuatnya teramuk menulis. Apa yang ia tulis adalah kisah nyata dan pengalaman pribadinya beserta teman-temannya yang tergabung dalam persahabatan Laskar Pelangi saat mereka di SD. Apa yang ia tulis adalah wajah nyata Indonesia tentang kemiskinan dan berbagai akibatnya, apalagi di wilayah terpencil di Belitung. Namun, berbagai keterbatasan itu bukanlah pintu mati jika di sana ada seorang guru yang menghayati dan mencintai profesinya. Tunas-tunas muda itu begitu keranjingan untuk belajar dan menyerap ilmu. Seperti kata Andrea, Laskar Pelangi memang bukan [sekadar] novel, dia adalah mata air di padang makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah gejala hedonisme, individualisme, pamer kekayaan, dan penderitaan akibat rentetan musibah dan krisis ekonomi berkepanjangan, Ustadz Yusuf Mansyur menyeru tentang "kenikmatan dan keuntungan" bersedekah. Ia pun mengeluarkan rumus matematika sedekah. Setiap pengeluaran akan ada pemasukan yang berlipat. Ia menyerukan solidaritas sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Ratna Megawangi. Dosen IPB yang lebih banyak dikenal lewat tulisan-tulisannya soal kesetaraan gender dari perspektif Islam merupakan pribadi yang telah enam tahun bergelut mengembangkan pendidikan yang bertumpu pada pembentukan karakter. Ia berjuang tanpa berisik. Bersama-sama para mantan mahasiswanya, kini ia telah mendirikan lebih dari 100 sekolah taman kanak-kanak di berbagai daerah. Melalui jalan sunyi, ia berharap Indonesia bisa menuainya ketika anak didiknya besar kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Saluuuuttt..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-2469406606974354006?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/2469406606974354006/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=2469406606974354006' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/2469406606974354006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/2469406606974354006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/01/tokoh-perubahan-2007-sound-of-moral.html' title='Tokoh Perubahan 2007: The Sound of Moral'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-7706009254343177809</id><published>2008-01-11T17:13:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T15:17:18.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemekaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lampung Barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesisir Barat'/><title type='text'>Melihat Calon Kabupaten Pesisir Barat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R4dCSKjiRKI/AAAAAAAAAFo/vYapEwkVGPg/s1600-h/DSC09553.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5154161178387301538" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R4dCSKjiRKI/AAAAAAAAAFo/vYapEwkVGPg/s320/DSC09553.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Pada Bulan Agustus-November 2007 saya terlibat dalam sebuah riset yang dilakukan untuk mengetahui kondisi &lt;em&gt;existing &lt;/em&gt;calon Kabupaten Pesisir Barat (saat ini masih termasuk wilayah Kab. &lt;a href="http://www.lambar.go.id/"&gt;Lampung Barat&lt;/a&gt;) yang sedang diusulkan untuk menjadi Kabupaten baru di Propinsi Lampung, dalam tulisan ini hanya akan disajikan kesimpulan pokok yang dihasilkan dari pengolahan data lapangan. Dalam Survei yang dilakukan pada 6 Kecamatan Calon Kabupaten Pesisir Barat (Kec. Pesisir Selatan, Pesisir Tengah, Pesisir Utara, Bengkunat, Karya Penggawa dan Lemong) menghasilkan analisis bahwa sudah adanya kesiapan dukungan politis yang dominan dari kecamatan dan masyarakat pada wilayah calon kabupaten Pesisir Barat tersebut, meskipun nampak masih ada kebimbangan dari beberapa kecamatan, namun mereka berpendapat bahwa wilayah calon Kabupaten Pesisir Barat tersebut layak menjadi daerah otonom sendiri dan siap untuk mendukungnya. Selain itu mereka juga berpendapat bahwa potensi-potensi yang dimiliki pada wilayah calon kabupaten itu sudah memadai bagi kehidupan kabupaten baru.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun potensi pokok yang dapat menjadi kekuatan calon Kabupaten Pesisir Barat antara lain: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Secara keseluruhan perekonomian ditunjang oleh sektor pertanian dan perkebunan (damar, kopi, kelapa dan lada), perikanan (ikan dan udang) serta beberapa &lt;em&gt;home industry&lt;/em&gt;. Potensi yang masih menjadi unggulan dari seluruh kecamatan itu adalah damar yang merupakan komoditas yang sudah lama menopang perekonomian masyarakat di daerah ini. Kemudian adalah hasil pertanian seperti kopi dan lada. Selanjutnya adalah perikanan. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sarana pendidikan sudah cukup tersedia meskipun masih ditemukan desa yang belum memiliki sekolah dasar, kondisi yang ada cukup memadai untuk ukuran daerah pedesaan. Sementara untuk sarana kesehatan yang menjadi penunjang utama adalah Puskesmas dan puskesmas pembantu. Yang menjadi catatan adalah ketersediaan dan kondisi fasilitas (peralatan medis) yang perlu ditambah dan diperbaharui. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selain itu, diketahui juga masih terdapat kondisi yang belum memadai pada wilayah calon kabupaten tersebut. Kondisi yang menonjol itu khususnya pada kondisi infrastruktur (jalan, listrik dan telepon), Kondisi ketenagakerjaan, Kondisi Geografis, Kondisi Objek wisata dan fasilitas pendukungnya (hotel dan rumah makan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada beberapa kecamatan di wilayah calon kabupaten Pesisir Barat, kondisi jalan pada daerah&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R4dDPajiRLI/AAAAAAAAAFw/jcuwT0EK6oY/s1600-h/DSC09534.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5154162230654289074" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="336" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R4dDPajiRLI/AAAAAAAAAFw/jcuwT0EK6oY/s320/DSC09534.JPG" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; yang utama (protokol) sudah baik namun pada daerah yang lebih dalam (pedesaan) masih ditemukan jalan yang rusak atau masih kasar. Sementara untuk listrik di calon kabupaten Pesisir Barat yang diketahui bahwa listrik sudah teraliri namun sebatas daerah utama kecamatan, lisrik ini hanya menyala pada malam hari saja selama 12 jam. Untuk jaringan telepon di wilayah calon kabupaten Pesisir Barat layanan telepon hanya pada daerah perkotaan (Krui), yang lainnya belum terjangkau, meski demikian masyarakat pada beberapa kecamatan bisa memanfaatkan layanan telekomunikasi seluler, sisanya sama sekali belum terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sektor unggulan di wilayah calon kabupaten Pesisir Barat secara mayoritas adalah petani dengan komoditas musiman memberikan implikasi munculnya pengangguran musiman/priodik, selain itu juga dijumpai pengangguran terdidik sebagai akibat kurang bervariasinya lapangan pekerjaan di daerah masing-masing dan mereka enggan untuk mencari pekerjaan di luar daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi geografis di wilayah Calon Kabupaten Pesisir Barat kondisi geografis yang berbukit dan pesisir pantai menjadikan masyarakatnya terdistibusi secara luas dan jarang ditemukan kepadatan penduduk. Pada beberapa kecamatan masih dihadapkan pada kendala transportasi yang menghasilkan ketidak efisienan warga (ojek yang relatif mahal bisa ± Rp.50.000), meskipun tidak berdampak luas mengingat mobilitas warga yang masih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R4dElajiRMI/AAAAAAAAAF4/djIDKnP-1es/s1600-h/DSC09538.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5154163708123038914" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 312px; CURSOR: hand; HEIGHT: 231px" height="231" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R4dElajiRMI/AAAAAAAAAF4/djIDKnP-1es/s320/DSC09538.JPG" width="320" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Potensi wisata yang utama di wilayah calon kabupaten Pesisir Barat adalah pantai yang dimilki oleh seluruh kecamatan, meski sudah sering dikunjungi oleh wisatawan (domestik maupun mancanegara) namun belum dikelola secara baik dan terarah oleh pemerintah dan masyarakat. Sementara untuk kondisi fasilitas pendukung wisata di wilayah calon kabupaten Pesisir Barat hotel hanya ditemui di daerah yang ramai (Krui) sementara pada daerah lain tidak ada. Begitu juga dengan rumah makan atau restoran yang masih terbatas dan belum khusus diperuntukkan bagi wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Geografis dan kondisi infrastruktur (jalan, listrik dan telepon) merupakan faktor yang memiliki keterkaitan. Kondisi geografis yang unik apabila di fasilitasi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai maka tidak akan menjadi masalah bagi masyarakat, demikian juga sebaliknya bila kondisi geografis tersebut kurang diatasi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai maka akan mempengaruhi dinamika masyarakat dalam sektor-sektor kehidupannya. Demikian juga dengan kondisi ketenagakerjaan, kondisi ketenagaankerjaan pada prinsipnya terbentuk oleh kondisi perekonomian yang berkembang pada suatu daerah. Meskipun kondisi perekonomian yang dimiliki oleh calon daerah ini (Pesisir Barat) nampaknya sudah memiliki potensi unggulan namun ternyata tidak cukup memadai untuk mewadahi potensi kuantitas dan kualitas tenaga kerja yang dimiliki oleh masyarakat calon daerah tersebut. Kurang bervariasinya sektor-sektor perekonomian menjadikan masyarakat yang memiliki minat dan kapasitas yang lebih baik (misalnya Sarjana) memilih untuk bekerja atau membuka usaha di luar daerahnya itu. Sementara itu pada kondisi objek wisata dan fasilitas pendukungnya (hotel dan rumah makan) yang kurang mendapatkan penanganan dengan baik sementara potensi-potensi yang dimilikinya sudah ada menunjukkan belum termanfaatkannya peluang-peluang ekonomi yang bisa menghasilkan impilkasi baik bagi masyarakat sekitar. Padahal jika adanya pengelolaan yang lebih baik maka potensi ini akan memberikan pengaruh berupa sektor alternatif ketenagakerjaan dan selanjutnya akan menunjang kondisi perekonomian pada calon daerah tersebut. Kondisi-kondisi yang terjadi tersebut merupakan komponen sub indikator yang secara substansi menjadi prasyarat terbentuknya sebuah daerah otonom baru. Karena itu secara logis kondisi yang terjadi sebenarnya pada suatu calon daerah baru akan mempengaruhi daya dukung calon daerah baru tersebut untuk mengelola potensi dan memanfaatkan potensi yang dimilikinya secara mandiri untuk kebutuhan pembangunan di daerah tersebut. Jika sebuah daerah masih memiliki kondisi yang kurang memadai maka perlu di berikan dukungan untuk terlebih dahulu memiliki derajat kualitas kondisi-kondisi yang lebih memadai.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-7706009254343177809?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/7706009254343177809/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=7706009254343177809' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7706009254343177809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7706009254343177809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/01/melihat-calon-kabupaten-pesisir-barat.html' title='Melihat Calon Kabupaten Pesisir Barat'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R4dCSKjiRKI/AAAAAAAAAFo/vYapEwkVGPg/s72-c/DSC09553.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-1437558413840212722</id><published>2008-01-11T16:42:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T15:17:19.160+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanggamus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pringsewu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemekaran daerah'/><title type='text'>Kondisi Existing Calon Kab. Pringsewu</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R4c7o6jiRGI/AAAAAAAAAFI/9Q9Ns5WLpuY/s1600-h/DSC09410.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5154153872647930978" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 265px" height="248" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R4c7o6jiRGI/AAAAAAAAAFI/9Q9Ns5WLpuY/s320/DSC09410.JPG" width="320" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selain riset terhadap kondisi &lt;em&gt;existing&lt;/em&gt; calon Kabupaten Pesisir Barat, saya juga terlibat dalam riset yang mengkaji kondisi &lt;em&gt;existing&lt;/em&gt; Calon Kabupaten Pringsewu yang juga sedang menjalani proses pengusulan untuk menjadi Kabupaten baru yang terpisah dari Kabupaten induknya (&lt;a href="http://www.tanggamus.go.id/"&gt;Tanggamus&lt;/a&gt;). Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap data lapangan tentang kondisi &lt;em&gt;existing&lt;/em&gt; pada wilayah calon Kabupaten Pringsewu, maka dapat dianalisis bahwa sudah terdapatnya dukungan yang kuat terhadap rencana pembentukan Kabupaten Pringsewu. Hal ini dalam bentuk dukungan politis yang sudah meluas pada tataran komunitas-komunitas masyarakat, faktor sosialisasi yang dilakukan oleh panitia pembentukan memberikan kontribusi terhadap menguatnya dukungan ini. Selain itu dukungan tersebut didasarkan kondisi potensi-potensi yang dimiliki oleh wilayah calon Kabupaten ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Adapun potensi pokok yang dapat menjadi kekuatan calon Kabupaten Pringsewu antara lain: &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(1). &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagian besar kondisi perekonomian ditunjang oleh sektor pertanian (produksi, pengolahan dan perdagangan hasil pertanian), peternakan dan perikanan, industri kecil (meubel dan kerajinan tangan), perdagangan dan jasa. Kondisi perekonomian yang ditunjang oleh sektor pertanian menjadikan potensi pendapatan daerah berasal dari pertanian, dalam produksi pertanian antara lain seperti padi, jagung, kakau dan pisang. Selain itu juga dalam industri pengolahan hasil pertanian, seperti kopra, kripik pisang dan klanting. Hingga juga termasuk perdagangan hasil pertanian dan olahan hasil pertanian.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;(2). &lt;span class="fullpost"&gt;Ketersediaan sarana prasarana pendidikan dan kesehatan sudah didistribusikan sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat hingga di desa yang terjauh. Pada kecamatan yang belum maju masih terdapat daerah yang mendirikan secara swadaya SD-nya agar lebih terjangkau warga desa setempat. Sementara pada kecamatan yang sudah lebih maju, seperti gadingrejo memiliki kualitas sekolah yang lebih baik (ditandai adanya rencana Sekolah Standar Internasional). Dalam sarana kesehatan sudah terdistibusi secara cukup pada masing-masing kecamatan, yang membedakannya hanya ketersediaan fasilitas kesehatan lainnya yang dimiliki secara berbeda jumlahnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;(3). &lt;span class="fullpost"&gt;Kondisi SDM layanan kesehatan dirasakan sudah cukup memadai untuk menangani masyarakat yang ada di masing-masing kecamatan, pada daerah yang lebih maju SDM layanan kesehatan lebih beragam (ada dokter spesialis) namun pada daerah kecamatan yang belum maju, adanya Puskesmas dengan dokter dan tenaga medisnya dirasa cukup untuk menangani masyarakat. Sementara untuk SDM layanan pendidikan dirasa juga sudah memadai, pada saat ini pihak Kabupaten mendorong peningkatan kualitas guru melalui studi S-1 dan memfasilitasi dalam program sertifikasi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meskipun demikian berdasar survei peneliti ke wilayah calon Kabupaten ini ternyata masih terdapat kondisi-kondisi yang belum memadai pada beberapa indikator, khususnya pada kondisi infrastruktur (jalan, listrik dan telepon), Kondisi ketenagakerjaan, Kondisi Geografis, Kondisi Objek wisata dan fasilitas pendukungnya (hotel dan rumah makan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada beberapa kecamatan di wilayah calon Kabupaten Prin&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R4c-OqjiRII/AAAAAAAAAFY/Vg1XRz2C3J8/s1600-h/DSC09400.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5154156720211248258" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 236px; CURSOR: hand; HEIGHT: 168px" height="248" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R4c-OqjiRII/AAAAAAAAAFY/Vg1XRz2C3J8/s320/DSC09400.JPG" width="320" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;gsewu didapati jalan yang belum beraspal atau yang kondisinya rusak, jalan yang sudah baik umumnya merupakan jalan utama, sedangkan yang menjangkau ke desa-desa belum maksimal kondisinya. Sementara untuk listrik di wilayah ini, hampir seluruh kecamatan menyatakan wilayahnya sudah hampir seluruhnya terjangkau oleh listrik. Untuk jaringan telepon di wilayah calon kabupaten Pringsewu hanya terdapat pada wilayah terbatas (daerah perkotaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagai sektor unggulan di wilayah calon Kabupaten Pringsewu, pertanian menyerap tenaga kerja yang tertinggi. Namun masalah ketenagakerjaan pada daerah ini terdapat dalam penyerapan tenaga kerja usia produktif, khususnya yang terdidik pada sektor pertanian, tenaga kerja ini lebih memilih untuk bekerja diluar wilayah mereka sendiri atau memilih untuk bekerja pada sektor selain pertanian (khususnya produksi pertanian), antara lain pada sektor perdagangan dan jasa. Latar belakang kondisi alam pendukung pertanian yang saat ini kurang baik dan image kerja pertanian yang kurang baik mengakibatkan tenaga kerja ini bekerja pada sektor lain, yang tersisa dari mereka yang tidak pergi itu yang kemudian menjadi pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R4c9EKjiRHI/AAAAAAAAAFQ/pUdHsAjHkto/s1600-h/DSC09379.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5154155440310994034" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 253px; CURSOR: hand; HEIGHT: 186px" height="213" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R4c9EKjiRHI/AAAAAAAAAFQ/pUdHsAjHkto/s320/DSC09379.JPG" width="320" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kondisi geografis di wilayah calon kabupaten Pringsewu yang berbukit-bukit dan mayoritas terdiri dari tanah pertanian dan perkebunan pada beberapa kecamatan yang belum maju dapat menjadi tantangan bagi aktivitas (khususnya di desa pelosok) masyarakat setempat. Kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai pada daerah tersebut merupakan faktor penyebab masih adanya kendala geografis pada daerah tertentu. Sehingga pada daerah kecamatan yang lebih maju kondisi sebaliknya yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada wilayah calon kabupaten Pringsewu, umumnya masing-masing sudah memiliki potensi wisata namun hampir keseluruhannya menyadari belum adanya pengelolaan potensi yang lebih baik sehingga dapat menjadi daya tarik pada masing-masing daerah. Sementara untuk kondisi fasilitas pendukung wisata di wilayah calon Kabupaten Pringsewu, seperti fasilitas hotel, motel dan akomodasi sejenisnya sudah cukup banyak pada kecamatan yang lebih maju, namun pada kecamatan yang belum maju, fasilitas ini masih langka. Namun fasilitas yang lebih bersifat spesifik pada penunjang wisata, hampir keseluruhan kecamatan belum memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R4c_jKjiRJI/AAAAAAAAAFg/uft1p17pL00/s1600-h/DSC09396.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5154158171910194322" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R4c_jKjiRJI/AAAAAAAAAFg/uft1p17pL00/s320/DSC09396.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kondisi Geografis dan Kondisi infrastruktur (jalan, listrik dan telepon) merupakan faktor yang memiliki keterkaitan. Kondisi geografis yang unik apabila di fasilitasi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai maka tidak akan menjadi masalah bagi masyarakat, demikian juga sebaliknya bila kondisi geografis tersebut kurang diatasi dengan pembangunan infrastruktur yang memadasi maka akan mempengaruhi dinamika masyarakat dalam sektor-sektor kehidupannya. Demikian juga dengan kondisi ketenagakerjaan, kondisi ketenagaankerjaan pada prinsipnya terbentuk oleh kondisi perekonomian yang berkembang pada suatu daerah. Meskipun kondisi perekonomian yang dimiliki oleh kedua calon daerah ini (Pringsewu) nampaknya sudah memiliki potensi unggulan namun ternyata tidak cukup memadai untuk mewadahi potensi kuantitas dan kualitas tenaga kerja yang dimiliki oleh masyarakat calon daerah tersebut. Kurang bervariasinya sektor-sektor perekonomian menjadikan masyarakat yang memiliki minat dan kapasitas yang lebih baik (misalnya Sarjana) memilih untuk bekerja atau membuka usaha di luar daerahnya itu. Sementara itu pada kondisi objek wisata dan fasilitas pendukungnya (hotel dan rumah makan) yang kurang mendapatkan penanganan dengan baik sementara potensi-potensi yang dimilikinya sudah ada menunjukkan belum termanfaatkannya peluang-peluang ekonomi yang bisa menghasilkan implikasi baik bagi masyarakat sekitar. Padahal jika adanya pengelolaan yang lebih baik maka potensi ini akan memberikan pengaruh berupa sektor alternatif ketenagakerjaan dan selanjutnya akan menunjang kondisi perekonomian pada calon daerah tersebut. Kondisi-kondisi yang terjadi tersebut merupakan komponen sub indikator yang secara substansi menjadi prasyarat terbentuknya sebuah daerah otonom baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;so... how do you think.&lt;/em&gt;?? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;writen by: Simon S. Hutagalung (soemandjaja): 2008&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-1437558413840212722?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/1437558413840212722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=1437558413840212722' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/1437558413840212722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/1437558413840212722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/01/kondisi-existing-calon-kab-pringsewu.html' title='Kondisi Existing Calon Kab. Pringsewu'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R4c7o6jiRGI/AAAAAAAAAFI/9Q9Ns5WLpuY/s72-c/DSC09410.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-7201372077654415554</id><published>2008-01-10T08:15:00.000+07:00</published><updated>2008-01-10T08:21:12.762+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blogger'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pariwisata'/><title type='text'>LIbatkan Blogger Dalam Promosi Pariwisata</title><content type='html'>&lt;em&gt;Diambil dari Lampung Post tanggal 7 Januari 2008.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah daerah harus melibatkan komunitas blogger yang ada di Lampung untuk mempromosikan potensi-potensi pariwisata ke luar daerah maupun ke luar negeri. Para anggota komunitas ini paling banyak bersentuhan dengan masyarakat luas lewat kemajuan teknologi jaringan cybernatic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Pemda di mana-mana melibatkan komunitas blogger di daerahnya untuk mempromosikan daerahnya, seperti di Palembang, Bandung, Yogyakarta, Bali, Palu, dan beberapa daerah lainnya. Di Lampung, hal itu tidak dilakukan pemerintah,” kata Gery, blogger yang mengelola portal www.seruit.com, dalam pertemuan Komunitas Blogger Lampung di BBS Universitas Lampung, Minggu (6-1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan Erick, Dede, Yudhi, Budi dan beberapa anggota komunitas blogger Lampung dalam rangka persiapan launching portal www.seruit.com sekaligus memperkenalkan keberadaan blog sebagai media komunikasi dan promosi pembangunan kepada masyarakat Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Gery, pelaku blog di Lampung mencapai 500 orang dan masing-masing memiliki blog pribadi yang dihit (diunduh) paling sedikit 500 blogger yang ada di seluruh wilayah Nusantara. Sesama blogger saling mengkomunikasikan situasi di daerah masing-masing sebagai sharing pengetahuan dan pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ada juga blog-blog khusus yang dibuat untuk mempromosikan potensi-potensi yang ada di Lampung, terutama potensi pariwisata. Blog seperti ini banyak diunduh para calon wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Gery.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada diakui Budi Hutasuhut, pengelola portal kebudayaan Lampung, www. akademi-lampung.wordpress.com. Sebagia besar blog yang dibuat blogger Lampung memiliki content yang bertujuan mempromosikan Provinsi Lampung ke dunia luar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-7201372077654415554?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/7201372077654415554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=7201372077654415554' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7201372077654415554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7201372077654415554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2008/01/libatkan-blogger-dalam-promosi.html' title='LIbatkan Blogger Dalam Promosi Pariwisata'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-7293154577663578045</id><published>2007-12-31T14:25:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T15:17:19.346+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laskar Pelangi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Laskar Pelangi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R3ibnKjiRFI/AAAAAAAAAFA/yZIz1rweu78/s1600-h/Foto007.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5150037271048766546" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 233px; CURSOR: hand; HEIGHT: 311px" height="311" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R3ibnKjiRFI/AAAAAAAAAFA/yZIz1rweu78/s320/Foto007.jpg" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama sekali saya berniat untuk membaca novel ini, semenjak nonton tayangan di &lt;a href="http://www.kickandy.com/"&gt;kick andy &lt;/a&gt;beberapa bulan yang sudah lama saya jadi penasaran untuk membaca novel yang nampaknya sangat luar biasa ini sehingga dalam jangka waktu dua tahun (2005-2007) sudah dicetak ulang sebanyak 14 kali. Setelah beberapa bulan semenjak tayangan itu, akhirnya dapat juga waktu yang benar-benar bisa di habiskan untuk seharian membaca buku, di libur akhir tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca kutipan pernyataan dari para tokoh yang menyanjung novel ini membuat saya jadi sangat bergairah mencicipinya. Bab demi bab saya jelajahi dengan nikmatnya,ya nikmat karena gaya penceritaan Andrea Hirata (sang pengarang) luar biasa “gurihnya”. Saya yang biasanya bisa menebak isi cerita hanya dari judulnya, perlahan-lahan justru terkagum-kagum dengan jalan cerita yang berdenyut-denyut itu. Mencampurkan setting sosial yang realis (masyarakat Belitong di antara PN Timah) dengan pola-pola golongan sosial yang memang harus diakui hidup di masyarakat kita dengan simbol-simbol inspirasi yang di kembangkan lewat karakter dan kelebihan yang dimiliki oleh 10 orang siswa dari sebuah sekolah Muhamadiyah yang nyaris ditutup karena muridnya tidak memenuhi kuota minimal.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbol-simbol inspirasi itu hidup melalui guru-guru mereka, Bu Mus yang disebutnya sebagai &lt;em&gt;crinum giganteum&lt;/em&gt; yang merubah protes para siswa terhadap kondisi sekolahnya yang seperti gudang kopra menjadi terdiam terpaku ketika ia menunjukkan gambar sel Bung Karno di Bandung yang menjadi tempat lahirnya pemikiran-pemikiran kebangsaan Indonesia. Ada juga Pak Harfan yang kharismatik dengan ajaran filosofis sederhana yang menjadi cahaya terang saat sedang bercerita kepada mereka tentang Perang Badar atau tentang filosofi &lt;em&gt;amal ma`ruf nahi mungkar.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Simbol inspirasi yang lain juga muncul dalam wujud Lintang dan Mahar, dua orang siswa yang berasal dari keluarga kelas pekerja kasar namun memiliki kelebihan yang luar biasa. Seorang anak pengumpul kerang bernama Lintang, melalui tangan Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan intelegensia yang luar biasa kepadanya, kemampuannya yang termasuk &lt;em&gt;highly cognitive complex&lt;/em&gt; sehingga angka-angka rumit dalam ilmu matematika dan fisika atau uraian rumit tentang metabolisme makhluk hidup atau terobosan canggih dalam memahami bahasa asing seolah menari dalam pikirannya. Di saat ia sedang asik membaca dan bereksperimen seolah Copernicus dan Lucretius juga nampak sedang duduk disamping Lintang. Atau Mahar yang juga diberikan kecerdasan dalam aspek yang lainnya. Kemampuan seninya yang menggejolak menjadikannya luar biasa dalam semua kategori seni. Bersama dengan siswa yang lainnya mereka menjalani hari bersama sebagai sahabat yang saling mendukung, bersama-sama pula mereka menikmati hobi uniknya menyaksikan pelangi di langit. Jalan hidup pun membawa mereka masing-masing kepada takdirnya yang beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca novel ini membuat saya merinding, sambil berucap “ Subhanallah…”. Ya, novel dengan pesan moral: “pendidikan adalah jalan untuk meningkatkan kualitas hidup, sehingga layak untuk diperjuangkan”, berhasil menggiring pikiranku untuk masuk ke dalam setiap detil narasinya dan berdecak kagum pada setiap akhir bab-nya. Bener-bener motivasi pengantar tahun baru 2008.&lt;em&gt; be inspired..&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;BDL, 10 hours before 2008.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-7293154577663578045?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/7293154577663578045/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=7293154577663578045' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7293154577663578045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/7293154577663578045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2007/12/laskar-pelangi.html' title='Laskar Pelangi'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8wzEN8iQkbs/R3ibnKjiRFI/AAAAAAAAAFA/yZIz1rweu78/s72-c/Foto007.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-484139914971662832</id><published>2007-12-28T19:19:00.000+07:00</published><updated>2008-01-01T14:23:46.481+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inovasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jembrana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sragen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemda'/><title type='text'>Pemda Yang Berinovasi</title><content type='html'>&lt;em&gt;Artikelku ini dimuat di SKH Radar Lampung tanggal 1 Januari 2008.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 14 Desember 2007, Departemen Dalam Negeri RI menetapkan tiga dari 408 pemerintah Daerah di Indonesia sebagai peraih penghargaan Innovative Government Award, yaitu Kabupaten Sragen, Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Kutai Timur. Ketiga Kabupaten itu dinilai oleh Depdagri memiliki pengelolaan pemerintah daerah, pelayanan publik, pemasaran dan promosi investasi daerah yang baik. Inovasi-inovasi yang diterapkan oleh daerah tersebut telah menghasilkan perubahan positif bagi daerahnya masing-masing dan menjadikan mereka sebagai daerah yang paling berkembang atau mengalami kemajuan pada saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan yang dihasilkan sebagai implikasi dari inovasi-inovasi tersebut pada Kabupaten Sragen ditandai dengan meningkatnya nilai investasi dari 62 juta dollar di tahun 2002 menjadi 126 juta dollar di tahun 2006. Kenaikan juga terjadi pada sektor tenaga kerja di bidang industri yang naik dari 785 orang di tahun 2002 menjadi 68.188 di tahun 2006. Dampak positif juga terjadi di pendapatan daerah yang naik dari 768.000 dollar menjadi 9.2 juta dollar selama 5 tahun. Kabupaten Sragen juga dikenal sebagai pemerintah daerah yang terdepan dalam penerapan e-government juga ikut mewarnai reformasi penyelenggaraan pemerintahan yang dicanangkan Pemerintah pusat. Melalui egovernment tersebut penyelenggaraan pemerintahan menjadi makin efisien, cepat dan transparan. Bahkan kesuksesan Kabupaten Sragen tersebut telah membawa Pemerintah Kabupaten Sragen sebagai konsultan pembangunan jaringan IT di berbagai Daerah di Indonesia. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu kesuksesan inovasi pada Kabupaten Jembrana yang merupakan salah satu Kabupaten dengan kemampuan keuangan (PAD) yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan Kabupaten lainnya di Propinsi Bali dengan sumber penghasilan utama berasal dari pajak, karena dengan strategi efisiensi penggunaan anggaran yang dilakukannya ternyata mampu melaksanakan berbagai program seperti pembebasan biaya pendidikan tingkat SD sampai SMU Negeri serta beasiswa untuk siswa SD sampai SMU Swasta, Jaminan Kesehatan Jembrana (JKJ) yang memberikan kebebasan akses masyarakat untuk berobat secara gratis pada pusat pelayanan kesehatan (PPK) negeri maupun swasta yang memiliki kerja sama dengan Badan Pelaksana JKJ, serta Program Dana Bergulir dan sejumlah program lain yang digulirkan dalam upaya meningkatkan daya beli masyarakat Jembrana. Dalam administrasi pelayanan perizinan juga diterapkan efisiensi prosedur terhadap 50 jenis pelayanan yang dikelola secara terintegrasi melalui Dinas Inkom dan Perhubungan setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga pada Kabupaten Kutai Timur yang merupakan salah satu hasil wilayah pemekaran dari Kabupaten Kutai yang dibentuk berdasar UU No. 47 Tahun 1999 dan diresmikan oleh Mendagri pada 28 Oktober 1999, juga memiliki Sistem layanan perijinan terintegrasi yang disebut SIMPEKAB/SIMTAP dan terus memfasilitasi investasi di daerah dan melakukan rekruitmen lokal terhadap sumber daya profesional berkualifikasi tinggi untuk mengelola potensi Sumber Daya Alamnya. Selain itu Kabupaten ini juga melalui Program Cemerlangnya (Cerdas Merata Berprestasi Gemilang) menyelenggarakan pembebasan biaya pendidikan dari Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dilhat secara cermat dari ketiga daerah tersebut maka didapatkan kesimpulan bahwa strategi inovasi yang terarah dan simultan dalam sektor-sektor pelayanan dasar bila dilakukan secara fokus, konsisten dan efisien dapat menstimulasi peningkatan kualitas pembangunan suatu daerah. Titik awal dari gagasan-gagasan itu sebenarnya adalah merubah cara pandang stakeholder terhadap hubungan antara pemerintah, swasta dan masyarakat untuk kemudian menghasilkan bentuk interaksi yang lebih aktif dan efisien. Prinsip efisiensi dan kesetaraan yang di adaptasi ke dalam berbagai jenis pelayanan publik ternyata menghasilkan umpan balik yang positif dari swasta dan masyarakat kepada pemerintah daerah. Bentuk-bentuk inovatif peran fasilitasi pemerintah tersebut mampu memotivasi dan menstimulasi elemen lokal untuk tumbuh dan membangun daerah secara bersama-sama dan lebih produktif.&lt;br /&gt;Tentu saja tidak dengan mudah strategi itu terlaksana. Ada dua hal yang menjadi faktor pendukung implementasi strategi tersebut. Pertama, komitmen kepemimpinan, faktor ini merupakan yang paling esensial bagi penerapan inovasi di dalam manajemen publik. Karena inovasi itu diawali dengan adanya perubahan gagasan yang terkadang cukup radikal dan bisa saja menghasilkan resistensi kuat dari komponen yang dikelolanya, terutama dari kalangan politisi lokal. Karenanya seorang pemimpin dalam melakukan inovasi ini juga perlu melakukan manajemen konflik dengan baik. Selain itu karena untuk mengimplementasikan perubahan secara baik itu perlu didasari suatu peta strategi inovasi dalam aspek konseptual, institusional, organisasional, dan proses manajemen publik yang baik maka seorang pemimpin dalam hal ini juga merupakan seorang yang selain juga mampu sebagai perencana yang baik juga merupakan sosok yang bisa menjaga konsistensi pelaksanaan strategis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, inovasi yang didasari dengan ide-ide kreatif tidak hanya membutuhkan pemimpin kreatif tapi juga tim yang kreatif. Karena itu diperlukan organisasi birokrasi yang efisien, profesional dan responsif sebagai jaringan pelaksana (network implementor). Organisasi merupakan agen pelaksana dari kepemimpinan juga perlu diberikan ruang aktif untuk menghasilkan inisiatif-inisiatif implementatif sehingga dengan demikian mereka akan memiliki daya sensitivitas dan inisiatif yang tinggi dalam mengatasi berbagai keadaan yang muncul. Birokrasi dengan demikian mampu bekerja sebagai organisme yang menempatkan diri secara paralel dengan pola kebutuhan sosial masyarakat dan pembangunan daerah yang berkembang sebagai organisme dinamik juga. Yang perlu dilakukan adalah tidak merantai atau membatasi birokrasi terhadap langkah-langkah perubahan yang harus dilakukan. Birokrasi juga semestinya menjadi motivating actor dalam menemukan inovasi-inovasi baru untuk menata daerahnya. Pengembangan rantai inovasi dari, oleh dan untuk birokrasi dalam hal ini merupakan usaha untuk merevitalisasi kreativitas lokal yang lebih menjamin daya adaptabilitas dan akseptabilitas dalam perubahan sehingga inovasi-inovasi yang sudah dilakukan dapat bertahan dalam rentang waktu yang berjangka panjang. Karenanya memang diperlukan inovasi pula dalam manajemen aparatur dan sistem kerja yang terdapat pada birokrasi daerah sehingga mampu menunjang kerja-kerja inovasi yang dilakukan oleh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua aspek tersebut merupakan faktor kunci (key factor) yang merupakan prasyarat utama untuk mewujudkan perubahan yang inovatif pada suatu daerah. Perubahan yang tidak hanya muncul pada tataran wacana atau gagasan pada saat kampanye pilkada saja namun juga menjadi gerakan kompetitif yang dilaksanakan sebagai wujud keberhasilan atas tafsir dan implementasi semangat otonomi daerah. Sebuah kesimpulan yang juga pantas untuk dipertanyakan kepada 405 pemerintah daerah lainnya di Indonesia, termasuk kepada 11 Pemerintah Kabupaten dan Kota di Propinsi Lampung saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;em&gt;artikel ini ditulis oleh Simon S. Hutagalung (Staf Pengajar Jur. Administrasi Negara FISIP Universitas Lampung)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-484139914971662832?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/484139914971662832/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=484139914971662832' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/484139914971662832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/484139914971662832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2007/12/pemda-yang-berinovasi.html' title='Pemda Yang Berinovasi'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-6756524876441239078</id><published>2007-12-26T11:23:00.000+07:00</published><updated>2007-12-26T11:34:40.815+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngeblog'/><title type='text'>Kenapa Ngeblog??</title><content type='html'>Pertanyaan itu lama-kelamaan jadi pikiran, tadinya gak perlu dijawab karena jawabnnya juga standar..." sebagai media informasi" atau " sebagai publikasi karya pikiran", hmmmm.... tapi sepertinya jawaban itu gak tulus, alias jawaban yang disepuh sana sini dulu. so, apa dong alasan ngeblog. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur kalau saya ngeblog itu karena nikmat..., rasanya seperti orang minum jamu atw makan sambel, meski udah tau pahit dan pedas tapi justru dicari and dinikmati... (duh jadi laperrrr...), ya memang awalnya terasa cuma ngisi waktu kosong ketimbang melamun gak jelas tapi lama kelamaan ada yang hilang kalo gak ngeblog (padahal posting yg ini juga dibuat di waktu kosong, hihi..). ya sudah nikmatin aja deh ngeblog. Hidup blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-6756524876441239078?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/6756524876441239078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=6756524876441239078' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6756524876441239078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6756524876441239078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2007/12/kenapa-ngeblog.html' title='Kenapa Ngeblog??'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-6712256576586857891</id><published>2007-12-05T14:03:00.000+07:00</published><updated>2007-12-05T14:06:12.820+07:00</updated><title type='text'>Seberapa Sehat Otak Anda ?</title><content type='html'>Untuk menilai kebugaran fisik diri sendiri memang tidak terlalu sulit. Bila badan terasa demam, nafas tersengal-sengal atau celana panjang yang sudah tidak muat lagi, bisa merupakan indikator kalau tubuh Anda tidak bugar. Tapi bagaimana Anda bisa tahu keadaan otak Anda? Apakah sehat atau tidak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk berikut ini bisa menjadi indikator kebugaran otak Anda. Masih ’berisi’ atau jangan-jangan sudah mulai ’kosong’.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Otak Anda mulai ’padam’. Ini bisa ditunjukkan dengan keadaan Anda yang mulai merasa frustasi. Banyak omongan yang Anda lontarkan tidak ada ’isinya’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Mulai lupa. Anda menemukan sereal dalam freezer tapi tidak ingat bahwa Anda yang meletakkannya di sana. Anda juga mulai kesulitan untuk mengingat nama atau kata-kata dalam lagu favorit Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; - Otak mulai seret. Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk berpikir atau menuangkan pikiran Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Depresi. Anda merasa sedih atau cemas pada waktu tertentu, kehilangan minat terhadap sesuatu yang biasanya Anda gemari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika satu atau beberapa tanda tersebut mulai ditemui pada diri Anda, cobalah  untuk berkonsultasi dengan dokter Anda. Hanya analisa dokter ahli yang dapat dengan tepat memberikan perawatan terhadap trauma otak akut atau penyakit degeneratif seperti alzheimer. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Namun Anda bisa memperlambat turunnya fungsi memori dan otak dengan melakukan latihan setiap hari. Semakin cepat Anda mulai memfokuskan diri untuk kebugaran otak, semakin baik. Para ahli percaya bahwa dalam kondisi tertentu otak dapat meregenerasi sel untuk membalikkan dampak dari penuaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya &lt;br /&gt;1. Beri istirahat pada otak Anda. Waktu tidur yang cukup merupakan salah satu hal penting untuk menjaga kesehatan otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jadikan belajar sebagai kebiasaan hidup Anda. Seperti otot Anda, otak juga perlu mendapat tantangan secara terus menerus untuk mempertahankan kondisinya. Kombinasikan acara rutin Anda dengan kegiatan baru dan Anda akan merasa lebih kreatif dan bergairah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bergerak! Olahraga akan mengurangi stres. Secara potensial dapat mencegah kerusakan hormon. Aktivitas fisik yang baru juga memberi kesempatan Anda untuk belajar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Konsumsi makanan yang baik untuk otak. Otak memerlukan zat gizi yang baik seperti asam folik dan asan lemak omega 3. Masukkan daun-daunan berwarna gelap, sayuran, ikan dan kacang-kacangan dalam diet Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hentikan rokok. Merokok dapat mengganggu sirkulasi darah ke otak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:http://www.kompas.com/ver1/Kesehatan/0712/05/091944.htm&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-6712256576586857891?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/6712256576586857891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=6712256576586857891' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6712256576586857891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6712256576586857891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2007/12/seberapa-sehat-otak-anda.html' title='Seberapa Sehat Otak Anda ?'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-3334824407984071993</id><published>2007-12-03T16:42:00.000+07:00</published><updated>2007-12-03T17:00:19.932+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lampung'/><title type='text'>Komunitas Blogger Lampung</title><content type='html'>Sabtu tanggal 1 Desember 2007 atas undangan &lt;a href="http://abahoryza.blogspot.com"&gt;abaroryza&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://herdianto.co.nr"&gt;herdianto&lt;/a&gt; dan teman blogger lainnya, kami berusaha untuk merintis hadirnya komunitas blogger yang mencerminkan identitas "kelampungan", ya.. tergerak oleh perkembangan beberapa komunitas blog di daerah lain dan dengan ide-ide yang sudah bergulir semenjak lama akhirnya dengan pertemuan yang sederhana di ujung minggu dimunculkan upaya untuk membuat jaringan blogger lampung tersebut. Meski baru dalam pematangan gagasan (hosting dengan nama &lt;strong&gt;seruit.com&lt;/strong&gt;)namun semoga bisa mengundang orang lampung lainnya yang memiliki minat sama (blog) untuk bergabung dan mempererat jaringan (loh.. kok kayak MLM).. hidup.. "&lt;strong&gt;trough blog lets build citizen journalism&lt;/strong&gt;"..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-3334824407984071993?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/3334824407984071993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=3334824407984071993' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/3334824407984071993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/3334824407984071993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2007/12/komunitas-blogger-lampung.html' title='Komunitas Blogger Lampung'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-6663224734809412931</id><published>2007-11-14T22:04:00.000+07:00</published><updated>2007-12-28T19:42:54.942+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemuda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumpah Pemuda'/><title type='text'>Pemuda dan Kepemimpinan Pemuda</title><content type='html'>&lt;em&gt;Artikelku ini dimuat di SKH Lampung Post, Rabu 31 Oktober 2007&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 telah menghasilkan berbagai inisiatif progresif tentang berdirinya sebuah bangsa yang kuat dengan cara menempatkan semangat universalitas nasionalisme di atas semangat primordialisme yang terbukti kurang mampu mengatasi masalah perjuangan bangsa dalam melawan kekuatan disintegratif. Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak bangsa dan negara yang kemudian sangat bangga dengan kemerdekaan yang diperoleh dengan perjuangan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lintasan sejarah setelah Sumpah Pemuda, gerakan universalitas nasionalisme tersebut muncul di seluruh wilayah Indonesia dengan dimotori oleh berbagai tokoh pemuda. Bahkan jika kita cermati di dalam sejarah Indonesia, hampir sebagian besar pahlawan bangsa, pejuang kemerdekaan adalah kaum pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah proklamasi, pemuda juga mampu menjadi pendobrak dan penggerak yang efektif dalam beberapa momentum perubahan bangsa. Sebut saja angkatan 65/66, peristiwa Malari dan reformasi 1998 yang menghasilkan banyak tokoh panutan hingga saat ini, meskipun kemudian tidak banyak dari tokoh tersebut yang mampu masuk ke dalam lingkaran politik institusi negara.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam beberapa kasus, gerakan pemuda tersebut justru dilanjutkan oleh pihak lain yang menangkap gagasan-gagasan mereka sebagai sebuah isu politik. Lihat saja reformasi 98 yang sangat indah memuat gagasan-gagasan tentang negara yang demokratis dan maju tetapi kemudian justru diempaskan arus politisasi yang tidak indah dan menjenuhkan. Yang lebih parah lagi adalah transfer ide besar (grand idea) tentang Indonesia Baru dari para pemuda dan mahasiswa kemudian mudah dilupakan bahkan dianggap angin lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil saja kasus penembakan mahasiswa dalam gelombang gerakan mahasiswa yang nampak masih sumir kejelasan pertanggungjawabannya meski kemudian penguasa yang berganti merupakan produk dari gerakan pemuda itu sendiri. Nasib gerakan pemuda saat ini seperti kacang yang dilupakan kulitnya, seperti ibu yang didurhakai anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa pemuda hanya menjadi pembawa tongkat estafet separuh jalan? Apakah tidak bisa jika pemuda kemudian bergerak secara total ke dalam seluruh gerakan perubahan? Apakah tidak bisa jika pemuda menjadi pemimpin? Pemuda sebagai sebuah elemen bangsa juga memiliki tanggung jawab yang sama dengan elemen lainnya. Dalam seluruh aspek berbangsa, pemuda memiliki kewajiban dan hak yang substansinya sama dengan golongan tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, pemuda juga bisa, bahkan harus menjadi pemimpin kalau ingin melihat cita-cita pergerakannya tercapai. Pemuda tidak harus lagi memilih mentransfer gagasan mereka kepada kelompok tua untuk diolah dan diwujudkan dalam berbagai kebijakan negara, kaum pemuda itu sendirilah yang harus menjadi pemimpin dan sekaligus pembuat kebijakan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita masih bisa bangga kalau melihat beberapa organisasi nasional dan daerah yang dipimpin oleh pemuda. Di Lampung misalnya, masih ada tokoh pemuda yang berhasil menjadi wakil bupati, pada daerah lain bahkan ada pemuda yang bisa meraih kepemimpinan pada tingkat provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta tersebut memang masih dapat diperdebatkan jika melihat peran dan kontribusi tokoh pemuda tersebut yang kurang terasa saat sudah mencapai kursi kepemimpinan. Terasa bahwa nilai kepemudaannya harus direduksi oleh nilai-nilai politis yang mungkin lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak nilai positif yang dimiliki oleh pemuda jika dikaitkan dengan kepemimpinan. Pertama, pemuda memiliki semangat progresivitas kerja yang tinggi. Faktor usia dan motivasi diri yang masih sangat tinggi menjadikan kaum ini mampu berkinerja secara total dan produktif. Terlebih lagi jika dihadapkan kepada kondisi lingkup kepemimpinan yang penuh dengan banyak tantangan perbaikan atau perubahan, pemuda akan lebih memiliki daya tahan yang tinggi untuk berusaha mengimplementasikan gagasannya ke dalam wujud nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita lihat konteks kepemimpinan modern, dapat disimpulkan bahwa pemimpin bukan sekadar koordinator, pengarah, pembimbing atau penanggung jawab melainkan juga harus mampu menjadi pelaksana langsung (implementor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, pemimpin modern dituntut memahami permasalahan secara rinci, mampu menghasilkan peta solusi sendiri dan menghasilkan alternatif-alternatif kebijakan dari pemikirannnya sendiri, bukan dari asistennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pemuda memiliki kejernihan dan kekuatan ide-ide yang juga dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas suatu wilayah kepemimpinan. Meski dihadapkan kepada suatu kondisi yang sudah cukup baik, tetapi kemampuan mereka dalam berpikir kreatif dan inovatif dapat memberikan sentuhan yang berbeda dan memiliki prospek baik bagi kemajuan wilayah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah lingkup kepemimpinan itu pada dasarnya unik, berbeda dengan lingkup di tempat yang lain. Karena itu, nilai lebih dari sebuah produk kepemimpinan adalah adanya keunikan positif yang dihasilkan, sementara untuk menghasikan itu diperlukan ide-ide yang jernih dan kuat untuk ditindaklanjuti. Ide yang jernih dan kuat merupakan hasil dari kemampuan untuk melihat prospek dan potensi yang bisa dikelola dan diarahkan secara fokus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pemuda memiliki sensitivitas yang tinggi. Perlu dipahami bahwa kepemimpinan merupakan sebuah proses yang berkelanjutan. Proses kepemimpinan tidak usai ketika kursi pemimpin itu telah diperoleh, begitu juga tidak usai ketika kursi kepemimpinan tidak lagi dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses kepemimpinan merupakan proses sosial yang juga mencakup rentang implikasi-implikasi atau dampak yang dihasilkan dari sebuah periode kepemimpinan. Sehingga, meskipun seorang pemimpin daerah sudah tidak lagi menjabat tetapi kalau pada periodenya dia menghasilkan kebijakan yang baik dan memberikan implikasi terasakan yang juga baik maka dia tetap akan menjadi tokoh yang berpengaruh di dalam proses kepemimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, seorang pemimpin dalam menjalankan proses kepemimpinannya harus berusaha untuk memiliki sifat yang sensitif terhadap kebutuhan lingkup kepimpinannya. Seorang pemimpin harus bisa mengetahui keinginan masyarakatnya pada saat mereka belum berbicara, harus bisa memahami dengan mata sendiri dan harus bisa bertindak tanpa harus bicara banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai lebih ketiga hal yang dimiliki oleh pemuda bukan berarti tidak dimiliki oleh kaum tua. Masih ditemui juga kaum tua yang memiliki ketiga nilai lebih itu. Selain itu, kaum tua juga memiliki nilai lebih dalam hal pengalaman, tetapi pengalaman masa lalu juga akan sangat berbenturan ketika dihadapkan kepada kondisi, kebutuhan dan instrumen yang sangat jauh berbeda dari zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hanya bermodal pengalaman tanpa gagasan besar yang kuat, konsisten dan semangat tinggi untuk mewujudkannya niscaya siklus kepemimpinan tidak akan memunculkan sebuah perbedaan yang lebih baik. Pemimpin boleh berganti nama tapi tidak dengan situasi dan arah kepemimpinan yang tercipta. Dengan demikian posisi pemuda dalam kepemimpinan tidak lagi harus menjadi pelengkap atau penggembira semata, kaum muda harus mampu maju dan menjadi tokoh utama dalam setiap momentum kepemimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, jika melihat momentum Sumpah Pemuda tahun ini yang berada di dalam nuansa kontestasi kepemimpinan daerah di Lampung saat ini, semestinya peran pemuda harus disegarkan kembali. Karena itu juga harus diserukan kepada kaum pemuda untuk berani maju bersaing dengan tokoh-tokoh lainnya. Maju, bergerak dan raihlah posisi bupati dan gubernur di provinsi ini. Buktikan bahwa seperti dalam narasi sejarah bangsa Indonesia, kaum pemuda mampu memimpin secara lebih serius dan konsisten menuju kondisi yang semakin baik. Hidup Pemuda! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*ditulis oleh Simon S. Hutagalung (Staf Pengajar FISIP Universitas Lampung)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-6663224734809412931?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/6663224734809412931/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=6663224734809412931' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6663224734809412931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/6663224734809412931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2007/11/pemuda-dan-kepemimpinan-pemuda.html' title='Pemuda dan Kepemimpinan Pemuda'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-5784287290452899807</id><published>2007-09-20T15:23:00.000+07:00</published><updated>2007-09-20T15:33:13.493+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='minyak tanah'/><title type='text'>Belajar dari Konversi Minyak Tanah</title><content type='html'>Artikel saya ini dimuat di SKH Lampung Post 1 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana pemerintah untuk mengonversi penggunaan sekitar 5,2 juta kiloliter (kl) minyak tanah kepada penggunaan 3,5 juta ton liquefied petroleum gas (LPG) hingga tahun 2010 mendatang yang dimulai dengan satu juta kl minyak tanah pada 2007 bergulir dengan banyak kontroversi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, jika melihat latar belakang ditempuhnya kebijakan ini yang antara lain bertujuan untuk menghemat anggaran sebesar Rp30 triliun yang dikeluarkan untuk subsidi minyak tanah setiap tahun sehingga anggaran tersebut bisa digunakan untuk keperluan lain, seperti pembangunan pendidikan dan infrastruktur, merupakan sebuah kebijakan dengan kandungan tujuan yang sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontroversi terjadi dalam implementasi kebijakan ini kepada kelompok sasaran (target group) yang dikehendaki terjadi dalam bentuk penolakan terhadap arahan kebijakan yang digulirkan telebih dahulu pada wilayah Jabodetabek. Ada masyarakat yang sejak awal sudah menolak dan ada juga yang awalnya menerima kebijakan ini, dalam wujud menerima kompor dan tabung gas 3 liter, tetapi kemudian beralih kembali menggunakan minyak tanah.--lengkapnya klik judul--&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncaknya adalah terjadinya unjuk rasa ribuan warga Jabodetabek yang menolak konversi minyak tanah ke gas di depan Kantor Pertamina Pemasaran Unit II Depot Plumpang, Jakarta Utara, pada tanggal 6 Agustus 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang pada awalnya kebijakan ini baru dilaksanakan di wilayah tersebut, tetapi melihat niat pemerintah untuk melaksanakan penghematan anggaran belanja negara secara sungguh-sungguh maka kebijakan ini juga akan dilaksanakan pada daerah lain di wilayah Indonesia, termasuk Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan konversi minyak tanah ke elpiji yang pada tahap awal ini dilakukan di wilayah Jabodetabek tersebut merupakan sebuah kasus kebijakan yang menunjukkan bahwa implementasi sebuah kebijakan sangat bergantung kepada setting sosial, politik dan kultur kelompok masyarakat yang menjadi target sasarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kebijakan tidak akan berjalan atau mengalami hambatan yang besar jika tidak sejalan atau tidak mampu memahami setting yang menjadi konteks dari tujuan kebijakan tersebut. Kebijakan yang menurut pembuat kebijakannya memiliki kandungan isi dan tujuan yang baik tetap tidak akan diterjemahkan yang sama oleh kelompok sasaran jika mengabaikan aspek kontekstual dari lokasi kebijakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus kebijakan konversi minyak tanah ke elpiji ini, paling tidak terdapat tiga situasi yang muncul dari setting sosial, politik dan kultural masyarakat miskin yang menjadi sasaran dari kebijakan ini. Pertama, situasi dari setting sosial. Kehidupan sosial adalah interaksi yang selalu dinamik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kelompok masyarakat akan selalu berusaha untuk mencari cara dalam mempertahankan eksistensinya. Suatu kelompok masyarakat akan menempuh berbagai pilihan strategi hingga pada rentang waktu tertentu akan memilih suatu pilihan tersebut. Sehingga bisa dijelaskan bahwa dalam kelompok masyarakat yang berbeda akan lebih kental memegang posisi yang menyukai perubahan atau pada posisi yang anti terhadap perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat dihadapkan kepada situasi sosial yang rentan terhadap perubahan akan membiasakan dirinya berada dalam posisi yang resisten terhadap perubahan. Pengalaman sosial mereka yang selalu dihadapkan kepada opini tentang perubahan yang penuh dengan risiko menjadikan kelompok ini selalu pesimis terhadap usaha-usaha yang berusaha untuk merubah kebiasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, meskipun diarahkan oleh kebijakan yang berusaha untuk melakukan perubahan tetapi persepsi sosial mereka mendorong untuk tidak langsung setuju dan ikut serta di dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, situasi dari setting politik. Setiap kelompok masyarakat tentu akan memiliki pandangan yang berbeda terhadap pemerintah yang berkuasa. Jika melihat masyarakat sebagai sebuah himpunan individu maka persepsi tersebut tidak terbentuk secara spontan atau dalam derajat waktu yang singkat. Persepsi masyarakat sebagai sebuah himpunan individu terbentuk dalam rentang waktu yang terregenerasi melalui berbagai proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus kebijakan ini, kelompok masyarakat miskin yang menjadi target sasaran kebijakan ini sepertinya memiliki cara pandang tersendiri terhadap pemerintah dalam menangani masyarakat miskin. Pengalaman yang mereka miliki tampaknya selalu dihadapkan kepada inkonsistensi dan ambivalensi pemerintah dalam mengakselerasi sebuah kebijakan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sering terjadi adalah kondisi dimana saat sebuah kebijakan kemiskinan dilaksanakan, tiba-tiba muncul kebijakan turunan atau kebijakan dalam sektor-sektor lain yang bersinggungan dengan kebijakan utama tadi, ternyata tidak sejalan dengan pencapaian tujuan kebijakan utama yang sudah dirancang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada beberapa kasus juga mereka mengalami beberapa kebijakan penanggulangan kemiskinan yang belum secara langsung memberikan implikasi terhadap taraf kemiskinan itu sendiri. Pengalaman-pengalaman tersebut menjadikan mereka sebagai pihak yang pesimis atau bahkan antipati terhadap upaya-upaya dari pemerintah untuk menangani kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, situasi dari setting kultural. Dalam kasus konversi minyak tanah ini, beberapa kelompok masyarakat miskin tampak sangat melekatkan identitas kelasnya dengan asosiasi minyak tanah. Minyak tanah sebagai sebuah media konsumsi yang sudah digunakan secara turun temurun sangat melekat dengan identitas kelas masyarakat miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ada sebuah rumah tangga pada lingkungan masyarakat miskin yang menggunakan gas elpiji, maka anggapan kelompok masyarakat tersebut adalah rumah tangga tersebut sudah tidak lagi masuk ke dalam kelas masyarakat miskin. Namun sudah berpindah ke kelas masyarakat yang lebih tinggi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Identitas minyak tanah sebagai kelas masyarakat miskin ini sebenarnya juga dibentuk oleh kebiasaan mereka untuk mengonsumsi minyak tanah dalam kadar kuantitas yang minim. Bukan dengan membeli dalam skala kuantitas yang banyak. Kelompok masyarakat ini memilih minyak tanah sebagai pilihan identitasnya karena secara nyata lebih bisa memberikan efisiensi dalam kuantitas penggunaannya di rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan identitas ini pada dasarnya juga dipengaruhi oleh setting sosial dan setting politik yang juga terwarisi di dalam sistem masyarakat dan sistem pemerintahan kita hingga akhirnya menjadi bagian yang sangat melekat dengan kehidupan mereka yang sulit untuk diintervensi melalui sebuah kebijakan tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi yang dapat ditawarkan terhadap masalah ini adalah dengan komunikasi kebijakan yang intensif dan mendalam. Komunikasi kebijakan yang melibatkan perubahan sosial, politik dan kultural tersebut tidak dapat dilakukan dengan cara yang singkat apalagi sekadar insidental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pola yang seperti itu justru yang akan ditafsirkan adalah adanya unsur represif yang hendak dimunculkan di dalam implementasi sebuah kebijakan. Selain itu, komunikasi kebijakan juga tidak dapat dilakukan hanya dengan bentuk intervensi stimulan berupa kompor dan tabung elpiji gratis, karena intervensi seperti itu juga hanya akan dimaknai secara materiil oleh kelompok ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, komunikasi kebijakan adalah persoalan persepsi, soal daya serap pikiran yang kemudian menghasilkan sikap dan tindakan maka arus informasi perlu dikelola terhadap hal-hal yang berkaitan dengan transfer kebiasaan kelompok masyarakat tersebut. Pemerintah perlu memberi penjelasan yang utuh dalam dimensi sosial, politik dan kultural yang bersinggungan dengan kebijakan konversi ini dalam bahasa yang dapat diterima oleh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk di dalamnya adalah memberikan gambaran tentang betapa urgennya tujuan kebijakan ini dan juga jaminan terhadap kebiasaan baru yang pada dasarnya perlu untuk dikenal jika melihat situasi global yang menuntut adanya pengalihan sumber daya energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui komunikasi kebijakan ini, dapat dilihat itikad pemerintah dalam menempatkan kelompok masyarakat miskin, apakah sebagai penerima pasif kebijakan yang sekadar mengikuti kebijakan? Ataukah pada derajat yang lebih tinggi sebagai penerima dan sasaran antara yang kemudian akan melakukan penyesuaian terhadap tranformasi seperti yang dikandung oleh kebijakan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu berharap agar kasus kebijakan seperti yang terjadi tersebut dapat diperbaiki dengan mengemas kebijakan tersebut sebagai sebuah paket yang indah dan nyaman bagi masyarakat di wilayah negeri ini. Semoga saja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-5784287290452899807?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/5784287290452899807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=5784287290452899807' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/5784287290452899807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/5784287290452899807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2007/09/belajar-dari-konversi-minyak-tanah.html' title='Belajar dari Konversi Minyak Tanah'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-1375613906341997946</id><published>2007-08-29T11:51:00.000+07:00</published><updated>2007-08-29T12:07:13.197+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PP 129/2000'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemekaran daerah'/><title type='text'>Menjernihkan Pemekaran Daerah</title><content type='html'>Artikel ini dimuat di SKH Radar Lampung, 29 Agustus 2007 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Daerah di Gedung DPR tanggal 23 Agustus 2007 membacakan keterangan pemerintah mengenai kebijakan pembangunan daerah. Dia juga menyinggung pemekaran daerah yang hingga tahun 2007 telah menghasilkan 173 daerah otonom, terdiri dari tujuh provinsi, 135 kabupaten, dan 31 kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan juga, berdasar evaluasi, 148 daerah otonom baru itu banyak menghadapi permasalahan. Antara lain penyerahan pembiayaan personel, peralatan dan dokumen (P3D), batas wilayah, dukungan dana kepada daerah otonom baru, mutasi PNS ke daerah otonom baru, serta pengisian jabatan dan tata ruang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi yang dilakukan Departemen Dalam Negeri dan dikutip Presiden SBY tersebut mencerminkan kekhawatiran atas pemekaran daerah yang ternyata tidak hanya menghasilkan implikasi yang baik. Namun, juga implikasi yang tidak diinginkan sebelumnya (unintended impact).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang pembentukan daerah otonom baru yang disinyalisasi lebih mengedepankan motif politis tersembunyi justru merugikan masyarakat yang tercakup dalam daerah baru tersebut. Tujuan positif dari pembentukan daerah otonom baru malah menjadi sebuah hipotesis yang tidak terbukti atau bahkan gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa data lagi yang dapat menggambarkan kondisi pembentukan daerah otonom baru tidak serta merta memberi perubahan baik kepada masyarakat daerahnya. Pertama, pembentukan daerah otonom baru memberikan implikasi terhadap pengelolaan kelembagaan nasional. Bahwa daerah otonom di Indonesia menjadi bertambah jumlahnya sehingga menghasilkan struktur yang lebih banyak adalah suatu hal yang jelas. Namun bertambahnya struktur tersebut juga membawa konsekuensi  besar terhadap pengelolaan sumber daya kelembagaan. (lengkapnya klik judul diatas)&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal sumber daya keuangan misalnya. Pembentukan daerah baru ternyata memberikan implikasi bagi kebijakan fiskal nasional. Wujud dari implikasi ini dikemukakan Dirjen Perimbangan Keuangan Depkeu Mardiasmo yang melihat keberadaan daerah otonom baru akan mengurangi alokasi  dana perimbangan yang  diterima daerah yang telah ada.&lt;br /&gt;Dengan alokasi anggaran kepada daerah yang harus memperhatikan kemampuan anggaran negara dan dengan bertambahnya daerah-daerah otonom baru, yang juga harus memperoleh anggaran perimbangan, mengakibatkan pemerintah pusat memilih merasionalisasi alokasi anggaran. Sehingga, penyesuaian yang dilakukan dalam pengalokasian anggaran perimbangan memberikan dampak kepada daerah-daerah yang sudah ada sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dalam pembangunan kelembagaan daerah. Beberapa daerah otonom baru mengalami masalah dalam aspek pembangunan kelembagaannya. Hal ini berkaitan dengan sumber daya (SDM, finansial, dan administratif) yang diperlukan untuk membangun infrastruktur dan fasilitas pada daerah baru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam unsur sumber daya finansial (anggaran) misalnya, anggota BPK Baharuddin Aritonang menyebutkan, merujuk temuan BPK terhadap daerah otonom baru, kinerja keuangan daerah pemekaran baru memprihatinkan. Selain mengandalkan dana dari pusat, daerah baru hasil pemekaran juga kekurangan SDM yang mau menjadi aparatur pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 83 persen dari 148 daerah hasil pemekaran, kondisi keuangan daerahnya tidak memenuhi syarat pengelolaan anggaran yang berlaku. Sehingga akhirnya pemekaran daerah bukannya meningkatkan kesejahteraan rakyat di daerah, tetapi justru menggerogoti keuangan negara. Walaupun teorinya untuk memudahkan pelayanan rakyat, tapi praktiknya dana publik malah habis terserap untuk dana politik (Tempo Interaktif, 26/4/2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dipahami bahwa membangun kapasitas sumber daya yang mampu mewujudkan tujuan dari pembentukan daerah otonom baru itu memang tidak mudah. Perlu rangkaian proses yang direncanakan secara matang dan terarah. Hanya, terkadang kesiapan sumber daya dalam pengelolaan otoritas daerah baru tersebut tidak dilakukan demikian. Cara pandang yang lebih mendasarkan kepada strategi politik okupasi, yaitu kuasai dulu baru kemudian diatur, adalah paradigma yang bisa menyulitkan daerah baru untuk mulai berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, dalam penggerakkan kapasitas daerah. Beberapa daerah otonom baru hasil pemekaran justru mengalami masalah dalam menggerakkan kapasitas daerahnya. Penyebabnya, setelah pemekaran dilakukan kerja sama ekonomi masyarakat justru melemah, skala produksi mengecil, dan persaingan antardaerah menguat. Akibatnya, biaya ekonomi membesar dan lokasi geografis kurang mendukung kegiatan ekonomi. Kesejahteraan masyarakat juga menurun akibat perlambatan kegiatan ekonomi masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ketenagakerjaan setelah pemekaran provinsi justru lebih buruk dibanding sebelum pemekaran. Pemekaran daerah seharusnya meningkatkan kesejahteraan daerah lama dan baru. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Kegiatan ekonomi menurun dan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi (Tempo, 20/9/2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga kondisi tersebut merupakan fakta yang menunjukkan pemekaran daerah belum tentu secara langsung mencapai tujuan seperti diargumentasikan dalam proposal pembentukan daerah otonom baru. Pemekaran daerah yang bisa menghasilkan dampak tidak diinginkan, merupakan prakondisi yang sebaiknya menjadi pertimbangan sebelum proposal pemekaran diajukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya pembentukan daerah otonom baru sebaiknya tidak dilakukan pada daerah yang masih mengalami masalah dalam pengelolaan pemerintahan daerahnya. Juga tidak dilakukan pada daerah yang masih memerlukan dukungan pengembangan dari daerah induk untuk lebih memiliki kesiapan kapasitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan daerah otonom baru sebaiknya dilakukan sebagai jalan terakhir bagi daerah-daerah yang sudah memiliki tingkat kapasitas sumber daya yang baik secara kuantitas dan kualitas. Sehingga nantinya, daerah otonom baru tersebut mampu berkompetisi dengan daerah lainnya di dalam pengelolaan potensi dalam wilayahnya. &lt;br /&gt;Yang lebih penting lagi adalah dengan adanya ketegasan dalam pembentukan daerah otonom baru ini, maka tidak akan lagi dimaknai sebagai sebuah okupasi yang berlandas primordial tertentu. Karenanya, selain diperlukan kearifan dari komponen lokal, juga diperlukan ketegasan dari pemerintah pusat dalam bentuk kebijakan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, revisi terhadap PP 129 Tahun 2000 yang memang lebih berdimensi kuantitas dan menafikan aspek kualitas masih kita nantikan untuk lebih mampu memberikan jaminan atas masa depan daerah otonom baru yang akan diusulkan oleh beberapa daerah. Yang juga kita tunggu implementasinya adalah penerapan dari pasal 6 UU No. 32 Tahun 2004 yang memberi peluang bagi daerah otonom untuk dihapuskan atau digabungkan kembali dengan daerah induknya jika tidak mampu menyelenggarakan otonomi daerah setelah melalui proses evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kita sebagai sebuah warga masyarakat pasti selalu berharap kalau segala tindakan akan menghasilkan sesuatu yang positif pada masa datang. Tindakan yang diputuskan secara tergesa dan buta tentunya justru akan membawa kita sebagai warga masyarakat kepada keadaan yang tidak lebih baik. Karenanya, setiap peluang yang sudah diberikan dalam negara demokrasi ini sebaiknya diambil secara berhati-hati. Agar tidak ada sesal di depan nanti, mari kita lihat semua ini secara jernih&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-1375613906341997946?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://radarlampung.co.id/web/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=11601&amp;Itemid=31' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/1375613906341997946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=1375613906341997946' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/1375613906341997946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/1375613906341997946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2007/08/menjernihkan-pemekaran-daerah.html' title='Menjernihkan Pemekaran Daerah'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-4382224925306886080</id><published>2007-08-27T23:20:00.000+07:00</published><updated>2007-08-27T23:29:34.143+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perpres 77 tahun 2007'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Perpres 77 tahun 2007</title><content type='html'>Dalam Lampiran II PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;NOMOR : 77 TAHUN 2007, TANGGAL : 3 Juli 2007, tentang Daftar Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan tercantum juga bidang pendidikan sebagai salah satu sektor yang dapat di masuki oleh pemodal, termasuk adalah pemodal asing. Adalah pendidikan dasar dan menengah, pendidikan tinggi dan pendidikan informal. Disebutkan bahwa batas kepemilikan modal bagi penanam modal asing adalah 49%. Meskipun negara/ bangsa Indonesia masih memiliki kepemilikan modal 51% tapi dengan besarnya batas 49% tersebut juga berkonsekuensi terhadap banyak hal dalam pendidikan di negeri ini, misalnya prinsip dasar/ ideologi pendidikan yang akan dibawa oleh pemodal asing tersebut yang bisa saja mempengaruhi tatanan ideologi pendidikan negara kita ini. wah.... tambah runyam aja ya pendidikan negeri ini... pusiiiiingggg.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-4382224925306886080?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/4382224925306886080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=4382224925306886080' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/4382224925306886080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/4382224925306886080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2007/08/perpres-77-tahun-2007.html' title='Perpres 77 tahun 2007'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-4213775018062548492</id><published>2007-08-16T09:50:00.000+07:00</published><updated>2007-08-16T11:10:26.657+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merdeka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia raya'/><title type='text'>Indonesia Raya</title><content type='html'>sekedar untuk mengobarkan semangat nasionalisme kita yang sekarang lagi membara kembali, lagu Indonesia Raya yang formal dan yang baru diekspos (bukan ditemuin loh, lagu ini mah udah lama beredar di internet)itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Raya yang 3 stanza:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="350"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/KvrfjfRdnbM"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/KvrfjfRdnbM" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="350"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah yang selanjutnya itu lagu yang formal nih:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Raya 1 stanza:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="350"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/8F0Hs08ktlY"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/8F0Hs08ktlY" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="350"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada juga yang diaransemen rock nih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="350"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/S_r0yQyl1KM"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/S_r0yQyl1KM" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="350"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;indahnya......, meski seperti apapun, I Love Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/36098604-4213775018062548492?l=artefaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://artefaksi.blogspot.com/feeds/4213775018062548492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=36098604&amp;postID=4213775018062548492' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/4213775018062548492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/36098604/posts/default/4213775018062548492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://artefaksi.blogspot.com/2007/08/indonesia-raya.html' title='Indonesia Raya'/><author><name>soemandjaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02842631734835413912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_8wzEN8iQkbs/SBa8pnHG2VI/AAAAAAAAAJM/gKVHTNQkTM0/S220/Picture0018.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-36098604.post-6199836970840562368</id><published>2007-07-25T09:41:00.000+07:00</published><updated>2007-07-25T09:46:04.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekolah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Sekolah Hanya untuk yang Cerdas</title><content type='html'>&lt;em&gt;Artikel ini dimuat di SKH Lampung Post Tanggal 24 Juli 2007&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu muncul beberapa kejadian yang berkaitan dengan penerimaan siswa baru (PSB) ke permukaan. Adanya pungutan-pungutan yang tidak jelas dari beberapa oknum petugas sekolah sempat menjadi headline yang hangat di Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung. Kalau hendak kita lihat proses penerimaan siswa baru secara keseluruhan, bukan hal itu yang justru sebenarnya menarik untuk diperbincangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang agak mengganggu pemikiran saya waktu melihat fenomena dalam penerimaan siswa baru yang juga dihasilkan sebagai implikasi kebijakan UAN dan standardisasi kelulusan beberapa periode ini. Tapi sebenarnya memang fenomena ini juga sudah ada sejak dahulu. Adalah rekrutmen siswa baru yang mendasarkan pada nilai evaluasi akhir (UAN) sebagai standar penerimaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dengan standardisasi penerimaan itu akan memberikan hasil berupa kualitas siswa yang baik. Kalau input-nya sudah baik maka pengolahan intelektual mereka juga akan lebih baik dan output yang dihasilkan dari proses tersebut juga dapat lebih baik. Dengan pola yang demikian ini yang kemudian memunculkan fenomena sekolah unggulan atau sekolah favorit yang dikenal karena mampu menghasilkan output (keluaran) siswa yang dikenal intelektualitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau SMP maka mereka dikenal karena mampu masuk ke SMA favorit dan kalau SMA maka mereka dikenal karena mampu meluluskan siswa yang sebagian besar diterima di perguruan tinggi ternama. Satu hal yang ada di balik hal tersebut memunculkan pertanyaan, apa yang terjadi dengan yang kurang memiliki nilai evaluasi yang baik? Kalau sekolah menerapkan secara kaku standar nilai penerimaan maka jelas mereka tidak akan diterima. Lalu kemana larinya mereka? Kalau tidak juga diterima di sekolah negeri maka ada dua kemungkinan.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, mereka memilih sekolah swasta dengan konsekuensi biaya sekolah yang lebih tinggi atau sekolah yang tidak terlalu tinggi biayanya tetapi dengan kondisi yang juga harus dipahami kualitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pada beberapa calon siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu mungkin akan berpikir berulang kalau dihadapkan pada keadaan hanya sekolah swasta yang dapat menerima mereka. Akhirnya mereka memilih tidak melanjutkan sekolah dan bekerja sekadarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung bagi keluarga dengan latar belakang ekonomi yang sederhana tetapi memiliki anak yang terkategori cerdas dalam evaluasi terstandar tersebut, tetapi sebaliknya, terjadi pada keluarga dengan latar belakang ekonomi yang sederhana namun memiliki anak yang belum memiliki nilai evaluasi yang baik dari standardisasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah letak ketidakadilan pendidikan terjadi. Sekolah dengan pola seperti ini tidak memberikan kesempatan kepada mereka yang kurang memiliki intelektualitas terstandar dalam nilai UAN menjadi tidak memiliki kesempatan untuk memperbaiki potensi kecerdasan mereka. Padahal, ada banyak faktor yang menyebabkan seorang calon murid tersebut belum memiliki nilai evaluasi yang baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pendidikan dipandang sebagai proses mengolah dan mengelola potensi sumber daya pikir maka prinsip tersebut sudah gagal ditegakkan pada sistem pendidikan kita. Sekolah di dalam sistem pendidikan kita hanya diperuntukkan untuk mereka yang sudah pintar secara terstandar tetapi memperkecil peluang bagi mereka yang belum memiliki standar intelektual yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, banyak pakar pendidikan mengatakan bahwa pendidikan adalah sebuah proses yang dijalani sejak seorang manusia itu lahir hingga ajal menjelang. Pendidikan adalah proses seumur hidup dan setiap individu manusia memiliki hak yang sama untuk diarahkan dan distimulasi melalui media yang disebut sekolah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara legal formal, seluruh warga negara Indonesia juga memiliki hak asasi yang dilindungi oleh konstitusi (UUD). Hak untuk menikmati akses yang sama di dalam proses pendidikan, baik itu pendidikan formal ataupun informal. Konstitusi tertinggi menegaskan bahwa tidak boleh ada pengecualian bagi seluruh warga negara untuk menikmati pendidikan dengan alasan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, implikasinya adalah pemerintah sebagai eksekutor dari konstitusi dasar tersebut harus memberikan kebijakan yang mendukung arah penerapan prinsip tersebut. Pemerintah memiliki tanggung jawab konstitusi apabila terdapat fenomena yang menghilangkan atau memperkecil peluang setiap warga negara untuk ikut serta di dalam proses pendidikan yang diselenggarakan secara tersistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang permasalahan terbesar dari kebijakan publik pemerintah Indonesia selama ini terdapat pada lingkup implementasi kebijikan. Seringkali terjadi kondisi yang di ana sebuah kebijakan pokok sudah baik tetapi bentuk-bentuk implementasinya justru buruk (good policy, bad implementation) atau yang terparah adalah kebijakan pokok yang diturunkan ke beberapa kebijakan teknisnya sudah buruk kemudian menghasilkan impelementasi yang buruk juga (bad policy, bad implementation).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau melihat struktur kebijakan negara maka konstitusi dasar (UUD) kita sebenarnya sudah baik tetapi penurunannya ke dalam kebijakan teknis hingga pada rentang pemerintahan terendah masih buruk. Jadi bisa dikatakan bahwa terjadi implementasi yang buruk itu (bad implementation) itu dikarenakan faktor pelaksananya (implementor) yang kurang mampu menjaga konsistensi penerapan prinsip-prinsip pokok itu secara konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali akomodasi politis menjadi faktor yang berkontribusi terhadap interpretasi dan rumusan-rumusan tindakan pemerintah sebagai pelaksana untuk keluar atau menyimpang penerapan prinsip pokok tersebut secara sengaja. Ketika tanggung jawab pendidikan lebih diartikan dalam dimensi yang kuantitatif saja maka ini pun sudah menyimpang dari prinsip pendidikan yang lebih bermakna kualitatif. Menilai keberhasilan tanggung jawab kebijakan pendidikan dengan dimensi kuantitatif itu memang lebih mudah dan lebih kuat untuk diargumentasi kepada legislatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya perlu tiga usaha besar untuk membenahi masalah ini pada masa yang akan datang. Pertama, karena masalah ini melibatkan aspek rentang kebijakan teknis hingga pada tingkatan pelaksana teknis operasional maka yang diperlukan adalah evaluasi terhadap rentang kebijakan pendidikan khususnya dalam aspek kesempatan untuk memperoleh hak pendidikan yang sama tanpa ada diskriminasi terstruktur yang juga dihasilkan oleh komponen dari kebijakan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan turunan yang dihasilkan dari kebijakan pokok tersebut harus dibenahi agar mampu mengikis terjadinya fenomena diskriminasi akses pendidikan itu. Konsistensi terhadap prinsip konsitusi dasar harus menjadi standar pokok bagi pelaksanaan kebijakan. Kedua, dalam aspek yang lebih teknis diperlukan adanya kepastian bahwa penilaian terhadap rekrutmen siswa baru pada sekolah tidak secara kaku menerapkan nilai evaluasi (UAN) sebagai standar penilaian penerimaan. Bahkan kalau bisa dinafikan saja nilai UAN yang dihasilkan oleh sistem yang penuh dengan kontroversi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah sebagai sebuah institusi pendidikan yang juga memiliki tanggng jawab sosial di dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia sudah seharusnya memiliki pola tersendiri yang mampu menghasilkan tipe-tipe spesifik calon siswa sebagai masukan (input) di dalam penyelenggaraan pendidikan formal mereka. Ketiga, perlu adanya kelas khusus yang merekrut siswa dengan kategorisasi yang masih memiliki potensi untuk lebih baik selama proses pendidikan lanjut disekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas khusus yang selama ini ada, yaitu dengan kelas akselerasi yang merupakan himpunan siswa dengan spesifikasi khusus juga perlu diterapkan dalam kondisi siswa yang berlawanan. Kelas khusus yang memberi kesempatan kepada mereka yang memiliki potensi untuk menjadi lebih baik selama proses pendidikan itu bisa dibuka dengan dasar penilaian yang lebih menyeluruh kepada calon siswa. Hal ini perlu untuk lebih membuka peluang kepada siswa yang belum mampu untuk berproses di dalam media pendidikan yang baik agar mampu mengejar potensi yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kalau negara ini menginginkan bangsa yang berkualitas dan lebih mampu untuk bersaing secara global maka harus ditegaskan bahwa pendidikan itu bukan hanya milik mereka yang cerdas saja, pendidikan itu bukan proses mengelola yang cerdas menjadi lebih cerdas melainkan juga mengelola yang tidak dan kurang cerdas agar menjadi cerdas. Dengan demikian, makna pendidikan yang sejatinya itu dapat diletakkan pada posisi seharusnya, yaitu pendidikan adalah sebuah proses yang adil, bukan sebuah ukuran (standar) yang kaku.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height
